Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

13/12/14

Tak Terjangkau

Tak cukup beraniku merangkai mimpi itu kembali
Hanya bisa dilihat tanpa harus ku gapai
Aku sadar keberadaanku tak setangguh keyakinanku
Jemari tak sanggup meraih
Mata tak bisa menjangkau
Ada namun terlihat samar

05/12/14

Kau dan Hatiku

Sepi....
Dalam diam aku hanya mampu bertanya mengapa ini terjadi.
Dalam harap aku menginginkan dirimu kembali.
Dalam mimpi aku ingin dirimu ada disini

Entah apa yang terjadi pada diriku
Nafas terasa terhenti ketika bayanganmu melintas di benakku
Sakit...perih...ingin serasa mati meninggalkan dunia ini
Bagaikan berada dalam jurang kehampaan

Cinta....
Apakah tangis ini akan selalu ada...???
Mengapa mencintaimu membuatku hilang akal
Terlalu sulit melepas segala hal tentangmu
Belenggu kasihmu mematikan syaraf di otakku

Andai kau rasakan apa yang aku rasa...
Ilusi keindahan cintamu menyiksaku
Semakin kuingin lepas semakin ku tercekik jerat hampa cintamu
Berharap semuanya hanya mimpi dan ku terbangun dari tidur panjang,
Hingga semuanya sirna disaat mata terbuka

Cinta.... berpihaklah padaku
Sirna, meleburlah segala kenangan tentangmu
Menguaplah segala janji dan senyumanmu
Biarkanku berjalan mengikuti arah hidupku dimana kaki melangkah
Sembunyilah kenangan di dalam hati yang terdalam

29/10/14

apa sebenarnya

Apa sebenarnya yang aku mau ?
Hati ini gelisah, bergemuruh, mengaduh, hingga berteriak tentang satu rasa yang aku sendiri tak bisa menerjemahkan. Begitu sakitnya hingga ku terbiasa, jiwa ini sebenarnya rapuh dan akan berantakan bahkan mungkin saja melebur bersama abu lalu menghilang bila tersentuh.

Apa sebenarnya yang aku harapkan ?
Aku, sebuah pengharapan untuk bisa tersenyum. Merenda hari esok dengan semangat membara membuat mimpi-mimpi lalu bergerak untuk mewujudkannya satu persatu. Terlihat indah tapi sekarang aku sungguh tak mengenal diriku, tak mengerti dan tak tau apa yang aku mau. Begitu abu-abu hingga terkadang terlihat samar.

Apa sebenarnya yang aku cari ?
Bila keyakinan dalam diriku yang mulai menggoyah bagaimana bisa aku menentukan arah tujuan hidupku, di depan bagai tertutup kabut tebal hingga aku harus meraba dan memicingkan mata untuk bisa melihat meskipun yang terlihat hanya putih terkadang hingga membuat mata pedih. Aku terperangkap di dalamnya. Bagaimana aku bisa bertahan bila aku tak tau medan, semuanya terlihat sama.

Meski ada keyakinan kemana aku harus menuju. Mencari pegangan pada diri yang rapuh, mencoba mengerti tentang keyakinan yang menyemaikannya dalam hati. Itulah jiwaku, yang mengembara dan terperangkap dalam satu masa.

19/08/14

Kesal Sesaat

Aku ga suka...
Segala hal yang menurutku ga patut dan terlebih ketika hati ga 'srek' apa pun keadaannya akan berbalik arah.
Seperti ingin teriak tapi itu tak ingin aku lakukan karena aku akan menyakiti yang lain. Etika yang terakhir.
Ketika yang aku rasakan bukan yang seharusnya, dan aku ga suka, akan tetap ga suka meskipun itu terkesan imut, buatku enggak malah terkesan membosankan, menjengkelkan dan bikin ilfil.

Aku ga suka...
Jangan anggap apa yang sudah kau lakukan membuatku terkesan, sama sekali ga.
Jangan anggap aku lemah dan mudah terbius dengan sikap lemah lembut, salah.
Aku adalah monster, yang patut diwaspadai
Aku satu-satunya manusia yang membosankan, gak tau berterima kasih, pecundang dan akulah orang yang hanya mencintai diriku sendiri.

