11/06/17

Kreasi Kain Flanel

Tadi pagi waktu mainan flanel, liat-liat pic ketemulah ama gantungan kunci bentuk kepala mickey, lucuuu.... menurutku sempurna diantara pic mickey dari kerajinan yang pernah aku lihat dan aku buat. Pokoknya lucunya dapet dah, ngegemesin gitu picnya. Lalu teringatlah ama tas batik kucel yang sudah bertahun-tahun lamanya nemenin ketika pergi main. Yang namanya suka walaupun sudah ada sobek di beberapa bagian dan warnanya juga sudah pudar tetap saja dimanjah. Tetep di sayang dan selalu di hati, ihiiiir.... (kumat dah efek banyak coretan yg belum kelar)

Tas yang sudah dibilang lumayan tua, ya kira-kira ada 5 tahun lebih lah nemenin aku (bukan ga punya tas lain ya tapi yg paling praktis kecil namun muat banyak barang ya itu, makanya suka) dan sobekan bertambah ketika aku terjatuh dari motor saat perjalanan ke kota sebelah. Membuat Sobekan bertambah, tadinya aku biarin saja pergi pake tas buluk ga masalah (jujur sedikit agak ga enk juga kalau di lihat orang, takut dinyinyirin) tapi waktu bagian depan yang tadinya ada sedikit jahitan untuk penyekat kini hilang tergerus aspal menjadikan saat menaruh uang disana untuk persiapan parkir uangnya kabur, ini udah beberapa kali aku alami dan baru sadar ketika melihat sendiri ada kertas terbang di sampingku. Uangku terbang, walaupun hanya selembar dua ribuan tapi itu kan berharga. Ada juga kertas (entah kertas parkir apa nota belanjaan atau kertas atm ya) juga ikut kabur.

Nah dari kejadian itu aku coba analisa kenapa uang dan juga kertas yang sudah dilipat-lipat bisa terbang, padahal tas juga kalau naik motor aku pangku di depan tapi kenapa bisa ada angin yang menyusup masuk dan menerbangkan kertas di dalamnya.

Dan akhirnya ketemu permasalahannya, karena sudah tidak ada sekat. Dulu ada jahitan kecil di tengah itu mungkin sebagai penahan barang-barang yang ada di dalam dan sekarang setelah tidak ada sekat ya bebas makanya pada kabur. Aku ada ide untuk menambal lubang di tas itu dengan kain flanel karena aku masih suka dengan tas ini dan masih sering tak pake walaupun sudah seharusnya di musiumkan. Ya kalau hanya di jahit bakal kelihatan aneh dan ga enk dilihat makanya inisiatif untuk menambalnya dengan menambahkan wajah mickey di tas ini. Membuat gambar untuk menutupi, ide itu sudah datang sejak lama tapi untuk eksekusi tarsok (entar-besok) terus. Dan hari ini mumpung ingat dan ada kemauan maka aku buatlah gambar mickey dengan kain flanel.

Mengukur agar ga kegedean ataupun kekecilan, lalu menggunting dan mengelim (hal yang paling bikin deg-degan saat mainan flanel ya saat mainan sama lem tembak, sehati-hati apapun pasti kena 'yoooos...' rasanya nano-nano) dan jadilah wajah mickey yang imut. Ada pemikiran bila kali ini aku bisa membuat gambar mickey dengan baik tanpa bantuan sketsa maka lulus ujian, hehehehe.... dan aku bisa. Sebelum di tempel aku jahit kecil dulu tengahnya biar ga ada yang terbang kertasnya, baru deh di tempel. 

Hmmmm.... lumayan rapi dan lucu hasilnya, seneng liatnya tapi terlalu sepi. Lalu aku buatlah bintang-bintang sebagai penghias di sekelilingnya, nah yang ini belum lulus uji. Ternyata belum bisa rapi kalau disuruh menggunting pola bintang dan bunga. Ya sudahlah, dapat dua buah bintang walaupun guntingannya ga karuan ini juga sebenarnya aku tempel untuk menutupi lubang kecil, hehehehe.... Yang pasti hasil akhirnya aku suka, imut dan lucu. 

