Tampilkan postingan dengan label ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmiah. Tampilkan semua postingan

09/08/14

Cowok Cuek

Beberapa hari yang lalu ada teman yang bercerita tepatnya seh mengeluh tentang cowoknya yang cuek. Ia dilema, bila melepas sakit karena mereka jadian juga sudah bisa dibilang lama ( satu tahun lebih) meskipun aku tau alasan sebenarnya karena sangat cinta dengan pacarnya ini, namun untuk bertahan dengan keadaan yang seperti ini juga sakit merasa gak diperhatikan. Bila bicara apa yang ia rasakan seperti gak ada tanggapan, kelakuan masih sama malah terkadang semakin semaunya sendiri. Dan ujung-ujungnya takut sendiri alih-alih cowoknya kembali kepada mantanya ataupun mencari cewek lain. Tak jarang uring-uringan sendiri ketika seharian si mas pacar ini ga ada kabar, yang ini sedikit curcor tapi sepertinya hampir semua cewek juga begitu deh.

Problematika cinta yang mudah namun membingungkan, terlihat simple namun kusut. Kalau sudah menyangkut masalah cinta susah untuk menggunakan logika jadi gunakan saja jurus hitung kancing seperti mengerjakan ujian waktu sekolah dulu.
Mending gak usah jatuh cinta deh kalau gak mau sakit hati.
Logikanya sudah tau cowok itu cuek kenapa juga di jadiin pacar. Apakah karena tampang yang kece atau karena ada apa ni..., ketika meng "iya" kan untuk jadian. Bukannya sifat seperti cuek, pendiam, usil, rame itu gampang ya melihatnya karena itu sifat bawaan yang tampak dari luar. Bila sudah memilih ya mesti tanggung resikonya, kenapa ngeluh. Ketika memutuskan untuk jadian bukannya ga secepat kilat di waktu hujan turun, hari ini ketemu, kenalan langsung jadian enggak kan, ada jeda selama perekenalan itu. Ada kontak dan untuk jadian juga tentunya ada yang mendasari, alasan hingga adanya benih-benih cinta.

Pas awal-awal saja isinya sayang-sayangan terus, lalu semakin kesini semakin sering berantem dan mulai sedikit ada ego yang berbicara, mencoba mengubah sifat aslinya yang mulai keluar sesuai dengan bayangannya. Ya gak bisa begitu.

Kadar cuek cowok dengan cewek itu berbeda, secuek apa pun cewek bila sudah kepentok cinta sedikit banyak akan terlihat perubahan ke arah feminim namun untuk seorang cowok sepertinya susah selama tidak bisa mendapatkan kartu AS dari si cowok. Contoh mudahnya pasangan cuek kalau kamu tidak nanya duluan kabarnya ya kemungkinan besar kamu tidak bakal mendapat kabar darinya atau kemungkinan untuk cowok nanya kabar kamu itu sangatlah kecil (beda ketika pas pdkt atau awal jadian). Coba saja kamu gak tanya atau gak ngabari selama beberapa hari, kemungkinan dia juga gak ada kabar selama itu juga.

Sabar. Untuk menghadapi cowok cuek kamu harus memiliki stok sabar yang super banyak. Cowok cuek cenderung gak suka di atur-atur, gak suka di cereweti sepanjang hari. Daripada ngeluh mulu tiap hari yang malah tambah terasa berat mending coba pahami dengan mensejajarkan pikiranmu dengan pikirannya, bila itu bisa kamu lakukan berarti kamu mendapat kartu AS itu tandanya kamu memenangkan permainan.

Sering memberi pemahaman pada dia, biar hatinya juga terbuka tapi jangan terlihat menggurui nanti malah ujung-ujungnya bertengkar dan kamu sendiri yang sakit hati. Tak selamanya cowok cuek itu benar-benar cuek, bila di ajak ngobrol mereka juga sebenarnya mendengarkan hanya saja dengan caranya namun juga jangan terlalu menyudutkan dengan artian kamu menginginkan dia seperti apa yang kamu inginkan. Cowok cuek ada lucunya juga lho, lebih ga ngebosenin ketimbang yang romantis abis dan serasa ada tantangannya (kalau yang ini pendapat pribadiku ya).

Kalau toh memang gak kuat bertahan ya jangan memaksakan diri buat bertahan. Memang sakit, karena setiap keputusan juga pasti ada resikonya. Kalau dalam hidup kita gak berani mengambil resiko, ya kita akan terus tertindas waktu.

Menjalin hubungan itu saling, bukan cuma 'di' tapi juga 'me' . 

27/07/14

Selamat Hari Lebaran

Dan hari kemenangan itu pun tiba. Setelah berpuasa selama 1 bulan lamanya semoga mendapat hikmah yang sangat luar biasa dari pembelajaran tentang arti dan manfaat puasa. Puasa yang diartikan sebagai bulan penuh hikmah dimana umat muslim belajar merasakan arti kesederhanaan. Bukan hanya ajang untuk menahan lapar dengan tidak makan dari terbit matahari sampai tenggelamnya sang surna namun dimana dengan berpuasa itu mengajarkan tentang arti kesabaran dan berbagi. Kita tentu tau jika orang yang lapar akan cepat marah dan disitulah seninya agar kita bisa menahan emosi meredam segala amarah, ego, pelit, dan segala macam penyakit hati merubahnya untuk saling berbagi kepada sesama. Selain itu di bulan yang suci itu menjadikan manusia agar bisa semakin lebih dekat kepada Tuhan.

Lebaran bukan sebuah kebebasan setelah berpuasa selama 1 bulan lamanya namun mari kita instruspeksi diri apakah kita benar-benar menang....???! Sejatinya seorang pemenang sejati adalah dia yang bisa mempertahankan segala yang telah dipelajari dibulan ramadan bahkan harus lebih baik. Jangan hanya saat ramadan saja kita berbuat baik dan bisa slow menahan segala macam kegalauan didalam hati tapi di bulan-bulan lainpun harus bisa sama seperti bulan penuh berkah ini (ramadan).

Ada tradisi-tradisi unik disetiap lebaran tiba, hmmmm.... Apa lagi kalau bukan tradisi masak ketupat lebaran, mudik kekampung halaman untuk berkumpul bersama sanak keluarga yang sehari-harinya berpencar di berbagai kota bahkan di negara orang. Tradiri sungkeman ini sebagai simbul untuk kita meminta maaf baik kepada keluarga maupun orang-orang yang kita kenal atas segala kesalahan yang kita perbuat selama ini baik yang disengaja maupun yang tidak sengaja. Namun jangan mentang-mentang hari ini sudah minta maaf lalu hari berikutnya kita berpikir "berarti boleh dengan sengaja melakukan kesalahan hingga membuat orang lain sakit hati toh saat lebaran juga akan bermaaf-maafan lagi dan tentunya orang yang dimintai maaf juga senang hati akan memaafkan" bukan itu tujuannya namun bagaimana kita tetap mempertahankan agar tidak membuat sakit hari dan marah orang lain itulah pemenang sejati walaupun sebagai manusia tak ada kesempurnaan yang luput berbuat dosa namun bagaimana kita meminimalis menyakiti perasaan orang lain. Apakah ada jaminan bila kita akan bertemu bulan ramadan berikutnya....?!

Acara berkumpul dengan handai tolan yang sudah lama tak bersua bukan untuk ajang pamer dengan segala keberhasilan yang didapat selama setahun belakangan ini namun jadikan ajang berkumpul ini sebagai wadah mempersatukan dan mempererat tali persaudaraan dimana generasi muda agar bisa mengetahui urutan silsilah keluarga dan lebih kenal dengan sodara-sorara yang masih ada hubungan darah dengannya.

Selain itu jangan jadikan hari lebaran ini untuk balas dendam setelah mengontrol makanan selam satu bulan penuh, jangan mentang-mentang di rumah banyak tersaji makanan maupun kue-kue lezat yang menggugah selera lantas menjadikan kita kalap. Jangan sia-siakan pelajaran mengendalian diri yang sudah dipelajari selama satu bulan penuh, harusnya ketika lebaran tiba itulah start dimulainya aturan baru.

Kemenangan sesugguhnya bukan ketika lebaran tiba tapi ketika setelah lebaran kita masih bisa mempertahankan apa yang kita lakukan seperti di hari ramadan bahkan kalau bisa lebih baik.

26/07/14

Lebaran 1 Hari lagi

Daar der dooor...
Suara kembang api mulai terdengar di segala arah, apakah ini sebagai tanda perayaan kemenangan setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa atau hanya penggembira pemecah keheningan malam semata... Keindahan sesaat dari letupan kembang api di langitku yang tak berbintang. Langitku dalam sekejab berubah menjadi warna-warni, indah tapi semu, sekejab kemudian bungkam kembali seperti semula.

Apa kriteria kemenangan yang sebenarnya...? Lalu kemenangan dari apa.., apakah karena berpuasa selama sebulan penuh dengan tidak makan dan minum dari matahari terbit hingga tenggelam, apakah seperti itu atau ada poin-poin lain yang bisa dimasukkan dalam kriteria kemenangan...

Bolehkah jika aku bilang puasa yang sudah di lalui ini hanya latihan. Sekedar permulaan, poin pertama dari pengendalian diri. Bulan penuh berkah, di pilih untuk memberikan kisi-kisi sebelum ujian sebenarnya di mulai. Bukan hanya karena kita sanggup berpuasa satu bulan penuh lalu dikatakan menang.

Tanyakan pada diri sendiri selama puasa satu bulan itu apa yang sudah dilakukan, benarkah sudah benar-benar memahami makna puasa dan mengamalkan untuk diri sendiri serta untuk orang lain. Puasa tidak hanya sekedar menahan lapar tapi yang lebih penting bagaimana cara kita mengamalkan dan belajar dari rasa lapar itu sendiri. Hikmah apa yang dipetik juga cara mengamalkan itulah yang utama.

Ujian datang ketika selepas puasa, apakah kita masih bisa mengingat segala hal yang sudah dipelajari saat bulan ramadan dan tetap konsisten mengamalkan dari ilmu yang didapat atau malah sebaliknya menganggap ramadan hanya bulan penuh rahmat yang datang satu tahun sekali yang menuntut untuk berbuat baik.

Kemenangan sejati ada ketika batin kita bisa menyuarakan adanya perubahan dalam diri kita ke arah yang lebih baik, tanpa embel-embel takut dosa atau ingin mendapat pahala tapi semuanya semata-mata hanya untuk Allah. (L)

Menunggu...