Aku ga suka...
Jangan memaksa, aku tegaskan paling ga suka itu
Bebaskan diriku jangan coba untuk membelengguku
Kebaikan yang semakin lama bagai mempecundangiku
Perhatian berlebihan bagiku seperti segelas racun serangga yang siap ku tenggak
Muak ...
Tinggalkan dan selamat tinggal buat semuanya.


bukan siapa-siapa


26/07/14

Seandainya Kita Punya Sayap


Seandainya kita punya sayap, beranikah kita terbang? Seberapa tinggi?

Jika punya sayap aq akan tebang, dan sangat berani untuk terbang
Tapi kalau ditanya seberapa tinggi, aq tidak tau seberapa tinggi terbangku namun aq akan tetap kepakkan sayap ini.

Kemana arah yg kau tuju

Dimana saat harapan dan impian tergantungkan

Bukankah impian yang tergantung begitu banyak dan bertebaran dimana-mana

Ya memang begitu banyak. Terkadang impian semu bisa mengalihkan impian utama.
Bahkan disana juga ada impian orang yang juga ikut bergantungan dan bertebaran yang bisa menyamarkan awal impian qt.
Dimulai dengan menggapai yang dekat dengan jangkauan.

Yang disebelah mana

Kenapa kau masih mempertanyakan 'di sebelah mana' ??
Bukan kah kamu sendiri yang menggantungkan meletakkan impian itu.


Sebelah sayapku luka, kesakitan ini hingga membuatku sibuk hingga lupa dimana impian-impian itu aku letakkan dan setinggi apa aku menggantungkannya.
Saran apa yang kau buat untukku apakah aku mesti menyembuhkan luka dan mengabaikan semuanya, melanjutkan terbang mencari dimana impian-impian itu aku letakkan meski sesekali harus menukik tajam karena sayapku yang tak kuat lama menopang tubuhku, atau aku harus membuat impian-impian baru dan melupakan impian yang sudah lama tergantung....

- Tolong jawab

19/07/14

Kota Mati

Bagai kota mati gersang dan menyeramkan.
Perasaan apakah ini yang tak pernah membebasanku.
Kaku berikan sedikit ruang saja untuk meregangkan tubuhku.
Tiada bekas tapi kurasakan perih yang teramat sangat



15/07/14

Dalam Dunia Imajinasiku

Biarkan aku tetap bersenandung, menyanyikan suara alam tentang gemericik air pemecah keheningan meredam riuhnya pesta yang tak pernah usai

Biarkan aku sejenak berdiri mematung, bersedekap dan bersandar pada balkon lalu menengadah untuk menghitung bintang-bintang yang berkerlip di langit biru.

Biarkan aku sejenak memejamkan mata merasakan hembusan angin menyapu kulitku merontokkan keringat dari teriknya sang surya yang lantang menantang

Biarkan aku berada diantara derasnya hujan yang turun yang memberikan kesejukan ketika kebimbangan merasuk sanubari mengajakku menari menyuarakan hati. 

Biarkan sejenak aku berlari diantara padang savana yang tak pernah berhenti memberikan pelukan hangat untukku.

Biarkan sejenak aku berada diantara tumpukan awan putih yang berayun-ayun kesana kemari menjagaku tetap terbuai dalam mimpi indah

Biarkan sejenak kaki ini berpijak pada pasir putih yang menggelitik menyimpan tiap tapak yang terayun dari cerita yang terlewati

Biarkan sejenak mata ini dimanjakan hamparan permadani dari alam khatulistiwa mengajariku bersuara lantang pemecah kebuntuan

Biarkan tubuh ini bersandar pada kokohnya karang yang tak pernah bosan mendengarkan nyanyian ombak yang membawa angin baru di setiap sapaannya.


Aku ciptakan skenario untuk drama kehidupan yang sempurna.
Inilah duniaku, dunia imajinasi.