Ayoo siapa yang mau pesan bisa di order lho (promosi), bisa untuk tempelan baju, atau buat tempelan untuk kerajinan yang lain misal buket bunga, kotak tisu, hiasan kamar, dsb. Bisa pilih model lain juga, kalau dibuat souvenir juga cocok. Pokoknya sudah lumayanlah untuk langsung gunting flanelnya, dijamin rapi dah. (11/06/17)

09/06/17

Menghilangkan Kerak di Penggorengan

Bagi buibuk yang terbiasa bermain di dapur pastinya tidak asing dengan gambar penggorengan seperti di ini. Kerak dari sisa masakan yang melekat erat di penggorengan tak jarang membuat permasalahan tersendiri pada buibuk, gimana tidak kerjaan masih banyak ditambah harus membersihkan kerak membandel di penggorengan. Belum lagi jika penggorengannya ingin dipakai lagi aaaah bikin capek pikiran mencari cara agar kerak membandel ini bisa putus dengan penggorengan (pasangan yang tak diharapkan, hehehehe...).

"Bagaimana cara menghilangkan kerak di penggorengan dengan cepat dan tanpa melukai penggorengan....????"
Bila cara menghilangkannya dengan merendam dengan air terlebih dahulu sebelum di cuci bakal memakan waktu yang lumayan lama, itupun juga tidak bisa sepenuhnya mengelupas. Butuh tenaga untuk menggosoknya lagi saat mencucinya. Kalau pakai spon kasar bisa menggores penggorengan, kalau pakai spon halus sampai kapan coba bersihnya.

"Lalu bagaimana cara mengatasinya...."
Mau tau caranya...., sebenarnya gampang saja dan ga perlu tenaga ekstra keras untuk memberaihkan kerak membandel di penggorengan. Bila buibuk mengalami hal sepeti ini coba saja buibuk taruh penggorengan yang sudah dikasih air di atas kompor yang menyala (diperjelas, siapa tau ada yg hanya menaruhnya di atas kompor mati) ngasih airnya lumayan banyak ya, kira-kira sampai menutup kerak lah sambil di aduk-aduk (ceritanya ini lagi menggoreng air). Aduk... aduuuuk... terus aduk sampai airnya menjadi keruh dan keraknya mulai terkelupas. Bila menggorengnya lama kerak bisa keangkat semua tapi jika penggorengannya akan dipake lagi ya ga perlu mengelupas sampai bersih karena bila dicuci keraknya sudah bisa terangkat semua, penggorengan kembali bersih dan siap dipakai kembali. Selamat mencoba... (09/06/17)

01/06/17

Membersihkan Lantai Kusam

Ada berbagai macam jenis lantai yang di jual di toko bangunan, dari yang permukaan halus sampai yang bergelombang semuanya ada, tinggal pilih saja sesuai kebutuhan. Dan kebetulan untuk lantai di teras rumah dipilihlah yang agak kasar (seperti yang biasa dipakai di garasi) ini dengan tujuan agar motor saat turun kebetulan jalan ke rumah agak menurun jadi tidak terpeleset dan berjaga-jaga orang yang datang ke rumah biar waktu jalan dan lantainya basah habis kena hujan ataupun di pel tidak licin sehingga bisa bikin celaka yang lewat. Kayak lantai di atas yang memakai tipe halus, tapi saat ngepel malah jadi licin, sampai-sampai pernah beberapa kali terpeleset bahkan adik perempuanku pernah jatuh terpeleset. Jangankan saat ngepel yang ada sabunnya, saat basah saja bisa bikin terpeleset.

Belajar dari kejadian itu makanya lantai di teras dibuat berbeda (sepertinya di tiap ruang juga beda deh...) dicari yang kasar agar keset dan ga licin bila basah. Seperti yang terlihat di foto, itu lantai bukan tidak pernah di pel ya sampai item gunteng. Entah sudah berapa banyak kuman yang menghuni disana, padahal setiap pagi dan sore tak pernah absen di pel tapi bukannya bersih malah jadi item gunteng gitu.

Biasanya untuk membersihkan bapak menggunakan air keras, dengan menggunakan kuas. Perlahan membersihkan sampai terlihat bentuk aslinya. Tapi berhubung kesibukan bapak yang sudah capek saat pulang kerja makanya tidak sempat lagi untuk membersihkan lantai yang item. Melihat lantai kusam gitu sebenarnya gatel juga ingin membersihkan tapi apa daya kalau menggunakan air raksa aku tak berani karena takut terkena kulit.