Menunggu...
Siapa manusia di dunia ini yang suka menunggu..., bila ditanya seperti itu dijamin jawabannya pada kompakan bilang gak mau. Menunggu suatu kegiatan menjemukan selain membuang waktu tentunya, tapi lain halnya bila dalam menunggu kamu juga melakukan hal yang lain, tentu waktu yang berjalan tak akan terlihat lama.

Menunggu...
Ketika menunggu sampai waktunya tiba bisa saja terjadi hal-hal yang tak diinginkan misalnya ketika sudah siap berangkat tiba-tiba hari hujan, atau acara batal tak elak hal-hal tak terduga inilah yang membuat menunggu terlihat sia-sia.

Menunggu...
Segala yang sudah direncanakan terkadang tak berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Disaat waktu dijanjikan tiba, tetapi apa yang ditunggu selama ini malah batal padahal kita sudah mengimpi-impikan sampai membuat rencana kecil bila waktu pertemuan itu tiba agar hari H yang sudah di tunggu semakin terkesan dan berjalan lancar kejadian seperti ini tentunya membuat kecewa yang mendalam.

Karena menunggu sesungguhnya adalah pekerjaan manusia berjiwa kuat. Karena menunggu menguras kesabaran. Karena menunggu hanya untuk orang yang siap melawan kecewa.

03/05/14

Asuransi, Perlukah ?!

Pernah ditawari oleh sales produk asuransi ? Mungkin diantara teman-teman pernah juga mengalaminya. Aku sehat, lalu untuk apa aku buang-buang duit bikin asuransi. Alhamdulillah, selama ini pun aku jarang sakit, kalau cuma flu atau demam minum obat warung dan istirahat cukup insya allah kembali membaik. Begitulah pikiran simpelnya. Suka atau tidak, dari pada nyimpen uang di asuransi mendingan uangnya biar ngendon di bank atau lebih enak buat shopping begitu kan kira-kira.

Buat makan saja kurang-kurang belagu ikut asuransi, ada juga pemikiran semacam itu. Tak disalahkan juga bahan pokok yang dari hari ke hari bertambah mahal tentunya sebagian dari kita akan memilih untuk mengalokasikan dana ke kebutuhan sehari-hari ketimbang untuk ikut asuransi.

Tapi pikiran tersebut sebenarnya kurang berdasar juga, itu terlihat lewat cara pandang yang memang sebenarnya belum paham benar tentang asuransi. Ketika sales asuransi baru memperkenalkan diri dan menyebut kata asuransi kita buru-buru memotong pembicaraan dan mengatakan 'tidak' , seolah-olah paham benar arah pembicaraan sales tersebut. Karena berpikir diri ini sehat mengapa juga mesti ikut asuransi....?! Bahkan secara dangkalnya berpikir negatif dengan mengartikan bila membeli asuransi sama halnya mendoakan sakit. Amit-amit jangan sampai. Sama halnya kalau kita memandang segala hal munculnya sesuai cara pandang yang simpel dan praktis. Minimal kita cari tahu dulu informasi lengkapnya agar tau dan benar-benar paham betul, jangan malah sok tau dan menganggap semua gak penting.

Dulu sebelum tahun 2014, aku memang berpikir bahwa asuransi itu memang gak penting-penting amat. Tapi setelah mendengar dan melihat kejadian buruk yang menimpa orang-orang yang aku kenal membuatku sedikit terketuk untuk mencari tau. Beberapa kali ditawari sales asuransi yang menawarkan beberapa produk dan mulai berpikir untuk ikut lalu browsing mencari tau tentang produk asuransi dan mempertimbangkan baru gabung, tak ada kata terlambat bukannya lebih baik sedia payung sebelum hujan. Andai bila suatu saat ada apa-apa denganku bagaimana, sedangkan tau sendiri sekarang biaya di rumah sakit tidak murah (efek mendengar cerita dari ibu-ibu dan teman serta mengingat kejadian patah tulang yang di alami bapak) sampai-sampai ada celetukan "orang miskin dilarang sakit" oooh no.....

Rumah sakit mahal, belum nanti obat-obat yang harganya lebih mahal lagi lantas uang darimana, iya kalau kerja dan mendapat jaminan kesehatan dari tempat kerja lalu bagi yang tidak bagaimana...., kalau hanya mengandalkan tabungan yang tak seberapa yang sering di ambil daripada di isi apa iya cukup.... Toh ujung-ujungnya ngutang lalu bagaimana bayarnya, belum lagi bila hutangnya beranak pinak sekarang ini mana ada yang memberikan hutang secara cuma-cuma selalu memberikan embel-embel bunga entah persentasenya berapa tergantung kesepakatan bukankah semakin menambah pikiran, malah bisa tambah parah sakitnya gara-gara mikir hutang. Nah dari berpikir, menimbang dan ngobrol dengan diri sendiri yang rasanya jleb juga kan, bagai menohok ulu hati dan rasanya teramat sangat pahit.

Selama ini aku sibuk mencari uang, bahkan abu pun aku perlakukan istimewa dengan memberikan minum, minuman berwarna biru bahkan tak segan-segan membelikan warna merah itu pun tanpa banyak pertimbangan, masa buat tubuh sendiri 'eman' bila gak mau dibilang pelit. Tubuh yang menjadi mesin penggerak harusnya di rawat biar tetap strong, tapi ini malah di abaikan itu  kan sama saja meremehkan. Sakit minum obat warung istirahat cukup besok paginya bangun sudah bugar kembali lalu kenapa dipermasalahkan.... Sebagian berpikir lebih memperdulikan barang ketimbang raga ini. Masih muda, asuransi belum perlu. Namun kata orang bijak asuransi itu perlu, malah sejak lahir mestinya sudah diasuransikan.

Apa yang terjadi besok siapa yang tau, biarpun takdir Tuhan yang tentukan ya seenggaknya janganlah terus menerus menjadi beban dan menyusahkan orang lain, meskipun itu keluarga atau kerabat sendiri alangkah lebih bijak bila bisa mandiri iya kan....

Banyak-banyak berdoa dan iktiar, maka Allah melindungi hambanya lalu ketika cobaan datang bagaimana..... Sebagai manusia menghindari resiko itu baik, tapi aku juga gak mau tiba-tiba (amit-amit) sesuatu terjadi denganku, dan menyebabkan keluarga menjadi susah karena aku. Kalau mobil atau motor diasuransikan mau seburuk apa pun kondisinya pastinya akan di ganti oleh asuransi tersebut sampai mobil atau motor itu kembali seperti baru lagi tapi bagaimana dengan jiwa yang hilang (amit-amit), apa bisa di klaim dengan nyawa baru? Naudzubillah. Dengan asuransi kita bisa mengalihkan resiko tersebut, minimal aku akan meninggalkan sesuatu yang bermanfaat, atau meminimalisasi efek kaget kalau-kalau harus berurusan dengan rumah sakit. Meskipun dengan premi yang tidak terlalu besar, setidaknya aku sudah membuat diriku sendiri berharga.

Asuransi buat kita justru bukan buat kita, tapi buat orang-orang tercinta disekeliling kita. Buat suami dan anak supaya gak terlalu terbebani biaya rumah sakit yang besar, dan untuk menambah investasi juga. Namanya sakit tanpa aba-aba ya langsung sakit jadi mesti prepare. 

Tidak hanya asuransi jiwa, berhubung biaya pendidikan mahal dan sebagai orangtua bijak yang memikirkan masa depan anak-anaknya, hanya bisa mewariskan ilmu dengan menyekolahkan seenggaknya sampai perguruan tinggi sebagai bekal nantinya. Sedangkan biaya pendidikan tiap tahunnya juga semakin mahal maka dari itu bagi orang tua yang sudah memiliki anak balita sebaiknya memulai memproteksi dengan asuransi pendidikan. Toh sekarang sudah banyak agen-agen asuransi yang memiliki produk pendidikan, tinggal pilah-pilah saja mana yang pas dan dirasa tidak begitu memberatkan dan untuk yang masih lajang juga boleh menabung untuk merencanakan pendidikan putra-putrinya kelak, nantinya semua itu juga akan meringankan beban kita di masa mendatang.

Dan tak ada salahnya juga dari sekarang merecanakan tabungan hari tua agar nanti jika sudah masuk usia pensiun tidak merepotkan anak-anaknya, kalau PNS seh sepertinya tidak ada masalah ya karena sudah terjamin tapi yang hanya pegawai biasa atau pengusaha gimana..., apakah sampai usia senja masih akan terus bekerja sedangkan tenaga sudah tak sekuat dan segesit dulu. Saatnya menikmati masa tuanya dengan beristirahan dan menyenangkan diri.il

Satu Hembusan Napas

Apakah teman-teman pernah mengalami situasi dimana dalam sebuah pembicaraan tepatnya beradu argumen hingga timbul perspektif berbeda dan parahnya bisa bikin kedua pihak sewot.Seringkali dalam pembicaraan kadang kita menjadi lupa untuk mengambil jeda sebelum akhirnya memutuskan mengeluarkan pendapat kita.  Yang tadinya pengen menjadi teman curhat yang baik malah jadi adu argumen.

Dalam situasi itu, ternyata menarik nafas itu adalah sebuah teknik yang wajib diaplikasikan dan terbukti manjur. Simple bukan... Tarik nafas panjang, hembuskan sambil melepaskan dan menghirup energi baru. Apalagi ketika kita sedang berbicara dengan teman, keluarga, saudara atau pasangan kita, tarik nafas adalah jeda yang paling efektif agar kita terhindar dari ngotot-ngototan. Sayangnya, kadang kita suka geregetan dan nggak sabar. Bukannya mengambil jeda, kita malah nggak sabar memotong pembicaraan untuk mengungkapkan pendapat kita yang merasa punya pandangan atau pendapat lain tentang tema yang dibahas.

Dengan memberi jeda sejenak untuk bernafas, mungkin kita bisa memandang dari sudut pandang yang beda. Yang tadinya mau marah nggak jadi, lebih damai, terhindar dari kontrofersi. Terkadang kita suka sewot kalau sedang berdiskusi, apalagi jika kita penganut sifat enggak sabar, harusnya perlu ambil nafas dalam banget kalau ngobrol atau diskusi agar tidak berujung 'tragis' alias perang mulut dan perang dingin sampai berminggu-minggu. 

Tarik nafas ketika emosi dan ingin marah. itu sering terlupakan, Apalagi saat emosi sedang mengacungkan jarinya untuk dipilih menjadi senjatanya. kadang kita harus jeda sejenak untuk mengambil nafas dengan tenang. karena dengan begitu efeknya hati dan pikiran kita tenang...., hingga menawab atau berkomentar akan lebih terkontrol. Rasa yang gak bersahabat dengan diri, untuk meredakannya adalah tarik nafas..., tarik nafas lagi dan lagi tapi jangan sering-sering juga nanti malah dikira punya penyakit mengki.

