(27/11/18)
Belajar bercerita dan mengenal sekitar
Terkadang saat membeli barang, harga yang dicantumkan tidak menggunakan label yang ditempel melainkan hanya menggunakan spidol yang langsung dituliskan di barang yang dijual tersebut. Ini biasa kita jumpai di pedagang-pedangang kelontong atau warung kecil. Iya kalau barang yang dijual dibungkus plastik terlebih dahulu sehingga harga yang ditulis tidak mengenai barang yang dijualnya, tapi bagaimana bila barang tersebut tidak ada pembungkusnya....?! Ya tentu saja bakal ada coretan harga dari spidol yang ditulis di barang dagangan oleh penjual...
Sebagai pembeli terkadang jengkel juga bila menemui hal semacam itu, bukan barang yang bersih tapi barang yang kita beli malah kotor dengan coretan harga dari sepidol. Seperti kemaren sepulang kerja bapak membawa jam dinding, entah mau ditaruh mana lagi itu jam setiap ruangan sudah ada jam dinding tapi masih beli jam lagi. Katanya kasihan sama yang jual, beberapa kali pas nongkrong toko jam tidak ada yang beli, gapapa harganya juga murah. Meskipun di bungkus dengan kardus tapi di kacanya ada coretan harga dari spidol warna merah.
"Beng cara ngilangin ini gimana....?! Tanya bapak sampil melepas stiker yang tertempel di samping harga yang ditulis dengan spidol warna merah.
"Pake remason (merk yang identik dengan barang/produk)"
"Ini lho ngilanginnya gimana"
"Kasih balsem" Mungkin kata remason membingungkan bapak makanya mengulang pertanyaan.
"Balsem...."
"Iya, balsem diolesin kan langsung ilang" sambil berpikir di rumah punya balsem ga ya..., kalau pakai minyak kayu putih kira-kira bisa ga ya... sepertinya tidak bisa (bicara dengan diri sendiri).
Bapak bediri dan menuju ke arah tangga, disana ada beberapa botol yang di taruh disana (kebiasaan biar mudah nyarinya)
"Pakai ini bisa ga..." sambil munjuk botol, entah yang dimaksud yang mana karena disana ada dua botol warna kuning dan biru.
"Tidak bisa, pake balsem pak'e" Mungkin bapak mengira botol-botol tersebut alkohol padahal dua botol itu revanol semua.
Aku masih berpikir apakah punya balsem, sudah lama aku ga melihat ada balsem yang biasa dipake bapak. Ibu kalau badannya ada yang pegal tidak menggunakan balsem melainkan obat oles (eh itu termasuk balsem kemasan modern ga seh...)
Dan bapak menemukan balsem wadah kaca juga akhirnya.
"Di olesin gini...." sambil mengambil balsem dan mengoleskannya ke tulisan spidol di kaca jam.
"Begini..., kaya orang masuk angin saja diolesi balsem"
"Hu um. Nah to ilang, tinggal di lap udah bersih"
Bapak mengelap tulisan yang sudah luntur karena olesan balsem. Dan.... seketika harga dari coretan spidol yang ada di kaca jam dinding pun hilang, bersih tak berbekas.
Balsem juga bisa digunakan untuk membersihkan whiteboards yang sudah buram akibat sering digunakan termasuk menggunakan spidol marker. Tinggal oles dan mengelapnya, tidak perlu tenaga ekstra dan cepat bersih.
Ilmu ini aku dapat dari pak dhe yang saat itu pulang dari belanja alat tulis dan ada tulisan di barang-barang yang dibelinya. Walaupun di plastik pembungkusnya tapi bisa membingungkan nanti saat memberikan harga kepada pembeli.
Bila ingin membersihkan benda dari spidol yang membandel pakai saja balsem. Selain itu balsem juga punya kegunaan lain, yaitu bila terkena knalpot atau tersengat api atau puntung rokok agar tidak melepuh jangan dioles odol (pasta gigi) tapi oleskan saja balsem, katanya tidak akan melepuh dan berair seperti biasanya. Tapi bila dinalar kok bisa, kena luka bakar (luka ringan yaah disini yang aku ceritakan) yang rasanya panas di oles balsem yang panas malah cepat sembuh dan tidak melepuh. Kok bisaa.....????!
Waktu aku tanya alasannya kenapa begitu, pak dhe juga tidak bisa menjelaskan hanya berkata ilmu itu ada sejak dulu. Pak dhe sendiri juga bingung, penjelasannya seperti apa ga ngerti.
Ini bukan hanya ilmu katanya ya, soalnya pak dhe sudah membuktikannya.
p.s:
Coretan ini sekedar apa yang aku tau, bila ada yang salah mohon maaf dan semoga bermanfaat yaah. (19/03/17)
Lihat bunga mawar yang sudah merekah. Sebenarnya ga ada yang aneh dari bunga mawarku. Ya walaupun tidak seperti pendahulunya dimana bunganya banyak belonteng putihnya, kalau yang sekarang putihnya hanya saiprit dominan merah, dua sudah rontok bunganya.
Biasanya jika membeli bunga, saat berbunga pertama bakal indah dengan kelopak yang besar dan berbunga banyak tapi semakin lama bunganya bakal kecil bahkan bantat (seperti roti saja ya). Ya begitulah kira-kira, setelah beberapa kali berbunga hasilnya mengecewakan, begitu juga dengan tanaman buah yang ditanam semakin lama malah mengecil. Begitu juga dengan nasip bunga-bunga di rumah termasuk mawar merahku, eh milik bapak deng aslinya. Awal beli bunganya banyak dan kelopaknya gede lalu semakin lama udah jarang berbunga, bunganya dikit trus kelopaknya keriting kecil-kecil kaya kerupuk bantat pokoknya.