Berpikirlah cara membersihkan lantai agar kinclong sehingga sedap di pandang tapi lama berpikir belum juka ketemu ide yang pas. Bila menggunakan pembersih kamar mandi, kemungkinan bisa tapi itu terlalu keras ada beberapa merk yang membersihkannya sampai memudarkan motif porselin dan ada juga yang meninggalkan bercak putih yang tak elok di pandang. Belum lagi baunya yang begitu menyengat dan ga hilang-hilang. Lalu teringat waktu membersihkan jalan ke rumah yang mulai licin karena berlumut, maklum musim hujan bikin lumut tumbuh subur. Saat itu aku sudah coba menyikat dengan sikat kawat tapi sampai sikatnya ompong lumut belum bersih maksimal, lalu ibu menyarankan untuk menaburkan pemutih pakaian ke lumut-lumut bandel itu, lalu disuruh nunggu beberapa saat, dan benar saja lumut-lumut itu sudah berubah warna dan mengelupas sendiri, tinggal gosok sedikit sudah hilang bersih tak tersisa.

Berbekal pengetahuan dan coba-coba itu maka aku aku ingin terapin di lantai kusam. Waktu aku bilang ke ibu, ibu ga yakin juga bisa bikin kinclong lantai yang sudah tak berbentuk itu, tapi ga ada salahnya di coba.

Lagi bosan, mumpung inget dan sendirian di rumah, ya sudah aku ambil peralatan perang; pemutih pakaian (aku pakai pemutih karena ibu sukanya pemutih kalau yang merk sarunya bilangnya baunya terlalu tajam, murahan pemutih juga sebenarnya), sikat, pel, ember di isi air, gayung dan dingklik. Sambil setel campur sari di radio biar makin gayeng.
☆ Pertama-tama lubangi tutup botol, tuang pemutih pakaian ke lantai yang sudah di sapu. Tinggal crot-crotin aja disembarang tempat.
☆ Ratakan dengan pel pemutih pakaiannya.
☆ Biarkan beberapa saat. Ini untuk memberi waktu agar obatnya bekerja.
☆ Ambil dingklik, duduk dan sikat dah lantainya.
☆ Bila agak susah, siram dengan sedikit air, bila nodanya masih susah juga tambahkan sedikit pemutih pakaian lalu sukat kembali.
☆ Sikat dengan cara memutar ya, ini lebih memudahkan kotoran terkelupas dibanding jika menyikatnya lurus. Ya di mix aja deh enaknya gimana yang penting terus semangat nyikat.
☆ Siram lantai dengan air bersih dan bisa dilihat hasilnya dengan seketika.

Tak perlu waktu lama untuk membersihkannya dan tak perlu tenaga berlebih untuk menyikatnya lantai sudah kelihatan warna aslinya. Sudah tak item gunteng lagi, sudah bersih bersinar. Oh ya awal-awal aku juga mencoba menggunakan deterjen, ya pikirku biar bersihnya cepat dan maksimal tapi saat melihat hasil akhir saat lantai sudah kering malah kelihatan kaya kulit kering, enggak bagus. Untung saja pakai deterjennya hanya beberapa ubin saja soalnya deterjen yang aku pakai hanya sisa dari ibu (comot dari tempat sabun).

Bisa lihat sendiri kan perbedaannya, lantai yang item gunteng penuh bakteri dan kuman padahal sudah di pel setiap hari dengan lantai yang sudah dilakukan perawatan khusus.

Oh ya ada satu lagi ni, saat mengepel biasanya kan kita menggunakan obat pel yang biasa muncul di iklan-iklan ntu kan. Aku juga gitu, termakan iklan gonta-ganti untuk mendapatkan hasil yang sesuai yang diinginkan, soalnya yang didapat lantainya saat di injak terasa lengket, ada yang malah mudah kotor, licin, bersihnya ga memuaskan, tapi sudah beberapa tahun ini aku menggunakan obat pel gambar pohon cemara tapi yang warna hijau (ga nyebut merk ya) pernah coba yang ada aroma-aromanya menurutku kurang gereget ya cuma dapat agak wangi saja enak yang oriental. Dan beberapa beberapa bulan ini saat ngepel dianjurkan ibu untuk menambahkan pemutih pakaian ini agar lantai lebih keset, semut ga cepat datang saat ada remah-remah di lantai, dan lantai beneran terlihat kinclong. Apapun merk obat pelnya, tambahin pemutih pakaian untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Termasuk lantai di teras bila aku amat-amati jika mengepel menggunakan pemutih pakaian lebih banyak dari obat lantainya, digosok sedikit lebih lama terlihat semburat putih tapi berhubung aku sadarnya sekarang-sekarang ini makanya lantai di teras terlihat buluk terus. Apa lagi tipe lantainya yang seperti ambril, kasar dan seperti mengikat kotoran ya jadilah seperti itu. Sekarang sudah tau solusinya jadi kagak bakal deh lantai di teras sampai jadi buluk item gunteng. Dengan bermodal alat seadanya yang ada di rumah dan pembersih pakaian yang harganya ga sampai 10ribu, lantai item gunteng bisa jadi kinclong kembali. Ga percaya...... Buktikan, dijamin dah ga menyesatkan. Target selanjutnya memberaihlan kerak tieng di lantai..... (01/06/17)


17/05/17

Arti Andeng-andeng

Tuhan membentuk kita menjadi seorang pribadi yang berbeda-beda, dengan ciri dan bentuk yang tak sama persis antara satu dengan yang lainnya. Kita adalah makhluk yang memiliki banyak keistimewaan yang Tuhan ciptakan.

