28/11/18

Sempurna di matamu


Tak perlu sempurna untuk menjadi indah. Bila kau menyukai dan menghargainya dengan baik itulah suatu kesempurnaan yang sesungguhnya, bagaimanapun bentuknya. Sempurna dimata seriap orang memiliki nilai yang berbeda-beda karena seyiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam melihat suatu objek

(27/11/18)

25/11/18

Obsesi dari suatu mimpi


Bagaimana bagusnya entah itu apapun bila tidak dirawat dan di jaga dengan benar suatu saat akan keruh dan terlihat menjijikan.

Lihatlah aquarium itu kini tak terawat bahkan penghuninyapun satu-persatu pergi. Padahal di awal keberadaannya sangatlah indah, banyak batu aneka warna yang ditata rapi, tanaman buatan sampai dipasang lampu untuk mempercantik sehingga membuat nyaman penghuninya, bahkan sebelum airnya terlihat kotor, ia selalu punya tenaga untuk mengurasnya tapi seiring berjalannya waktu satu persatu keindahan itu berkurang sampai-sampai tak ada penghuni yang sudi untuk tinggal di dalamnya.

Yaaah, itulah hidup setiap individu akan terus berproses dengan mendatangkan perubahan dalam dirinya baik itu hal kecil ataupun besar yang akan terus berkembang mengikuti perputaran waktu. Berubah dan menuntut berusaha untuk mendapatkan yang baru tapi lupa untuk tetap mempertahankan yang lama bahkan tak segan rela memperpendek usia apa yang dimilikinya tanpa ragu ataupun berpikir panjang terlebih mempertahankan sekuat tenaga ia bisa. Semua yang ada di dunia ini mempunyai masa waktunya tersendiri (24/11/18)

10/11/18

Belajar Seduh Kopi


Ada yang aku pelajari tentang seduhan kopi kali ini. Menikmati segelas kopi tidak memerlukan jadwal, namun penyajian kopi di waktu yang pas itu bisa menciptakan suasana tersendiri bagi penikmatnya. Cita rasa kopi akan mudah dinikmati lengkap dengan sensasi dari wangi yang keluar bersamaan dengan uap dari seduhan saat meraciknya.

Segelas kopi hitam saset dengan air satu gelas penuh kata yongsa buat kopi airnya se-drum, kalau tidak penuh sampai mau tumpah tidak 'marem' itupun masih menggunakan gula bukan hanya kopi hitam semata.
Tiba-tiba ingin kopi, tapi air yang digunakan hanya dari termos yang entah di isi pagi ini atau sisa sore kemarin. Tapi aku lihat masih ada uap yang terlihat ketika kubuka penutupnya. Kopi enaknya di minum selagi panas, namun karena tadi buat segelas teh dan segelas kopi maka lebih mengedepankan teh untuk menghilangkan pusing akibat dari pagi belum minum teh hangat (sudah candu teh).

Kopi yang sudah dingin, yang hampir saja terlupakan. Aku coba menikmatinya perlahan walaupun sudah dingin. Air yang aku gunakan masih mempan karena aku lihat tidak ada ampas yang mengapung di atas. Namun entah mengapa kopi kali ini rasanya beda, aku sudah lama tidak minum kopi dan hanya ketika 'ingin' saja baru buat, tapi kali ini benar-benar beda. Kopi yang aku minum seperti masih mentah. Tidak ada bau harum dari seduhan ataupun ketika tutup gelas dibuka, dan kopinya aku rasa-rasa tidak pecah (aduh bingung menjabarkannya) ya intinya keharumannya tidak ada dan ketika separoh aku minum di perut rasanya aneh. Yang aku rasahan hanya seperti bubuk kopi utuh bukan bubuk kopi yang sudah pecah. Ya mungkin inilah yang membuat wangi kopi tidak tercium ketika tutup gelas dibuka.

Pelajarannya::
Saat membuat kopi pastikan bila menggunakan air di tremos sebaiknya menggunakan yang baru, jangan yang sudah lama pastikan jika penutup termosnya di buka banyak uap yang keluar dan jika telapak tangam ditaruh di atasnya akan terasa panasnya itu tanda air masih panas, lebih bagus lagi jika menyeduh kopi dengan cara kopi dimasak langsung dengan air ini jauh akan lebih tercium keharuman kopinya dan kopi sudah pasti benar-benar masak. Yang baik membuat kopi takaran air tidak penuh, separuh gelaspun sudah cukup karena kekentalan kopi akan lebih berasa untuk dinikmati tapi kalau aku yang penting minum kopi dan kenyang, makanya airnya segentong hahahahaha.... (09/11/18)

catatan penikmat kopi amatir yang puas walau dengan kopi saset di warung.

04/11/18

Hujan Bulan November


Gerimis untuk pertama kalinya di bulan ini dan bulan-bulan sebelumnya. Datangnya tidak merata dan hanya bikin gempar orang-orang untuk melaju lebih kencang dalam berkendara agar cepat sampai tujuan dengan pakaian tetap kering ataupun berburu mencari tempat berteduh untuk yang berada di luar.

Bau tanah yang menyegarkan tapi..., itu hanya sesaat karena gerimis sekedar mengetuk puntu sebelum dipersilahkan pun sudah berlalu. Malah bikin udara tambah panas dan gerah, meskipun dilangit masih terlihat awan hitam yang sering di identikkan dengan turunnya hujan. Mungkin nanti malam hujan bakal turun guna menjaga mimpi anak manusia.

Hujan yang di tunggu, untuk memberi kesejukan di kemarau panjang seperti sekarang ini, tapi nanti jika hujan terus menerus turun tetap saja akan di hujat karena akan ada banjir dimana-mana. Memang membingungkan apa mau manusia, sekedar minta ini-itu jika sudah kejadian tetap saja ada yang di cacat, dirasa kurang dan ga pas. (03/11/18