Suatu ketika di pagi ketika mengamati setiap bunga, sedikit memberi waktu yang ijo-ijo untuk mata biar seger gitu mindah pot dari sini kesono-kesitu-kesene, menggesernya agar mendapat tampilan yang pas, mencabuti rumput liar disekitar bunga, juga merapikan daun dan memotong ranting kering. Lalu bapak ikut-ikutan tu. Menceritakan bunga yang disukai sampai usaha mendapatkannya.
Mengganti pot, menyiangi tanah, menambah tanah yang sudah dicampur pupuk trus menanam dua macam tunas bunga secara bersamaan agar terjadi persilangan dan mendapat bunga dengan warna dan bentuk yang lebih bagus.
Bapak menyuruhku untuk mengambilkan micin atau penyedap rasa di dapur. Lalu disuruhlah menaburkannya sedikit di sekitar bunga mawar. Kata bapak untuk mendapatkan bunga dengan kelopak besar dikasih micin, itu ilmu di dapat dari penjual bunga. Hmmmmm...., kalau setau aku yang pernah dikasih tau teman untuk memberikan nutrisi kepada tanaman memang dikasih micin tapi bukan menaburkannya secara langsung melainkan micin dicampur ke air yang digunakan untuk menyiram tanaman, dan itu sudah aku praktikkan di bunga kaktusku dulu sebelum punah. Ya memang kaktusku sempat berbunga dan beranak pinak, tapi aku kagak tau perubahannya seperti apa, apakah itu karena micim yang aku semprotin atau memang sudah saatnua berbunga dan beranak pinak. hehehehe....
Tapi sekarang ini aku percaya. Bunga mawar yang diawal beli bunganya gede perlahan bunganya semakin jarang, berbunganya lama, warnanya ga tajam, juga kerdil tapi setelah dikasih perangsang bunga dan micin mulai deh sering berbunga dengan kelopak yang besar warna yang tajam, kelopaknya tidak mudah rontok dan itu tidak hanya di bunga mawar, juga diterapkan di bunga anggrek juga beberapa bunga yang lain. Temanku sampai sekarang juga masih menerapkan hal tersebut di tanaman bunga dan tanaman sayurnya.
Lalu suatu ketika disuruhlah aku menaburkan micin lagi ke bunga mawar yang baru akan berbunga, ya sekalian saja aku kasih semua bunga taburan micin entah itu tanaman yang berbunga atau yang hanya berdaun saja. Biar warnanya menjadi tajam jadi bapak senang. (06/03/17)
Kapal pinisi adalah kapal layar tradisional khas asal Indonesia yang berasal dari suku bugis. Kapal pinisi memiliki jumlah layar sebanyak 7 buah, menurut filosofinya 7 layar menandakan nenek moyang kita yang telah mengarungi tujuh samudra. Tujuh layar terbagi atas empat layar besar yang ada di badan, kapal dan tiga layar kecil yang ada di anjungan kapal. Berat kapal pinisi antara 100-200 ton yang rangkanya terbuat dari kayu. Kapal pinisi memiliki 2 jenis yaitu kapal lamba atau lambo, kapal jenis ini termasuk modern soalnya sudah dimodifikasi menggunakan mesin diesel. Sedangkan yang kedua berjenis polair kapal pinisi jenis ini adalah bentuk asli kapal pinisi, bisa diliat dengan bentuk aslinya yang melengkung dan memiliki ukuran yang lebih kecil sayangnya jenis kapal pinisi seperti ini sudah jarang dugunakan, posisinya sudah digantikan oleh kapal mesin yang lebih mudah dioperasikan.
Seiring dengan majunya teknologi kini berbagai kapal modern diciptakan, salah satunya adalah jenis kapal katamaran. Kapal katamaran merupakan sebuah kapal laut yang memiliki jenis lambung ganda. Bedanya kapal belambung ganda dengan yang biasa yaitu bila kapal biasa badannya berasa di air semua namun jika kapal berlambung ganda ini cuma kakinya yang di air justru badannya terapung ditahan oleh kaki-kaki yang ada di samping kanan kiri, dan yang berjalan adalah kaki-kaki masuk pada rongga. Kapal dengan dua lambung biasanya digunakan sebagai kapal pesiar, kapal patroli atau kapal perang. Di Indonesia kapal jenis katamaran banyak digunakan di perairan yang relatif dangkal. Penggunaan dua buah lambung berguna agar kapal menghasilkan kecepatan tinggi, serta mengurangi stabilitas kapal itu sendiri. Selain katamaran ada juga kapal trimaran, kapal dengan tiga buah lambung.
| Plastik telah banyak mewarnai kehidupan masyarakat saat ini. Di mana saja kita berada selalu berjumpa dengan yang namanya plastik. Baik itu berupa wadah makanan, botol plastik (minuman kemasan), tas plastik, dan lain sebagainya. Pada produk-produk plastik tersebut ada kalanya kita menemukan simbol berupa ‘panah berbentuk segitiga’. Namun, sudahkah Anda tau apa arti dari simbol-simbol tersebut? |