Kalau kita melakukan itu mungkin saja sangat berarti baik buat lawan bicara maupun kita. Bukan hanya mendengarkan, tapi lebih dari itu kita menunjukkan respek kita dengan sabar menunggu untuk mengungkapkan isi hati dan pikiran kita. Toh sebenarnya nggak rugi juga menunggu beberapa waktu sampai teman kita selesai bicara. Selain menghormati dia, mengambil jeda dengan bernafas dan memudahkan kita untuk memberi pandangan dari perspektif berbeda.  

24/04/14

Hati Tak Bisa Bohong


Ternyata benar juga ya bila dikatakan hati tak bisa bohong, ketika bahagia hati akan memberikan sinyal-sinyal keseluruh tubuh untuk bersuka cita mengisi energi kebahagiaan full bahkan bisa menularkannya kepada orang-orang di sekelilingnya. Bagaimanapun menahan untuk bersuka cita tak akan mempan, mungkin hanya berkurang sedikit namun itu tak lama sifatnya sesaat karena kebahagiaan itu akan kembali, seakan menyelimuti diri dan menjadi tameng bagi si pemilik raga.

Begitu juga sebaliknya, jika hati lagi sedih atau sakit bagaimana pun kemeriahan pesta tak akan mampu mengubahnya, ibaratnya ketika berada di tengah-tengah kemeriahan dengan orang-orang yang sedang tertawa bahagia pun tak bisa mengubah hati yang lara untuk ikut hanyut dalam kemeriahan, terasing diantara keramaian.

Ketika hati merasakan sepi nonton film kartun yang lucu sekalipun rasanya biasa saja tak ada tawa yang tercipta, kalau pun ada hanya sebuah tawa hambar, tawa yang dipaksakan hingga terasa aneh dan menakutkan. Bahkan ada juga yang melihat film kartun bukannya tertawa malah mewek sejadi-jadinya, ini karena mata fokus ke layar televisi tapi pikiran menjelajah entah kemana mengikuti hati yang lagi mendayu-dayu merasakan kesedihan.

Bila bahagia jangan terlalu senang dan bila bersedih jangan terlalu sedih. 

Belajar mengontrol diri agar apa yang kita rasakan tidak over, karena itu semua akan mempengaruhi emosi yang juga bisa berpengaruh dengan kestabilan pikiran.

Jika hati lagi bermasalah tugas otak untuk bisa meredam dan memperingatkan begitu juga sebaliknya, jika pikiran lagi kalut hingga emosi merajai diri saatnya hati untuk menyiramkan kelembutan kasihnya agar tidak semakin meledak-ledak sehingga emosi. kegetiran pikiran dan semacamnya perlahan mereda dan bisa kembali normal.

Hati dan pikiran adalah satu kesatuan bagai tangan dan mata, ketika mata melihat yang tidak sepantasnya tugas tangan mengingatkan dengan menutupi agar mata tak melihatnya, bila ada masalah dengan mata tangan membantu membersihkan ataupun mengobati. Begitu juga jika tangan terluka atau kotor mata akan memberi sinyal agar bisa segera dibersihkan dan mengobati ketika luka.

hati tak bisa berbohong, karena hati mengerti apa yang dimau si pemiliknya. Hati adalah sumber dari detak yang menjadi poros kehidupan. "Ikuti kata hati karena hati tak mungkin salah" hati melihat menggunakan naluri, insting yang kuat bagai radar pengintai yang menggunakan satelit sebagai penangkap sinyalnya. Ikuti kata hati maka kamu akan tau kemana arah  yang sebenarnya di tuju. Bila pun arah yang di tunjuk salah kesalahan itu tak sefatal bila kamu mengabaikan apa yang hati katakan. Coba telaah dan fikirkan, kadang kita diperintahkan oleh hati untuk ini...itu...secara kalau dipikir hal-hal yang diperintahkan itu tak ada guna atau tak kita butuhkan pada saat itu namun di lain hari barulah kita mendapat jawaban tentang maksud dari kata hati yang sesungguhnya dan itu tentu saja sudah terlambat yang tak jarang menyisakan penyesalan. "Aaah memang penyesalan selalu datang belakangan, coba sekali-kali bertukar posisi dengan pendaftaran kali yaaah..."

Hati adalah raja, sumber kekuatan dari raga. Semua yang didasari dari hati selain menjadi berkah tentunya juga menghasilkan karya yang indah.

Hatimu & hatiku satu dari hati untuk kita si pemilik hati

30/03/14

Kesenjangan Kerja

Dunia kerja itu kejam. Kadang seseorang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan yang dianggapnya lebih baik, tak jarang banyak rekan kerja yang bermuka dua hanya untuk mendapatkan perhatian dari bos. Realita kehidupan bagai hukum alam. Kesenjangan yang sangat terasa ketika yang lemah hanya menerima dan menjadi pihak yang tak diperhitungkan, tak menerima hak yang sama.

Terkadang kesalahan kecil yang sebenarnya bukan sepenuhnya dia yang lakukan akan menjadi mata tombak yang siap menghujam tubuh ini hingga seseorang itu tak dapat berbuat apa-apa. Membela diri pun sepertinya tak ada guna, hanya bagai angin laut yang berhembus. Hanya bisa pasrah menarik napas panjang dan meratapi nasipnya sendiri.

Tak memiliki hak bicara, hanya bisa menerima apa yang diperintahkan atasan. Tak jarang teman yang dianggapnya baik dan care atau bisa dibilang teman seperjuangan hanya karena keegoisan lebih ingin terlihat menonjol dan terlihat perfect dihadapan bos. Tak ada istilah teman, siapa pun yang menghalangi keinginannya untuk menjadi yang terbaik akan di sikatnya, lebih-lebih tak ingin melihat sahabatnya sendiri mendapat posisi yang lebih baik darinya sehingga ketika temannya ini mendapat masalah dia akan berusaha menutup mata dan telinganya, tak mau tau. Bahkan terkadang tak sedikit yang mengorbankan teman demi ambisinya. Jenjang karir yang menjanjikan agar mendapatkan penghasilan yang lebih dari sebelumnya adalah tujuan dari ini semua. Sekali lagi tuntutan ekonomi demi kemapanan dan gaya hidup.

Walaupun tak semuanya begitu, namun dimanapun tempat yang namanya persaingan, cari muka, JP (maaf sebelumnya Jilat Pantat) teman-temanku biasanya menyebutnya begitu bagi orang-orang yang super over untuk mendapatkan perhatian dari bos itu selalu ada.

Dunia kerja adalah dunia yang sebenarnya, keras, mengandalkan kesabaran, keuletan, dan yang lebih penting "dablek", oh ya tambah satu lagi pinter ngeles, ini juga penting yang biasanya bisa menjadi senjata untuk melindungi diri dari hal-hal yang sifatnya mendesak.

Namun pribadi yang suka cari muka seperti itu lambat laun juga akan menjerumuskan dirinya sendiri jika dilakukan terus menerus. Yang aman dan patut di teladani adalah bekerja dengan jujur, bekerja keras, sepenuh hati ( sebisa mungkin cintai apa yang anda lakukan) jangan jadikan beban dan kerjakan tugas-tugas dengan penuh tanggung jawab. Maka semua akan terasa lebih mudah dengan hasil kerja yang maksimal, jangan mengeluh toh dengan mengeluh pun juga tak membuat kerjaan selesai kan, malah terasa tambah berat dan gak selesai-selesai. Kerjakan apa yang bisa dikerjakan hari ini, jangan menunda-nunda pekerjaan sekecil apa pun bentuknya. 


#Inspirasi coretan dari curhatan teman

05/03/14

Jangan Anggap Enteng Profesi Ibu Rumah Tangga

Bila perempuan jaman sekarang di tanya ingin jadi ibu rumah tangga apa wanita karir mungkin sebagian akan memilih menjadi wanita karir dengan alasan "buat apa sekolah tinggi-tinggi bila hanya ingin menjadi ibu rumah tangga, kagak sekolah saja bisa" dan ada juga yang beralasan "untuk membantu suami memenuhi kebutuhan hidup yang semakin hari semakin mahal". Semuanya benar dan sah-sah saja apa pun pilihannya. Ibuku juga berpesan "nanti kalau kamu sudah berumah tangga sebisa mungkin kamu tetap kerja, jangan hanya di rumah biar kamu tidak di anggap remeh sama suami, setidaknya kamu punya pegangan uang bisa juga untuk tabungan hari tua, iya kalau anak dan menantu kamu pintar sama kamu kalau enggak gimana yang di minta seh yang baik-baik, biar tidak merepotkan anak. Kalau suamimu nanti pensiunan enak, jika tidak bagaimana.....". Terdiam dan berpikir, alasan yang aneh tapi masuk akal, bisa di maklumi karena terkadang seorang istri yang di tuntut untuk bisa memilah-milah uang untuk membeli segala kebutuhan maupun iuran-iuran bulanan di buat pusing tujuh keliling dengan meroketnya harga kebutuhan sehari-hari, sedangkan uang yang di dapat dari suami segitu-segitu saja tanpa ada kenaikan yang berarti.

Memang benar menjadi seorang ibu hanya seperti naluri, dan aku yakin setiap wanita pasti bisa karena memang sudah kotratnya seperti itu demikian halnya sebagai seorang suami. Namun untuk menjadi orang tua yang baik itu susah, sekolah tinggi juga belum menjamin bisa menghasilkan anak-anak yang baik dan berbudi pekerti luhur.

Namun bukan itu pembahasan aku kali ini namun apakah kalian pernah mengerti kemuliaan tugas seorang ibu...???

Aku weekend kemaren dari pagi hingga sore bersih-bersih rumah dari angkat-angkat barang, mindah dan nguras aquarium, nyapu, ngepel dan itu juga berlanjut hingga hari selasa selepas pulang kerja hanya bersih-bersih rumah yang kebetulan memang debunya mungkin jika digunakan untuk menanam jangung langsung berbuah kali ya saking banyaknya. Maklum saja rumah dalam masa perbaikan yang hingga kini belum selesai, dan hanya bertugas bersih-bersih saja sudah sukses buat beberapa bagian di tubuhku berwarna entah itu kebiru-biruan atau berwarna agak hitam yang menandakan bahwa badan minta di manjakan (baca: pijit). Itu hanya bersih-bersih yang rumahnya juga kagak besar, lalu bagaimana dengan peran ibu....