04/07/14

Hilang

Hanya selembar potret yang bisa mengobati kehampaan
Dia ada disana, jauh tak terjangkau seberapapun kucoba raih
Riuh suasana hati menyuarakan kegamangan
Kenangan dan sepenggal kisah di masa lalu

^^^**^^^

Terdiam, mencoba menembus batas yang dia bisa lakukan
Terpaku menyusun cerita agar terlihat sempurna
Manis, walau tak seindah apa yang sebenarnya terjadi
Inilah hidupku dan duniaku tentang cerita imajinasi

^^^**^^^

Menari mengikuti irama sepi
Memekik suara pilu memecah kegamangan malam
Gerak lincah dari sorot mata tajam menerawang
Menjawab tanya dalam linangan air mata

^^^**^^^

by. request

24/06/14

Kosong

Kosong...
Ingin merengkuh namun apakah bisa kugapai
Bagai mengejar bayangan dikala malam menjelma
Sendiri bersama kebisuan
Bergelut dengan keyakinan yang semakin memudar
Tiada daya untuk melihat mimpi

Kosong...
Bagai terbangun dari mimpi dikala pagi menyapa
Biarkan sekali lagi ku terlelap dalam buaian mimpi itu
Biarkanku menjadi berarti dalam hidupku sendiri

Kosong...
Kesunyian bagai momok yang mengekang kebebasan
Bagai berjalan diatas lumpur, berat langkah ini terayun
Jangan biarkan separuh jiwa ini pergi
Pergi bersama awan yang memudar tersapu angin yang datang
Biarkan ku dekap mimpi hingga ajal menjemputku nanti

Melihat Langkah

Setiap mata memandang ada secercah kerinduan
Seakan memory yang tersimpan satu persatu berontak di pikiran
Aku dan sejuta harapan dengan milyaran langkah yang tak terhitung
Mata memandang nanar tiap sudut dalam bingkainya

Teringat tiap tapak yang terlewati
Apakah aku melewati begitu banyak hal dalam hidup ini...
Waktu yang berjalan tiap detiknya tak maksimal terlewati
Tak banyak yang kuraih hingga banyak kekosongan di bejana yang kubawa


11/06/14

Hanya Pelampiasan

Kedekatan itu datang tiba-tiba tanpa direncana
Bagai aliran air semua berjalan tanpa bisa diterka
Cerita dan perhatian kau berikan padaku
Bagai putri kau puja aku, hingga buatku mati kutu

Tanpa kusadari hati ini telah kau curi
Namun akan kuredam rasa ini seorang diri
Karna kau sudah punya kekasih

Entah siapa yang salah akupun tak tau pasti
Kau mengucapkan cinta padahal kau ada yang punya
Bingung dan ragu namun hati ingin terus bersamamu
Kau coba meyakinkan diriku jika kau telah sendiri kini
Terlena bujuk rayumu hingga diriku luluh, kini kita bersatu

Bahagia tak lama..., kau buaya yang tak pantas dicinta
Kau jadikanku pelampiasan cintamu yang semu
Segala ucapanmu  bagai debu terkikis air cinta lamamu
Dengan mudah kau akhiri semuanya dan kembali padanya

Mungkin ini memang salahku mudah percaya dan diperdaya
Sungguh Tuhan maha kuasa, menunjukkan padaku siapa dirimu
Biarpun semuanya berakhir sebelum akar menancap lebih dalam
Cabut dan buang tumbuhan beracun dari hidupku

Tak perlu disesali karena semua hanya sebuah ilusi yang tak pasti
Karna kau memang tak pantas tuk dapatkan cinta suciku ini
Terima kasih karna kau, aku belajar tentang kepalsuan


Riques Bayu

01/05/14

Hujan Menyapa Cintanya

Dari jendela ini kupandangi hujan yang menyapa cintanya (tanah)
Mencurahkan kerinduan mendekap dalam kedamaian
Kunang-kunang besi mulai berjajar menyemarakkan nuansa malam
Angin menyapa menyapu peluh menghalau lelah

Ingin rasanya berada diantara ribuan tetesan hujan yang datang malam ini
Menyatu melebur bersama hujan agar hati ini merasakan keteduhannya juga
Pohon-pohon mendendangkan lagu dari hempasan angin yang menyapa
Semuanya bersuka ria berpesta pora, meluapkan kegembiraan

Ingin berlari ditengah hujan berdendang dan menari bersama
Suara lantang halilintar tak ketinggalan meyuarakan gaung kebebasan
Bisakah aku ikut andil menyuarakan kebebasan hatiku dari belenggu bayang semu

Tak terasa dari sudut mataku pun turun titik-titik hujan
Hujan yang datang di musim kemarau dalam hatiku
Gersang..., sepi tak berpenghuni

Aku raih cucuran air yang menetes dari atap jendela
Dingin namun menghangatkan tubuhku

Mataku menerawang kedepan mencoba menerobos hujan
Aku menemukannya, sesosok bayangan yang aku kenal
Menemukanmu bukan diantara ribuan tetesan air hujan yang turun
Namun dalam imajinasiku karena kau memenuhi rongga-rongga otakku.