Cerita ini aku dapat dari seorang teman yang sudah seperti saudara buatku. Awal kisah saat aku main kerumahnya, ya namanya teman pastinya ngobrol ngalor ngidul ceritanya lalu sampailah ketika ia berkata padaku.
"Mba andeng-andengnya (tahi lalat) di muka banyak ya". Aku yang mendengar itu hanya tersenyum, karena tidak hanya kali ini mendengar kalimat seperti itu.
"Hehehehe....."  Ga ada kata yang bisa aku katakan untuk membalas mbaku yang satu ini.
"Sama mba, saya juga banyak, berati kita sama ya mba"
"Iya mba, punyaku banyak banget". Balasku sambil melihat dengan seksama andeng-andeng yang ada di wajah seorang wanita cantik di depanku. Ya walaupun ga sebanyak punyaku seh kayanya.

"Dulu waktu masih sekolah, pas naik bus ada seorang kakek bilang sama aku. Ndok andeng-andengmu akeh ya, berati koe orangnya sabar"
"Maksudnya sabar gimana mba....??? Tanyaku, karena aku bukan tipe orang yang sabar dalam beberapa hal seh.
"Kata kakek itu andeng-andeng yang tumbuh di muka itu menandakan orang itu sabar dalam menjalani setiap ujian yang Allah kasih. Allah banyak memberikan ujian untuknya."
"Oooow, begitu to. Padahal andeng-andeng yang ada di wajahku banyak banget mba, kayanya ada deh 13 an"
"Itu berarti mba sabar".
"Mba juga donk, kan kita sama"
"Iya mba. dan anehnya andeng-andeng itu akan bertambah jumlahnya."
"Iya benar. Itu kenapa mba bisa begitu....???"
"Ya artinya itu seperti pertanda bahwa mba sudah bisa melewati satu ujian dari Allah."
"Oooow, gtu. Andeng-andengku banyak ik mba. Ga hanya di muka di lengan juga ada, bahkan di jadi pun ada".  Ceritaku sambil memperlihatkan andeng-andeng yang ada di jari kelingking kananku.
"Enggak mba. Yang dimaksud hanya andeng-andeng yang ada di muka saja".
"Tak kirain di tempat lain juga termasuk"
"Enggak mba. Kalau andeng-andeng mba banyak yang ada di muka itu tandanya mba orangnya sabar. Itu tanda dari Allah mba."
"Iya mba. Mba juga sama sabar dan baik banget".

Entah kepana percakapan ini sering terngiang di pikiranku, dan rasanya gatal ingin membuat coretan tentang ini. Ya mungkim ga sama persis kalimatnya dengan obrolan aslinya, namun inilah kalimat yang aku ingat ketika obrolan itu sedang berlangsung.

Terlepas dari semua itu, entah ini benar atau hanya mitos, Allah menciptakan segala sesuatu pasti ada maksud, fungsi, dan tujuannya masing-masing. Baik yang sudah kita tau ataukah yang masih tersembunyi dari semua yang telah kita muliki (terjadi). Terus belajar bersyukur dengan segala yang sudah kita dapat juga miliki. (17/05/17)


Doa dan Restu

Sekarang aku paham dengan kalimat yang sering menjadi quote ataupun kata-kata orang tentang pertanggung jawaban ketika sudah tiada dari foto diri yang di unggah di media sosial.