Sebelum ayam berkokok sudah bangun sibuk di dapur sehingga kita baik ayah, anak dan anggota keluarga yang lain yang tinggal di rumah sudah tau beres dengan tersedianya sarapan di meja makan plus minuman hangat setiap paginya. Ketika sang suami dan si anak sudah berangkat ibu mulai dengan aksinya bersih-bersih rumah, mencuci, setrika, memasak dan kegiatan lainnya untuk membuat rumah menjadi bersih, rapi, dan wangi. Ketika anak sudah pulang sekolah mesti menyiapkan makan, mengajarinya belajar, menemaninya bermain. Dan ketika anggota keluarga sudah bersantai dan beberapa yang lain sudah tertidur sang ibu kadang masih harus beres-beres meja makan sisa makan malam, terkadang masih di mintai tolong suami untuk memijit badan yang pegal-pegal. Apa lagi jika memiliki seorang anak bayi pastinya lebih sibuk lagi dan belum tentu malam bisa tidur nyenyak karena harus menyusui dan mengganti popok.
Ini beda cerita jika masih ada ikut campur seorang ibu (orang tua ibu atau pun mertua) dan pembantu ya jelas tidak serumit itu seenggaknya ada yang sedikit membantu pekerjaan beres-beres rumah.

Ibu pernah bicara "selagi kamu belum punya anak lebih baik puas-puasin untuk memanjakan diri apa yang kamu mau beli beli kalau punya uang, mau main tinggal pergi, karena ketika kamu sudah punya anak ibaratnya mau ke kamar mandi saja susah"  kalau yang ini aku percaya 100% karena bila sudah punya anak, apa pun yang menjadi prioritas utama ya si anak (kayak sudah ngerasain punya anak saja). Eeeet jangan salah walaupun aku belum menikah tapi masalah pengeluaran untuk anak kecil sudah pernah aku alami, walaupun tak seberapa seh ya sekedar beli susu dan jajan (dampak kedekatan dengan putra), pernah juga merasakan susahnya menyuruh anak tidur, hingga menyuruh anak untuk diam juga pernah aku rasakan stresnya.

Memang jika sudah berumah tangga apa pun masalahnya sebisa mungkin di pecahkan berdua, dan alangkah lebih baik jika tinggal jauh dari orang tua dan sodara, biar tidak ada ketimpangan. Namun memang seharusnya seorang istri dituntut untuk tetap aktif, jangan hanya mengurusi rumah saja, karena menurut analisaku seorang istri yang bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga itu memiliki pola pikir yang berbeda, dan tingkat kecemburuan seorang ibu rumah tangga akan lebih besar ketimbang seorang wanita karir. Namun terkadang seorang wanita yang sudah berumah tangga dan memutuskan untuk bekerja terkadang salah kaprah untuk menyikapi perannya. Jangan jadikan pekerjaan sebagai alasan untuk membebankan pekerjaan rumah sepenuhnya kepada pembantu ataupun untuk berkeluh kesah ketika mengerjakan pekerjaan rumah. Ketika berada di luar rumah kamu adalah wanita karier namun saat kembali ke rumah tetap saja kembali ke kedudukan semula, menjadi ibu rumah tangga dan tugas utamanya adalah membuat rumah nyaman. Jadi alangkah baiknya bila selain pintar mencari uang juga pintar mengurus rumah.

Tapi bagaimana dengan anak, nah ini yang terkadang seorang wanita karier tidak menyadari bahwasanya kesibukan di luar rumah telah melewatkan banyak momen indah tentang tumbuh kembang buah hatinya. Tak jarang hanya mendengar cerita tentang kepintaran ataupun kenakalan si anak lewat orang lain, dan yang paling meyedihkan lagi bila si anak lebih dekat dengan orang lain ketimbang ibu kandungnya sendiri. Ini masih untung, terkadang ada anak yang takut di dekati oleh ibunya sendiri, miris ya. Ibu yang melahirkan yang katanya punya pertalian yang sangat erat malah tak di kenal sama anak sendiri. Suatu ketika kakak sepupuku juga bilang jika anaknya yang baru 3 bulan sudah mulai belajar ngomong namun kata yang di ucapkan pertama kali bukan mama melainkan eyang, ya itulah anak mama sekarang berubah menjadi anak eyang. Seorang anak juga punya naluri dan kepekaan tersendiri jadi dia bisa menilai mana orang yang sayang, sekedar sayang atau pura-pura sanag. Sebagai wanita harus tau kodrat utamanya dan yang lain itu anggap seperti selingan.

Aku entar juga enggak mau aah hanya mentok jadi ibu RT (rumah tangga) aja, pengen kerja juga tapi bukan kerja di luar rumah namun bekerja dari rumah biar dapat penghasilan namun juga rumah dan keluarga tidak terabaikan. Kan banyak tu usaha-usaha yang dijalanin dari rumah usaha apa lah yang menghasilkan, untuk bantu-bantu suami juga untuk bayar asuransi yang belum lunas, anggap saja menabung buat masa depan anak atau bekal hari tua biar bisa ongkang-ongkang kaki dirumah. hehehehehe.... Lagian biar ada variasinya gitu dan otak bisa tetap berkembang. Bisa ga yaaa...?! Lalu mau usaha apa donk, sedangkan sampai sekarang saja belum ketemu mau usaha apa modal juga belum ada. Gimana modal bisa ngumpul kalau celengan sapi saja kakinya bolong satu

NB: Inspirasi dengan melihat dan mendengarkan dari jarak jauh serta menganalisa dari lingkungan ketika emak-emak lagi pada ngerumpi dan juga dari teman-teman yang sudah pada nikah.

Jangan anggap enteng pekerjaan seorang ibu, 
Hanya ibu yang baik lah yang bisa menghasilkan anak-anak yang berkualitas unggul

21/02/14

Mencari Celah Kosong

Ada beberapa orang yang menanyakan mengapa blog ini gak bercerita tentang cerita-ceritaku. Sebenarnya coretan-coretan ini bila jeli membacanya ada sebagian yang menceritakan tentang hati namun memang tak secara gamblang dan lugas takut ada yang tersinggung namanya atau ceritanya menjadi bahan coretanku. Enggak mudah juga menyusun kata walaupun di dalam otak sudah tersusun rapi namun ketika sudah buka lepi malah antara otak dan jari kagak singkron. Otak ni kadang-kadang nakal, hanya mau bermain imajinasi dan tak membiarkan jari-jari lentik menari di atas deretan huruf dan angka untuk merangkai kata (kaya kuis ya). Sebagian cerita sudah tertuang di buku hanya menunggu waktu untuk memindahkan saja karena ada beberapa cerita yang belum siap aku ungkap.

Setelah aku timbang dengan berat yang pas dan juga sudah aku masak hingga mencapai titik didih maksimal, selain itu juga sudah mendapat persetujuan dari otak dan hati mungkin aku akan menuangkan beberapa coretan tentang hidupku yang kadang asin, pahit, manis, tak jarang juga agak sedikit pedas dan getar memang tak selalu asik mengingat perjalanan hidup, semoga saja dengan memindah data dari memory hati ke sini menjadikan banyak ruang kosong di hati. Sepertinya memang sudah saatnya aku membersihkan gudang dan memilah-milah barang yang bisa kepake dan yang sudah menjadi rongsok, biarkan nilai sejarahnya akan aku nikmati lewat sebuah coretan saja.

Tapi...., sepertinya juga enggak mudah deh untuk menulisnya kayaknya ingatanku tentang masa lalu sudah mulai berkurang bahkan aku tak bisa mengingat secara detail dan pasti rentetan peristiwa yang sudah aku alami di masa lalu. Butuh sketsa dan sedikit penalaran untuk merangkainya. Semoga saja setelah dengan tulisan ini bisa menghilangkan rasa trauma dari beberapa kisah masa lalu yang kadang masih terlintas dalam pikiran, semoga bisa menyuci rasa benci dan menghilangkan noda membandel dari peristiwa-peristiwa yang sangat tak mengenakkan yang dulu membikin sedikit keder bahkan sempat juga ada yang membikin aku harus melarikan diri dari kenyataan beruntung saat itu Tuhan menunjukkan jalan keluar dan aku juga mendapat suport dari orang-orang yang ada di sekeliling aku. Sungguh beruntungnya diriku memiliki kalian semua, teman-teman yang baik dan keluarga yang sangat peduli, makasih buat semuanya.

Siapa tau lewat coretan ini juga bisa menjadi bahan cerita buat anak cucuku kelak bahkan bisa menjadi diary keluarga kan asik juga tu, jadi nanti biar generasi mendatang bisa mengetahui cerita moyangnya dari sebuah blog saja bukankah tulisan akan bercerita tentang segalanya dan akan abadi. Walau pun tulisan masih acakadut dan susah di cerna namun tak apalah akan aku coba yang penting otak masih ada kegiatan jadi kagak cuma bermalas-malas, anggap aja meng-olahragakan otak biar sehat dan kagak mudah keliyengan, bisa tahan banting, tahan uji dan bisa bertahan di tengah badai bagai bunga kaktus yang tahan di suasana gurun yang panas dan sendirian, seindah bunga krisan putih dan seabadi bunga edelweis (malah kaya jualan bunga) aku akan mencoba mendongeng (obsesi jadi guru TK kagak terwujud) kaya waktu bacain buku dongeng buat putra.

Maaf bila ada yang kagak berkenan dengan coretanku, ini semata-mata untuk menguji apakah aku sudah bisa menghilangkan rasa trauma dengan bercerita secara gamblang bukan maksud untuk membuka masa lalu ataupun reoni bernostagila mengenang masa silam. Aku menyukai masa sekarang dan masa yang akan aku jalani selanjutnya bukan masa lalu dan tak ingin kembali ke masa silam biarkan saja memory menjadi kenangan pembelajaran hidupku. Karena aku tau ada beberapa orang juga yang mengetahui sedikit cerita masa lalu bahkan terlibat di dalamnya namun aku jamin 1 dan yang lain kagak ada yang kenal kok jadi aman ya.

Tunggu kisah dan cerita akan segera terbit jadi jangan sampai lewatkan per episode nya., mengutip iklan yang akan menayangkan sinetron, korban iklan ya seperti ini. Pareeeeng.....