06/04/14

Lukiskan Mozaik Untukku

TUHAN PELUK AKU UNTUK SAAT INI

Sekali lagi air mata mengalir tanpa bisa aku tahan
Tuhan berikan aku pelukan untuk saat ini
Sakit rasa hati ini, begitu perih seperti tersayat-sayat

Tuhan rengkuh aku dalam dekapMU,
Dimanapun aku berasa yang aku rasa hanya sunyi dan sepi
Apa sebenarnya maksud dari ini semua
Apakah ini caraMU membuatku dewasa
Atau ini semua karma yang harus aku terima

Tuhan Peluk aku, rengkuh aku 
Mengapa ini terulang, berulang dan sekali lagi terjadi
Bisakah engkau berikan cahaya kecil untuk hatiku
Karena aku takut gelap, bahkan teramat takut

Lukiskan untukku panorama mozaik yang nyata
Padang rumput penuh bunga beserta pohon rindang dengan sungai kecil
Rumah pohon yang berhiaskan sebuah pelangi senja
Teduh dan tenang yang membuatku terbuai dalam indah dijalanMu

25/03/14

Sendiri

Hati yang terasa begitu perih entah apa yang menyebabkan hingga begini
Mata mulai nanar dan rasa panas mulai menghinggapi kelopak mata
Sekuat tenaga bertahan menahan titik-titik kristal yang tak kuat nenopang pilu
Di sudut, tertelungkup coba bersandar dalam lengan yang lemah ini

Mata memandang dalam satu pikiran hampa
Terjelembab kedalam putaran waktu yang mematikan tanya
Sirna, semua menghilang tak berbekas
Menyisakan tanya yang tak kunjung ada jawabnya

24/03/14

Cermin

Aku ingin melukis malam
Namun malam sepertinya menolak untukku lukis
Baiklah..., aku akan mencari cermin
Mengawasi dan mencari sosok yang ada disana

Aku mengenalnya namun tak memahaminya
Aku mengerti apa yang dia mau
Namun aku tak paham dengan yang dia lakukan

Kosong...
Harapan yang hanya menguap begitu saja
Raut wajah yang sendu dan senyumnya tarasa pilu
Sosok wanita rapuh dan menyendiri

Ku coba menyentuh sosok di depanku
Tak ada penolakan, namun juga tak ada persetujuan
Dia ingin tetap disana
Terperangkap dalam kesunyian dan kesendirian

Kucoba tanyakan 'apa yang bisa aku lakukan untukmu?'
Dia hanya tersenyum, menatap dengan lekat
Tak ada, aku hanya ingin kau tersenyum untukku


26/02/14

Mencari Jejak Pemilik Hati

Apa sebenarnya yang terjadi, mengapa jadi seperti ini
Jangan sampai rasa ini memudar perlahan dan menghilang.
Banyak hal yang tak bisa aku mengerti, banyak hal yang tiba-tiba terasa hambar.
Apa yang harus aku lakukan,....

Hanya bisa terdiam menunggu
Hingga kapan penantian yang serasa menjemukan ini berlalu
Suara hati yang berharap satu keajaiban

Mungkin memang hadirku sudah tiada arti
Entah, apa arti diam itu
Mungkin lebih mudah berbicara menggunakan hati
Tanpa suara dan hening menyeruak penuh misteri

Apa aku salah dalam hal ini.....?
Salahku dimana tolong tunjukkan
Apakah ego ini terlalu mengganggu dan semakin memperparah suasana
Lalu bagaimana dengan yang ada di sudut sana
Mengertikah..., pahamkah.....,
Abaikan, anggap semua hanya angin lalu yang tiada arti
Karena aku memang bukan siapa-siapa tiada arti bagi pemilik hati