Pertama kali membaca, dan beberapa kali melihat posttingan di medsos dengan maksud tersebut aku masih belum tanggap, yang ada malah timbul pertanyaan "memangnya salah dengen mengunggah foto di medsos, memang apa maksudnya pertanggung jawaban dalam kalimat tersebut...??!"  Enggak salah,  akan tetapi entah mengapa kalimat itu seperti membekas, ya walaupun secara ga langsung bisa dikatakan tidak membuatku menjadi kepikiran tapi otak tanpa aku sadari seperti mengolah dengan sendirinya mencari tau dengan cara menimbang, mengolah dan mengamati kebiasaan tersebut (mengunggah foto pribadi) dan yang terjadi di masyarakat. Tak hanya itu pemberitaan tentang meninggalnya seseorang yang secara tak wajar dimana dalam berita itu membahas juga tentang post terakhir yang terkadang dikaitkan tentang firasat. Aku juga pernah baca, jika seseorang sudah meninggal lalu bagaimana nasip medsos yang ditinggalkan yang berisi foto pribadi, secara passw dan semacamnya hanya pemiliknya saja yang tau.... Mungkin bagi keluarganya yang paham (tau passw) bakal di hapus itu account, tapi bagaimana dengan yang tidak paham atau tidak tau passwnya....

Dan tiba-tiba saja hari ini benar-benar yakin, dan seperti mendapatkan penjelasan dari pengamatan yang dilakukan otakku. "Apa memangnya yang dimaksud dari pertanggung jawaban foto pribadi setelah seseorang itu meninggal...?" Ya sebenarnya jawaban pastinya seh kagak tau, karena ini hanya analisa dan hal yang bisa aku tangkap, aku rasakan dan yang bisa aku terima dari penjelasan seabrek dari analisa si otak imutku (dasar otak yang demen berkeliaran, susah diam).

Seseorang yang sudah meninggal, sebenarnya beliau bahagia dalam artian beliau tenang dan senang di alamnya sana atau tidak itu bisa dilihat dari foto yang memperlihatkan wajah beliau; ini yang bisa tau ya hanya orang-orang yang mempunyai kepekaan lebih dan punya indra ke enam.

Bila keluarga ataupun teman yang di tinggalkan melihat album foto beliau secara spontan akan mengingatkan masa hidupnya beliau, dan itu akan memunculkan kenangan yang ditinggalkan entah itu kenangan baik ataupun yang buruk dan kesedihan yang ditimbulkan akan sampai kepada beliau walaupun sudah berbeda alam. Bisa saja ada orang yang dimasa hidup beliau masih memiliki dendam, ya namanya manusia walaupun sudah bilang iklas tapi belum tentu bisa benar-benar iklas 100% ( mungkin lho ya bagi sebagian kecil orang saja), bisa saja kenangan buruk itu teringat kembali dan masih menyisakan dendam maka tidak menutup kemungkinan membuat tidak tenang beliau yang sudah tiada.

Bila hanya foto itu ada di buku album foto saja toh yang bisa lihat hanya keluarga yang punya fotonya, jadi teringatpun tentunya hal yang baik, lalu akan mendoakan agar beliau tenang disana. Karena tidak mempungkiri seseorang yang sudah meninggal sejatinya masih ada kontak terhadap orang-orang yang ditinggalkan, terutama kepada orang-orang yang disayanginya semasa hidup Beliau mengamati tindak tanduk orang-orang yang ditinggalkan, bila seseorang itu berperilaku buruk maka beliaunya tidak tenang dan sedih, begitu pula sebaliknya jika yang ditinggakan baik maka beliau pun tenang. Apa lagi jika mendapatkan kiriman doa itu akan membukakan jalan terang bagi beliau untuk berada di tempat yang indah, biau pun juga akan memberikan rasa terima kasihnya dengan membantu agar setiap doa untuk setiap keinginan  yang dipanjatkan akan sampai kepada Allah, berdoalah yang baik ya agar selalu membawa kebaikan buat dirisendiri juga orang lain.

Mungkin itu juga yang dimaksud jika doa dan restu orang tua itu bisa membukakan jalan kesuksesan. Orang tua mendoakan yang terbaik dan doa itu akan dibantu oleh leluhur agar sampai kepada Sang Pencipta. Jadi jangan meremehkan silsilah dan melupakan leluhur yah, sering-sering kirim doa untuk beliau yang sudah meninggal dan untuk orang-orang tersayang yang ada di samping kita.

Eh begitu ga seh, malah jadi bingung nih. Tapi yang aku tangkap seh begitu.
Mohon maaf ya bila dalam tulisan ini dirasa aneh. Tidak ada maksud apa pun dengan tulisan ini, hanya saja tiba-tiba saja teringat dan ingin membuat coretan, yah walaupun di hati ada rasa takut saat ngerik tapi entah kenapa jari dan otak sepertinya sepakat dan kompak untuk menari dalam barisan abjad. Dan anehnya ingin banget segera nge-post coretan ini.
Sekali lagi mohon maaf bila ada yang tidak berkenan ya. (16/05/17)

:: Hanya menuangkan apa yang menjadi pikiran dan seperti ada desakan untuk memposting coretan ini.