20/01/14

Tak Tahu Arah Kemana

"Banyak jalan menuju Roma" 
Banyak cara yang dapat di usahakan untuk menuju satu tujuan yang diharapkan. Pastinya setiap individu punya tujuan donk yang ingin di capai tapi ada gak ya yang tujuannya itu ke arahku...., mimpi sambil berjalan aja deh dari pada ngarep ampe lumutan, kriiik kriiik kriiiiiik..... Namun jika seseorang itu tidak tau jalan atau bisa dibilang buta jalan bagaimana, apakah pernah terpikirkan sebelumnya...??! Apa iya benar-benar mau pinjam petanya Dora, secara petanya dora dengan tujuanmu belum tentu sama. Sama kaya yang nulis tidak pernah bisa mengingat nama jalan hanya bisa meningat-ingat sepanjang jalan dan memberikan tanda menurut nalarnya sendiri. Bila pergi selalu menggunakan pedoman "bila nyasar tanya tukang becak" kalau enggak gitu demen bener ngikuti kendaraan yang ada di depannya ketika sudah kepentok dengan jalan yang dirasa asing ini. Kalau kendaraan yang di ikuti masuk gang atau menuju rumahnya gimana...???! ya paling-paling beralih mengikuti kendaraan lain yang meyakinkan menurut dia lho ya yang penting pede dan sok yakin ajaaa. Bayangin jika di kota kelahiran yang dari orok ampe segede gentong saja kalau pergi masih suka nyasar sering buat jalan baru yang entah muter sampai mana juga kagak jelas juntrungannya tapi anehnya masih saja banyak yang nanya jalan.

Lalu bagaimana dengan orang yang tau arah dan tujuan tapi malah mencari jalan lain yang jelas-jelas mengarah ke tempat lain yang malah menjauhi tujuannya bagaimana tu ?! Hmmmm...., susah juga menjabarkannya yang pasti menurut aku mungkin dia punya pertimbangan, punya strategi khusus dan tentu sudah mempertitungkan secara detail setiap inci dengan mempergunakan berbagai rumus yang pas untuk mengukur dan menganalisa setiap jengkal jalan yang dilaluinya jadi menurutnya tidak ada yang salah meskipun nanti di tengah perjalanan akan mengubah tujuan awalnya tapi bisa juga malah mendapat gebyar yang tiba-tiba sampai di titik tujuannya "kalau itu aku juga mau".

Jalan setiap manusia tak ada yang sama dan kita juga kagak tau di depan sana ada apa yang pasti yakinilah keputusan yang kau ambil karena itu juga akan ikut andil membuat jalan untuk mencapai tujuan yang akan kau raih. Semuanya sah-sah saja asal jangan sampai menyesal di kemudian hari dan jangan sampai menyusahkan atau bahkan menyengsarakan yang lain. Jalan tak ada yang selalu lurus, selalu berkelok, selalu halus, atau banyak rintangan semuanya sudah terbagi rata tak ada yang lebih dan tak ada yang kurang. 

Namun satu hal yang harus selalu kamu ingat untuk menuju ke tujuanmu kamu tak bisa sendirian selalu ada andil orang lain yang ikut berperan entah kamu sadari atau enggak, kamu suka ataupun tidak.

Berharap selalu ada orang yang mau membantuku ketika ku ada di persimpangan dan membantuku menggantungkan setiap bintang-bintang yang aku buat.


15/12/13

Pacaran ~ Menganalisa dari Sudut Berbeda

Sempat aku berpikir kenapa dalam hal percintaan seakan keberuntungan belum berpihak padaku, iri dengan orang-orang yang kemana-mana bergandengan di temani sang kekasih tercinta, saat malam minggu tiba pergi jalan-jalan tidak sepertiku hanya menatap layar kaca. Beberapa kali menjalin asmara namun semuanya gagal di tengah jalan ya iyalah hampir semuannya LDR (Long Dostance Relationship). Sempat kepikiran mengapa aku tak bisa seperti yang lain yang merasakan cinta seutuhnya..., namun lambat laun aku mulai menyadari satu hal ini semua terjadi karena Tuhan sangat sayang kepadaku. Coba pikir dari beberapa kali menjalin cinta yang semuanya gagal (kalian boleh ketawa jika mau tapi lihatlah lebih seksama) namun dengan lantang akan aku katakan Alhamdulillah, ini karena
  • Aku telah terhindar dari laki-laki yang tak bertanggung jawab dalam hal komitmen dan perasaan.
  • Tuhan menjauhkanku untuk tidak berbuat dosa, belajar ta'aruf
  • Pacaran seperti meyeret kita masuk kedalam jurang yang teramat dalam hingga ketika kita tersadar hanya luka-luka yang di dapati
  • Berpacaran yang hanya seumur jangung (rata-rata hanya bisa bertahan 1 tahun) namun telah membukakan mataku siapa mereka sebenarnya. Kalau kalian tahu ceritanya pasti akan bilang "untung saja kamu gak sama dia, mau jadi apa kamu nantinya", sedikit menghakimi namun semuanya fakta kehidupan.

Sempat juga berpikir apa salahku hingga ada beberapa Mr, x kepergok mendua hati (wiiih bahasanya elit banget, walau banyak Mr, x tapi aku bukan playgirl lho catat itu) mungkin karena keadaan yang terpisah jauh kali ya dan di pihak sono kagak kuat iman makanya mencari yang lebih baik. Hehehehe.... aku tak ingin menghakimi dan menyalahkan siapa-siapa ini semua jelas-jelas kesalahan ada padaku, kok bisa...??? Iya bisa lah aku kan juga manusia bukan dewa yang semuanya serba sempurnaaa... (ngikuti gaya damian) ya bisa saja selama berkomitmen aku bukan sosok yang dia cari, tapi yang jelas komitmen buatku itu seperti mengemban janji yang tak bisa di main-mainin dan sudah tak dapat di ganggu gugat, menjadi harga mati tanpa diskon dan tak dapat di tawar seperti beli cabe di pasar.

Mungkin orang lain melihat percintaan yang selalu gagal menjadi iba dan kasihan namun apakah kalian pernah berpikir berapa lama waktu yang terbuang saat hanya step di pacaran saja.... Apakah dengan pacaran yang lama menjamin dia jodoh anda yang sesungguhnya... Dan selama proses pacaran pastinya ada banyak godaan yang seharusnya tak di lakukan (baca : banyak setan-setan yang mengikuti saat berduaan). Lagian di ajaran agamaku tidak ada tu yang namanya pacaran, kalau mau ta'aruf atau halalkan dulu baru pacaran biar terhindar dari dosa dan zina ini kata pak ustad lho yang lebih paham tentang agama daripada aku yang pengetahuannya masih cetek mesti banyak belajar.

Kata orang pacaran adalah satu proses saling mengenal karakter pasangannya namun apakah itu benar seutuhnya...?! Bukannya manusia selama hidupnya itu berproses dan dalam proses itu selalu ada perubahan-perubahan dalam dirinya lalu bagaimana bisa benar-benar mengenal sifat dari pasangan klo selalu bertumbuh.

Mari kita sedikit melihat realita apakah kita benar-benar mengenal diri kita sendiri....?! Jika benar pacaran menjadi proses pengenalan sifat maka kita lihat dalam lingkup keluarga, apakah anda benar-benar mengenal sifat dan karakter sodara kandung anda yang jelas-jelas masih satu darah, satu atap, satu kandungan, berkumpul dan melihat setiap hari...?! Jawabnya belum tentu mengenal dengan pasti jika mengetahui kebiasaan bisa jadi tapi untuk mengetahui sifat pastinya belum tentu, padahal kalian tumbuh bersama-sama dari kecil hingga dewasa berapa tahun kalian bersama...?! Jika dikatakan mengenal kenapa masih saja suka ribut bukannya menyadari dan tahu donk bagaimana bersikap agar tidak ada cross. Apalagi pacar yang jelas-jelas orang lain yang gak ada ikatan darah bahkan bisa di bilang orang baru kenal, apakah iya dalam waktu 1 atau 2 tahun sudah bisa mengenal...?! Bila dibandingkan antara sang pacar dengan sodara kandung anda lama mana..?! Lama sodara kandung bukan tapi nyatanya anda masih sering bertengkar dan tidak benar-benar mengerti lalu bagaimana dengan sang pacar...

Anda merasa cocok itu karena saat bersama dia anda bisa menekan ego dengan alasan cinta namun suatu saat ketika ego itu berkuasa ya akan terlontar juga kata ketidak cocokan dan cinta yang awalnya menjadi alasan hanya menjadi kambing hitam pelempar kesalahan dari sebuah permasalahan yang di buat oleh si empunya. Namun ada juga yang lebih memendam semuanya tapi tetap saja akan mengubah keadaan tak seperti dulu, itulah hidup dan anda tak bisa menghindar untuk berproses. Sebelum mengenal orang lain kenali dulu dirisendiri. (L)


24/11/13

Lebih Baik dari generasi Sebelumnya

Pedoman ayah sebagai orang tua adalah akan memberikan yang terbaik buat anak-anaknya, hidup tidak perlu bermewah-mewah dan di ada-adakan karena memang kami bukan orang kaya yang penting cukup, syukur-syukur masih ada sisa buat tabungan, tapi untuk masalah pendidikan akan sungguh-sungguh di usahakan walau harus bekerja dari pagi hingga malam menjelang, karena orang tua tidak dapat memberikan apa-apa selain pendidikan. Jika memberikan harta berapa seh yang di dapat, paling-paling hanya bisa untuk bertahan hidup selama 1-2 bulan setelah itu bagaimana..., jika pun dengan warisan yang melimpah tanpa pendidikan tentunya juga akan habis untuk hanbur-hamburan bahkan bisa saja kena tipu orang yang lebih pandai. Hidup sekarang semakin keras.