Aku salah dan selalu aku yang salah, itu cukupkah
Ababilkah diriku hingga terlihat bodoh dan menjadi biang permasalahan
Mencoba melihat dari dua lensa yang berbeda
Tetap saja yang terlihat mendung yang semakin gelap menggelayut
Merunduk dan membisu ketakutan yang mulai hadir menyelimuti diri
Bukan rengkuh yang aku dapat namun hanya pandangan kosong
Sorot mata pemilik hati yang tajam penuh kesedihan

Semuanya salah ku, ya aku yang salah
Aku terlalu banyak bermimpi, terlalu banyak berimajinasi
Aku hanya mencoba menapak di jejak kaki seseoraang
Karena yang aku lakukan bukan tanpa tujuan
Berharap pemilik hati tau bagaimana di perlakukan sama
Merasa apa yang dirasa di tapak yang sama
Namun jika ini memang salahku, silahkan salahkan aku

17/01/14

Angin

Sapaan lembutmu membuatku ingin mengenalmu
Engkau meyapa dalam desiran tak berwujud
Hai siapakah gerangan yang membuatku nyaman ini...

Rasa ingin tahu membawaku mengejarmu
Merasakan setiap sentuhan di kulitku
Namun ku tak temukan siapapun disana hanya suara lirih

Angin....., ya memang dia yang menyeretku hingga kemari
Tak mengerti akan kemana hanya bisa terbuai dalam dekapan lembutnya
Menyusuri jejak yang tak bertuah, menyapa dalam bayang semu
Engkau hadir hanya untuk menyapa bukan untuk singgah selamanya

Aku ingin melihatmu dalam pusaran yang membelengguku
Kemana engkau akan berlalu...
Tak satupun yang bisa aku tuai dalam kehampaan ini

Angin hanya bisa membawaku kemana dia ingin berlari
Kucoba mencari arah datangmu namun engkau mengecohku
Kucoba mengikuti kemana kau melaju langkahku takmampu berlari
Kucoba menentang arahmu namun hanya luka yang aku rasakan

Dan kini aku tersadar, angin tak dapat ku rengkuh
Dia ada karena ingin menyapa dan menghilang jika ingin pergi
Tak ingin lagi tahu apa dan mengapa, cukup merasakan hembusannya
Mungkin juga akan mengabaikan walau angin menyapa


31/12/13

Kata yang Tak Terucap

Adalah penyesalan terbesar 
dalam hidupku ketika membiarkan
waktu berlalu saat aku 
tidak mampu berbisik,
"Aku Cinta Padamu..."

Pada dia... wanita terindah dalam hidupku
Ada jarak yang membentangkan
raga
dalam garis rindu
Detik demi detik menjadi saksi
Samudera dan angkasa menjadi penguji
Embun angin sebagai napas pembuktian
Cinta dan kesetiaannya... di dunia kini pun nanti

Hidupmu adalah guru yang
mulia untuk hidupku
Maka hiduplah terus... untukku
Seandainya ada... Satu menit lagi tersisa...
Mau kah kau menungguku?
Mengucapkan kata yang selalu
kuingin kau mendengarnya....
"Aku cinta padamu..."

- Sigrid -

Aprilia Yahya (Distance)


29/12/13

Berharap Dalam Gelap

Bisakah aku berontak dan bersuara lantang
Adakah yang sudi mendengar
Semuanya benar-benar gelap dan semakin pekat

Bisakah aku menemukan satu keajaiban
Ketika langkah ini berat dalam sikap
Adakah sosok yang bisa memberiku pijakan
Adakah yang mampu mengulurkan tangan untukku bertumpu

Gelap....
Terlalu gelap dan aku sendiri hanya berharap satu keajaiban
Ya, keajaiban yang akan mengubah gelap menjadi terang
Memberikan tuntunan dalam pijakan dan langkah yang akan aku tempuh


Tak ada yang Sama

Ketika Semuanya tak lagi sama
Namun selalu ada asa yang layak untuk di perjuangkan
Tak ada yang bisa mengembalikan seperti semula
Hanya saja coba lakukan yang lebih baik
Agar kenangan dan langkah yang terayun juga akan lebih berirama