Setiap orang tua menginginkan anaknya tumbuh dengan baik dan mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya bahkan lebih baik dari hidup orangtuanya makanya mereka berusaha mendidik budi pekerti dan memberi pendidikan yang layak bagi anak-anaknya. Warisan yang tepat untuk anak bukanlah kelimpahan harta namun pendidikan. Seenggaknya sampai universitas agar kelak hidupnya tidak seperti orang tuanya bisa lebih baik tentunya dan berharap dengan ilmu yang di dapat itulah dia bisa membiayai hidupnya. Jika hanya di wariskan harta itu sama saja memberikan ikan tanpa mengajarka bagaimana mendapatkan ikan, hingga suatu saat ketika ikannya habis anak itu tak tahu bagaimana untuk menyambung hidup demi hari esok. Beda halnya jika si anak diberikan pancing dan di ajarkan bagaimana memancing yang baik untuk mendapatkan ikan yang banyak namun juga tidak merusak lingkungan maupun merugikan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Jika seorang anak hanya diberi kemudahan maka selamanya tak akan tahu bagaimana capeknya bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu jika memberikan pengasuhan yang baik dan bekal pendidikan yang cukup sehingga ketika sudah masuk dalam kehidupan sebenarnya diharapkan ilmu menjadi senjata untuk melawan kerasnya kehidupan. Bila anak terbiasa hidup enak maka saat dihadapkan dengan kerasnya persaingan hidup tak ada semangat untuk maju hanya dapat mengeluh dan mengeluh bila menemui sedikit kerikil dalam perjalanan, padahal selama nafas masih berhembus kita akan menemui banyak rintangan tak hanya kerikil kecil bahkan kita juga akan meanemui batu besar, jalan buntu, jurang, gunung yang sulit terdaki, bahkan sungai yang kita sendiri tak tahu apakah alirannya deras atau enggak. Semuanya terasah dengan diri kita sendiri sesuai berjalannya waktu yang terlalui. Bila bisa belajar dari masalalu atau dari pengalaman orang lain dan bisa mengambil hikmah untuk diterapkan dalam kehidupannya setiap kejadian maka kita akan cepat bisa menuju ke puncak namun jika hanya berkeluh dan hanya melihat ke orang lain tanpa ada tindakan walau tahu apa yang harus di lakukan maka selamanya akan jalan di tempat. Sama halnya saat kita sudah merasa nyaman dengan zona yang kita tempati sekarang bergegaslah untukmelompat ke zona selanjutnya agar kita dapat berproses.

Hidupmu kamu yang jalani, orangtua hanya bisa mendoakan dan mengarahkan yang terbaik bagi anak-anaknya maka setiap keputusan yang kita ambil maka kita pulalah yang akan mempertanggung jawabkan dengan pilihan kita itu entah itu baik atau kurang pas. Namun tahukah jika setiap tindakan kita selalu ada nama baik keluarga di belakangnya, jika anak berbuat salah orangtualah yang disalahkan dan jika si anak memiliki prestasi dengan sendirinya nama orang tua ikut harum. 

Mendidik anak itu tak mudah, anak membutuhkan figur seorang ayah untuk belajar tentang ketegasan, pantang menyerah dan bekerja keras sedangkan dari seorang ibu anak akan belajar tentang kasih, kesabaran dan ketelatenan. Mereka mengajarkan bagaimana arti kasih, pengorbanan, dan ketulusan. Dari dua figur ini jika mereka bisa bekerjasama maka akan mendapatkan anak-anak yang baik dan manis sedangkan jika salah satunnya tak berfungsi dengan baik maka si anak akan mencari figur lain di luar. Selain itu lingkungan juga berpengaruh sehingga usahakan bergaul dengan orang-orang yang baik biar tak tergilas arus pergaulan yang salah.

Jadi sejak kecil ajari anak utuk hidup sederhana dan jangan memanjakan anak, berikan tanggung jawab dan jangan pilih kasih antara anak satu dengan yang lainnya. Pantau pergaulannya di luar dan terangkan setiap larangan yang diberikan dengansebuah alasan yang tepat, jangan hanya melarang dan melarang tanpa ada penjelasan pasti mengapa ada larangan itu daripada nantinya dia akan mencari penjelasan di luar, bisa saja malah mendapatkan penjelasan dan penafsiran berbeda. Anak, ayah dan ibu adalah satu unsur yang tak dapat di pisah-pisahkan dalam keluarga. Terlepas dengan semuanya yang terjadi aku menyayangi mereka semuanya dan juga tak ketinggalan si kecil pupu. (L)


10/11/13

Penyimpangan Perilaku

Bila melihat pemberitaan di media masa maupun elektronik sekarang banyak sekali penyimpangan perilaku pelecehan seksual yang dilakukan orang-orang yang seharusnya bisa mengayomi dan melindungi namun tindakan tak senonoh malah sering terjadi oleh orang terdekat. Miris memang bukan hanya di lingkungan terdekat namun sekarang di tempat umumpun tak jarang terjadi pelecehan-pelecehan. Sungguh ironis entah apa yang ada di pikiran pelaku hingga tanpa ada rasa sungkan melakukan tindak perbuatan yang tak terpuji. Tanpa mempedulikan rasa malu dan lebih menuruti ambisi  dan menuruti nafsu yang sedang menguasai dirinya.

Masa lalu seseorang sangat berpengaruh dengan kepribadian orang itu di masa depan. Masa lalu yang sering disakiti baik secara fisik maupun sikologi mendorong seseorang berperilaku menyimpang dalam kehidupan seks-nya. Biasanya masa kecil dari orang-orang yang maniak seks itu adalah mereka yang dulunya dianiaya secara fisik itu sekitar 72% kemudian yang dianiaya secara seksual 81% dan yang dianiaya secara emosi 97% ini yang secara bawah sadarnya dia ingin membalas dendam dan dia mendapatkan kepuasan dengan melihat orang-orang yang menderita akibat perbuatannya.

Biasanya orang-orang yang seperti ini selalu merasa kurang dan kurang, jadi dia merasa kebutuhannya perlu di tambah lagi lebih berat lagi, nah itu puncak-puncaknya adalah penyimpangan, jadi berhubungan seks pada anak-anak.

Pengaruh dari alam bawah sadarnya yang di luar logika membuat maniak seks tidak dapat berpikir jernih karena luapan keinginan yang tak terkendali. Biasanya dia adalah orang yang tertutup dan tak pandai bergaul, sehingga luapan emosi menjadi salah satu ciri seorang maniak, hal lain yang dapat dilihat adalah kurang sopannya terhadap wanita. Biasanya maniak ini memiliki sorot mata yang tajam terhadap wanita. Mereka terkadang di ikuti dengan tindakan yang aneh ada beberapa yang misal suka ngintip, atau beberapa yang punya kelainan memperlihatkan kelamin, dan ada juga yang menyakiti pasangannya ketika berhubungan seks.

Maniak seks merupakan gangguan jiwa karena perilaku seksualnya yang menyimpang dan tak terkendali. Hukuman berat dan sangsi sosial dari masyarakat ketika si maniak melakukan pelecehan atau pemerkosaan harus dilakukan untuk memberikan efek jera. (L)


27/10/13

Cinta Segi Tiga

Hubungan cinta segitiga memang bisa menjadi petaka bagi siapa saja yang mengalaminya. Mengapa bisa terjadi cinta segitiga...?!

Cinta segitiga adalah sebuah hubungan romantis yang melibatkan pihak ke tiga. Disebut cinta segitiga apabila cinta itu terjadi pada pasangan yang mempunyai hubungan dengan orang lain di luar pernikahan baik secara fisik maupun emosional. Kalau kita bicara mengenai cinta, ada 3 komponen dari cinta yang amat sangat penting yaitu komitmen, face atau ketertarikan secara seksual, menganggap pasangan kita menarik, dan keintiman. Dalam arti kedekatan emosional, ada hubungan yang special. Jika misalnya dari ketiga komponen ini ada yang tidak lengkap atau tidak seimbang biasanya ada kemungkinan besar orang jadi akan mencari pasangan lain yang bisa memenuhi komponen ini.

Seandainya Anda menjadi korban cinta segitiga haruskah Anda memberikan kesempatan atau menerima kembali seseorang yang pernah menodai cinta Anda...?! Ketika pasangannya beralih ke orang lain itu menimbulkan trauma dan rasa sakit hati yang begitu mendalam. Ketika itu tidak bisa di selesaikan, pemberian kesempatan ke dua pun menjadi sulit karena pasti akan terulang lagi terulang lagi dan terulang lagi, yang ada jadi curiga, yang ada jadi gak nyaman dengan pasangannya. Merasa bahwa suatu hari nanti pasangannya akan mencari orang lain lagi. Tetapi misalnya Anda bisa menyelesaikan masalahnya, trauma-traumanya kesempatan ke dua sepertinya gak masalah.

Meskipun jatuh cinta pada kekasih, seorang wanita butuh waktu beberapa lama agar bisa nyaman dekat sang pacar. Bagi yang terlibat cinta segitiga sebaiknya memulai hubungan yang baru ya, namun begitu untuk memulainya bukan hal yang mudah bagi wanita. Wanita membutuhkan waktu sekitar 7½ bulan untuk benar-benar merasa nyaman dengan kekasihnya, padahal wanita sudah melakukan berbagai cara untuk lebih dekat dengan pria yang dipacarinya. Cara utama wanita agar lebih dekat dengan kekasih adalah dengan tidak berpura-pura dan menunjukkan karakter asli mereka, berusaha untuk tidak malu untuk bersendawa di depan pasangannya (gak jaim-jaim banget). Ketika wanita telah sampai di titik nyaman dengan kekasih mereka tidak sungkan lagi menunjukkan sifat dan sikap aslinya. Merekapun bakal percaya diri menunjukkan wajahnya tanpa make up dan mengenakan busana asal-asalan. Berbeda dengan wanita, pria dalam beberapa minggu sudah bisa 100% nyaman dengan pasangannya.

Sebaiknya Anda menghindari cinta segitiga ya, tidak mencintai kekasih orang ataupun suami/suami orang lain. BIla memang cinta itu mulai tumbuh sebaiknya segera mematikan sebelum lebih dalam terperosok. Ibaratkan bila itu terjadi dengan diri anda yang menjadi korban dari cinta yang terbagi apakah anda bisa untuk menerimanya.....?!! Walaupun nantinya anda menang dari perebutan sebuah cinta dan mendapatkan sosok yang terkasih apakah ada jaminan si dia akan cinta 100%, bisa saja suatu saat nanti si dia akan melakukan hal yang sama dengan menduakan cinta dengan orang lain lagi. Namun semuanya kembali lagi pada diri masing-masing, tentunya segala perbuatan ada resiko dan tentunya semua keputusan telah dipertimbangkan masak-masak sebelum melangkah. Apa yang kita taman itulah yang nantinya hasil yang kita petik. (L)


Menikah dengan Duda

Menikah dengan pria idaman menjadi keinginan setiap wanita.  Bersanding di pelaminan dengan pria yang dicintai, mengadakan pesta yang meriah dihadiri begitu banyak tamu yang datang untuk memberikan doa agar hidup baru yang akan di jalani bisa langgeng hingga maut memisahkan mereka. Namun akan berbeda cerita bila seorang gadis akan menikahi seorang duda. Masalah yang berbeda tentu akan dihadapi jika Anda menikah dengan duda yang memiliki anak, tentunya hal tersebut akan memberikan sedikit masalah diantara keduanya dan juga keluarga. Akan ada banyak penolakan dari banyak pihak dan tentunya melali pertimbangan yang sangat matang untuk memilih teman hidup seorang pria yang sudah pernah menjalani kehidupan berumah tangga.

Pernahkah berpikir untuk menikahi duda yang sudah memiliki anak, walaupun si dia merupakan pria yang baik tampan dan sangat mencintai sobat ada yang perlu di perhatikan:
  • Apa yang sobat rasakan mengenai sang anak

Beberapa orang tidak menyukai anak-anak dan orang macam itu tidak ingin berada terlalu dekat dengan mereka, apalagi berperan sebagai orang tuanya. Jika sobat termasuk orang yang belum siap memiliki anak, sebaiknya pikirkan kembali keputusan sobat sebelum masalah anak ini menjadi konflik terbesar. Namun jika sobat tipe orang yang menyukai anak kecil, yang perlu di pikirkan adalah apakah sobat akan mencintai anak-anak tersebut seperti anak sendiri. Mungkin terdengarnya sedikit kejam tapi ada kemungkinan sobat dan si kecil memiliki perbedaan pendapat dan ditambah status mereka yang bukanlah anak kandung sobat.
  • Apa yang dirasakan anak tentang sobat

Perceraian adalah hal yang sulit, namun pernikahan lebih sulit di terima oleh anak-anak. Kebanyakan anak berusaha cemburu jika sang ayah atau ibunya menemukan pasangan hidup lain. Dan mereka sering merasa sobat mengambil orang tua dari mereka. Kenyataan yang terberat adalah ketika mereka mengaku membenci sobat karena berpikir sobat mencoba berusaha menggantikan orangtua mereka sendiri. Walau sulit di hadapi emosi sang anak ini merupakan hal yang normal. Cara terbaik untuk menangani situasi ini adalah dengan rajin berkomunikasi. Mengabaikan rasa cemburu mereka dan terus merencanakan pernikahan hanya akan membuat keadaan semakin parah. Anak-anak bisa menjadi penyabotase yang sangat sukses.
  • Seberapa besar tanggung jawab sebagai ibu tiri

Cari tahu seberapa besar harapan pasangan terhadap sobat saat menjadi orang tua anaknya. Apakah sobat diharapkan akan memasak setiap hari untuk seluruh keluarga, membacakan cerita untuk si kecil, mendisiplinkan anak dan mengantar mereka ke sekolah. Cari tahu dengan pasti apa yang menjadi tanggung jawab sobat dan kemudian tanyakan kepada diri sendiri apakan sobat siap melakukan semua tanggungjawab itu...?!
  • Siapkah Anda jika dia masih berhubungan dengan mantan

Apakah sobat siap jika si dia tetap berhubungan dengan sang mantan istri. Tentu saja si dia memiliki mantan yang akan terus berhubungan demi anak-anak mereka dan ini sangat menyakitkan. Bayangkan apakah sobat siap melihat mereka sekeluarga pergi liburan dan sobat merasa the outsider atau saat acara pengambilan rapor dan membahas mengenai masalah anak mereka berdua saja. Ingat sang mantan istri ini selalu akan menjadi bagian dalam kehidupan dan hubungan sobat.
  • Siapkah Anda jika tidak manjadi prioritas utamanya

Apakah sobat tidak masalah bila tidak selalu menjadi prioritas utamanya...?! Jadi orang nomor satu di kehidupan si dia hanya akan berlangsung selama persiapan pernikahan dan bulan madu saja sisanya anaklah yang menjadi prioritasnya. Misalnya saat sobat ingin berlibur di sebuah resort romantis, si dia akan lebih memilih ke disneyland atau taman bermain demi anak-anaknya. Bukannya menakut-nakuti tetapi sobat harus sadar bahwa setelah menikah dengan si dia fokus dan pikirannya tidak hanya tercurah untuk sobat saja.
Kalau semuanya gak masalah dan terselesaikan, ya silahkan saja yaa...

Pada umumnya wanita menikah dengan pria yang lebih tua karena lebih matang secara emosional. Memang wanita biasanya mencari pria yang lebih dewasa dan mapan, sedangkan pria mencari wanita yang muda dan cantik. Wanita yang naksir pria yang lebih tua disebut memiliki sugar daddy sindrom. Masalah menikah dengan duda, perkembangan zaman membuat pola pikir masyarakat semakin berkembang, jika dulu gadis yang menjalin hubungan dengan duda dianggap tabu, namun kini tidak. Status dan usia tidak lagi di permasalahkan dalam hubungan asmara. Karena sekarang juga banyak sekali orang-orang yang memilih dengan pria yang usianya terpaut jauh. Wanita saat ini lebih terbuka pemikirannya terutama saat menjalin hubungan dengan seorang pria. Mereka tidak melihat setatus tapi lebih terhadap kualitas hubungan keduanya. 

Perempuan memilih duda kini bukan melihat dari sisi bekas orang, tapi justru menganggap mereka sebagai orang yang memiliki pengalaman dan juga pembelajaran dalam membina hubungan entah itu berkomunikasi, bagaimana memperlakukan lawan jenis dari yang di dapat dari pasangan sebelumnya. Lalu alasan apa saja seorang wanita bisa jatuh hati terhadap pria yang umurnya jauh lebih tua:
  • Mapan

Faktor mapan kerap di sebut-sebut sebagai alasan utama para wanita muda ingin menikah atau berpacaran dengan duda. Mapan baik secara emosional, secara finansial. Pada dasarnya setiap orang butuh keamanan dan mereka mendapatkan itu dari duda, dari pengalaman mereka yang pernah menikah mereka justru punya banyak cara untuk bagaimana memperlakukan perempuan (mereka sudah banyak belajar dari hubungannya yang terdahulu bagaimana memperlakukan perempuan, bagaimana berkomunikasi dengan perempuan). Mapan merupakan salah satu alasannya namun tidak selalu menjadi faktor utama para wanita menyukai duda. Pria yang lebih tua umumnya lebih stabil secara finansial sehingga mampu memanjakan pasangannya dengan berbagai macam hadiah dan pemberian.
  • Lebih dewasa

Wanita muda menganggap pria tua itu lebih matang, banyak wanita berpikir kalau seumuran nanti bakal berantem terus. Kalau seumuran biasanya wanita yang menjadi lebih dewasa. Pada dasarnya tidak ada batasan usia pada hal asmara, pria yang berumur 50 tahunan pun masih bisa jatuh cinta tergantung pada kualitas hubungannya secara keseluruhan. Pria muda condong lebih egois dan agresif juga sering merasa tidak nyaman, tapi setelah mencapai usia tertentu pria cenderung lebih mau berupaya membahagiakan dan mempertahankan cintanya.
  • Berpengalaman

Pria yang jauh lebih tua dianggap lebih berpengalaman dalam hubungan asmara. Sebagian wanita juga berpikir bahwa pria yang berpengalaman lebih mampu membimbingnya lebih baik. Pria yang lebih tua mungkin tidak seliar pria muda, tapi mereka pasti tahu trik-trik mendekati wanita. Seiring dengan pengalaman yang sudah di peroleh, pria tua tahu bagaimana cara menyanjung, membuat setiap moment begitu berkesan dan memiliki pesona yang tidak dimiliki pria-pria muda. Pria tua lebih besar kemungkinannya mewujudkan orang yang dicintai dengan bunga dan coklat ketimbang pria muda yang masih berkutat dengan urusannya sendiri.
  • Mencari figur ayah

Salah satu alasan beberapa wanita muda menjalin hubungan asmara dengan duda adalah mencari figur seorang ayah. Hal ini terjadi bila ia tidak mendapatkan figur seorang ayah di rumahnya, atau terlalu mengidolakan sang ayah. Pria lebih tua memiliki aura mengayomi dan memberi toladan sesuatu yang membuat wanita jatuh cinta seketika.
Tapi buat sobat yang tidak menyukai pria yang lebih tua, jangan terpengaruh. Karena cinta adalah pilihan, just love someone the way love. (L)


17/07/13

Timbal Balik

"Manusia itu enggak mungkin mau dekat sama seseorang kalau enggak ada  yang menguntungkan dirinya, pasti dia mengharapkapkan feadback dari orang itu.
Enggak ada manusia yang cuma mau rugi saja, tapi kalau untung saja banyak".

Mungkin sebagian ada yang menyangkal dan bilang "aku tidak begitu..." hanya beberapa saja yang mengiyakan tentang kata-kata diatas, dan yang setuju inilah orang-orang yang pernah merasakan bagaimana nikmatnya dimanfaatkan oleh orang yang sudah mereka percaya demi keuntungan orang tersebut. Aku gak akan mengatakan ini sebuah pembenaran ataupun tidak namun tak jarang kita memberikan pertolongan atau baik kepada orang lain karena kita merasa cocok dan nyaman dengan orang tersebut, namun tak semua orang berpikir seperti kita yang memiliki sifat sungkan.

Ketika kita sudah baik dengan orang tersebut maka dia pun tak akan sungkan untuk meminta bantuan ataupun meminjam barang pribadi kita, namun disaat kita yang membutuhkan pertolongan selalu ada alasan atau kita sendiri yang merasa sungkan untuk meminta pertolongan kepada mereka. Disaat kebiasaan tidak ada lagi batas seperti barangmu ya barangku inilah kita seakan memiliki andil dengan barang-barang tertentu milik orang lain namun yang sangat disayangkan barang yang berada di tangan orang lain mempunyai perlakuan yang berbeda seperti kita memperlakukan barang tersebut, mungkin karena ini barang bukan barang milik sendiri makanya menggunakannya asal-asalan bahkan seenaknya sendiri tanpa dirawat atau tak memiliki andil saat terjadi kerusakan.

Bukan hanya tentang barang pernahkah kita berpikir mengapa kita bisa dekat dan baik dengan seseorang....????! Adakalanya kita membutuhkan teman untuk teman ngobrol, bisa mengerti kita dan saat menemukan orang yang cocok inilah ketergantungan atau timbal balik ini terjadi. Entah nantinya menjadi simbiosis mutualisme atau menjadi simbiosis parasitisme bahkan bisa juga menjadi komensalisme ini semua seakan sudah menjadi tradisi kehidupan.

Apakah ini yang menjadi jawaban tentang arti manusia makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk saling melengkapi...., bila memang begitu semoga saja terjadi keselarasan dan keregantungan yang sepadan untuk saling melengkapi bukan untuk memanfaatkan satu dengan yang lainnya. (L)

Inspirasi by nhana (undet)
Thx                    


Berkenalan Lewat Internet

Internet seakan bagai pisau bermata dua selain menjadi sarana untuk mengakses informasi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk memperluas pergaulan. Di jaman yang serba canggih ini kita dimanjakan dengan adanya begitu banyak penyedia jejaring sosial pertemanan. Dengan media ini pengguna bisa berkomunikasi dengan teman, berkenalan dengan seseorang yang jauh di pulau bahkan yang berada di luar negeri sekalipun tanpa ada hambatan. Selama tempat tersebut bisa diakses internet maka pengguna cyber bisa terhubung dan berkomunikasi dengan lancar.

Dari sekitar 50 juta pengguna internet di Indonesia, sebagian besar diantaranya adalah remaja. Dengan pemahaman internet yang minim, kondisi ini dapat menjadi bumerang bagi mereka dan berujung pada pelecehan hingga perkosaan. Remaja adalah korban yang paling mudah terjerat aksi cyber stokcing atau penguntit prifasi di internet. Pemahaman internet yang minim kondisi ini bisa berujung pada tindakan pelecehan bahkan perkosaan. Di Indonesia, ada 40-60 juta pengguna internet.

Dari 245 juta penduduk Indonesia, jumlah pengguna internet mencapai 50 juta jiwa, dan hampir 90% diantaranya merupakan pengguna berusia dibawah 35 tahun. Berdasarkan surve sekitar 70% remaja yang sedang online mengaku mendapat pesan pribadi dari seseorang yang tidak mereka kenal. Dan ironisnya sebagian dari mereka meneruskannya dengan berbagi informasi pribadi. Padahal hal itu merupakan tindakan yang salah karena bisa berujung pada tindak kejahatan. Terlalu gampang percaya semua informasi yang ada di internet, jagalah data diri pribadi kita dengan baik.

Perkembangan informasi yang semakin pesat di dunia maya mau tak mau harus dibarengi dengan penggunaan yang bijaksana. Dengan banyaknya kasus penculikan melalui jejaring sosial sudah saatnya orang tua melakukan pendampingan kepada putra putrinya agar menggunakan internet secara benar dan sehat. Menjadi orang tua harus bertanggung jawab, dengan adanya kesibukan jangan sampai kita dikalahkan oleh teknologi sehingga anak-anak remaja kita menjadi korban. Tapi sebaiknya orang tua juga jangan gaptek, mau gak mau orang tua belajar juga mengikuti teknologi sehingga anak-anak remaja kita terutama remaja putri gak jadi korban kegalauan yang gak jelas.

Banyaknya pengguna internet di Indonesia tentu akan selalu menjadi celah bagi pelaku tindak kejahatan. Tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal dan menggunakan internet secara sehat bisa menjadi cara awal menangkal semua kejahatan yang dimulai dari internet.(L)


Ancaman Produk Kadaluarsa

Iming-iming harga murah, tekanan ekonomi dan meroketnya harga berbagai kebutuhan pokok membuat konsumen kerap terlena dan tidak lagi jeli memilih produk makanan yang akan dibelinya. Padahal ancaman kesehatan mengintai saat kita mengkonsumsi makanan kadaluarsa.

Tekanan ekonomi yang sedemikian tinggi membuat masyarakat miskin tak lagi punya banyak pilihan. Asalkan bisa makan saja mereka sudah sangat bersyukur. Sebuah fenomena unik namun mengenaskan, kadang ada pedagang yang menjual makanan yang sudah kadaluarsa. Dengan memasang harga separuh hingga seperempat dari harga normal dagangan merekapun memiliki peminat yang tak bisa dibilang sedikit. Ironisnya ini menjadi solusi terakhir bagi keluarga miskin yang tak mampu membeli sembako normal yang kini harganya selangit.

Karena tak memiliki banyak uang mereka lebih memilih untuk membeli makanan yang membandrol harga miring, dengan begitu keinginan untuk merasakan makanan yang di inginkannya pun bisa kesampaian. Walaupun mereka tahu jika makanan kadaluarsa tak layak konsumsi dan bisa mengganggu kesehatan namun mereka tak menghiraukan tentang akibatnya yang pasti mereka lebih memilih perut mereka terisi. Sebagian menganggap dengan membuang bagian-bagian yang ditumbuhi jamur atau mengukus makanan itu sudah membuat bakteri yang tumbuh mati dan makanan itu aman untuk dikonsumsi. Namun adakalanya ada juga produsen yang sengaja mengolah makanan kadaluarsa itu menjadi makanan lain atau makanan kering berupa cemilan sehingga layak untuk dijual kembali. 

Tak banyak disadari konsumsi makanan kadaluarsa mengandung bahaya bagi kesehatan. Meski jarang yang langsung terdeteksi, efek tercepat yang kerap muncul adalah rasa mual, pusing, muntah hingga diare. Dan biasanya terjadi 2-4 jam pasca konsumsi, tapi tak jarang efek yang ditimbulkan lebih fatal. Kalau misalnya kondisi sampai parah sekali, atau mungkin sampai kesadarannya bisa turun dan mungkin otaknya gak dapat oksigen itu bisa saja kalau terjadi kerusakan didalam otak bisa menyebabkan kecacatan.

Demi kesehatan keluarga,  masyarakat harus jeli dan cerdas memilih bahan pangan yang akan dikonsumsi. Perhatikan tanggal kadaluarsa pada kemasan, selain itu hindari kemasan makanan yang cacat, penyok dan mengembung, karena hal itu bisa menandakan bahwa makanan telah tercemar bakteri. Amati juga labelnya, pastikan tertera nama produk, nama dan alamat produsen atau importir, komposisi bahan, kandungan nutrisi, berat bersih, nomor pendaftaran, sertifikasi halal serta tanggal produksi dan kadaluarsa.

Jangan hanya demi kebutuhan perut kesehatan menjadi jaminan, bukan apa-apa jika terjadi sesuatu setelah mengkonsumsi makanan tersebut diri sendirilah yang akan rugi. Bayangkan saja jika terjadi keracunan bukannya akan mengeluarkan lebih banyak uang untuk perawatan di rumah sakit dan membeli obat-obatan, selain itu juga akan menyusahkan orang-orang yang ada di sekitar kita. Hayooo pilih yang mana... Jangan hanya untuk memuaskan keinginan sesaat malah berdampak buruk dan mengakibatkan tekor. (L)


28/06/13

Patah Tulang

Salah satu bagian tubuh manusia yang sangat penting adalah tulang, tulang merupakan penopang tubuh sekaligus pelindung organ-organ tubuh di dalam. Tubuh manusia terdiri beberapa bagian tulang yang memiliki fungsinya masing-masing. Tulang manusia mulai terbentuk semenjak bayi berada di dalam kandungan dan terus berlanjut hingga dekade ke dua dalam susunan yang teratur.

Sebagai penopang tubuh, tulang memegang peranan sangat penting dalam setiap aktifitas kita. Sebagai penopang badan tulang terkadang mengalami kerusakan atau cidera akibat kecelakaan seperti terjatuh dari ketinggian tertentu. Bila jatuh dari ketinggian tergantung dari ketinggian jatuh dan posisi pada saat kita jatuh. Apabila kita jatuh dalam posisi berdiri maka yang sering terjadi adalah cidera pada pergelangan kaki atau cidera pada pinggulnya, atau tulang belakangnya. Apabila kita jatuhnya dalam posisi jatuh ke belakang, maka yang kemungkinan cidera biasanya adalah pada bagian belakang kepala, mungkin tulang belakang dari leher sampai tulang ekor, atau mungkin tulang-tulang yang di bahu.

Liputan6.com, Jakarta : Vokalis Kla Project, Katon Bagaskara diberitakan mengalami musibah terjatuh dari panggung konser Reuni Persahabatan 8 Bintang di Lapangan D, Senayan Jakarta, Sabtu (18/5/2013). Saat ini, Katon dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.
Ditemui secara khusus oleh tim Liputan6.com di lantai 3 kamar 341 RSPP, Jakarta Selatan, Minggu (19/5/2013), Katon yang masih terbaring lemas menceritakan kronologi kejadian hingga dirinya terjatuh dari panggung dan pingsan.
"Pas lagu 'Yogya' saya ambil Iphone saya , masih ada memorynya, saya mau recordpenonton nyanyi lagu Yogya, bagus banget. Saya sampe ke ujung panggung," kata Katon kepada Liputan6.com sambil terbaring di RSPP, Jakarta, Minggu (18/5/2013).
Tak seperti biasanya, panggung dalam konser itu berbeda dari panggung kebanyakan yang biasa digunakan. Panggung yang digunakan dalam konser itu berbentuk bintang seperti tema konser.
"Entah gimana ujung panggungya itu desainnya nggak seperti panggung biasa. Panggung biasa kan kotak, ini panggungnya kayak bintang. Jadi ujung panggungnya lancip seperti bintang," ujar Katon.
Saking asyiknya, pelantun Yogyakarta itu tak memperhatikan sekelilingnya. Sehingga dia terpeleset dan jatuh dari panggung yang tingginya sekitar 1,75 meter hingga mengakibatkan tulang belikatnya patah.
"Pas saya lagi di ujung capture penonton, kaki kiri saya kepeleset, tulang belikatnya patah, retak-retak, kuping berdarah," pungkasnya.(Pur/Adt) (sumber:http://showbiz.liputan6.com )

Kasus Katon Bagaskara misalnya vokalis group band kenamaan kla project ini terjatuh dari panggung saat konser. Tulang belikat Katon pun cidera. Tulang belikat adalah salah satu bagian tulang yang terdapat di dalam tubuh manusia, tulang berbentuk seperti segitiga ini dilapisi oleh otot-otot yang tebal berfungsi sebagai "lampiran" untuk beberapa otot pada bagian lengan, leher, dada, punggung, serta berfungsi juga dalam mebantu pergerakan lengan dan bahu. Bila tulang ini cidera, satu pergerakan tangan dan bahu akan terganggu maka penyembuhannya pun cukup lama berkisar antara 6-12 minggu, bahkan untuk sembuh benar pasien harus melakukan fisioterapi hingga 6 bulan lamanya.

Memahami pertolongan pertama untuk orang yang mengalami patah tulang amatlah penting, kesalahan dalam membawa korban yang mengalami patah tulang bukan tidak mungkin akan berakibat fatal. Walaupun tulang memiliki hebatnya dia akan sembuh menjadi tulang kembali. Tulang adalah sedikit jaringan di badan kalau yang luka bisa kembali. Misal cidera patah di leher, kalau patah di gerakkan tulangnya bergeser jauh saraf utama bisa putus malah meninggal.

Bagi orang awam ada baiknya menunggu para medis datang saat terjadi kasus patah tulang, untuk menghindari salah penanganan yang bisa memperparah keadaan korban. (L)