29/09/18

Duniaku diantara keramaian

Sore, karena punya tujuan mencari adaptor untuk pompa asi yang hilang karena kecerobohanku yang tidak teliti saat mengambil barang di pelanggan. Ternyata tidak mudah mencarinya, atau mungkin saja aku yang tidak tau tempat yang bisa untuk mendapatkannya. Berbekal informasi dari teman agar mencarinya di citraland (CL) - matahari, ya mungkin karena dia seringnya main ke mall makanya menyarankan untuk mencari disana dan dia juga membelinya di sana.

Melawan rasa nyaman memilih tetap tinggal di kamar walaupun terlihat sumpek dan terlihat memprihatinkan, akhirnya aku tekatkan untuk beranjak pergi. Menerobos udara di luar yang sangat-sangat panas hingga membuat kepalaku sedikit pusing dan mata berair kuberjalan ke pusat keramaian. Sendiri, langkah kaki menyusuri setiap lantai, berpapasan dengan banyak orang tak aku pedulukan mereka karena memang bukan mereka tujuanku.

Kususuri setiap lintasan, kudatangi setiap toko yang kuanggap bisa membantuku namun tak ada yang punya barang yang aku maksud. Setiap lantai, setiap sudut, setiap lorong terus kususuri seorang diri sampai-sampai aku ga ngerti dimana aku ini sekarang berdiri, hanya mengandalkan ingatan yang sangat minim tentang setiap sudut mall dan langkah kaki semoga tak pernah lelah melangkah. Entah bagaimana penampilanku waktu itu sama sekali tak peduli, begitu banyak orang tak seorangpun yang aku kenal, sesekali bertanya kepada pemulik toko itulah sesaat pemecah kebisuan.

Sepertinya aku tak sanggup lebih lama lagi ditempat ini. Aku rindu dengan duniaku, mulailah aku cari teman di dalam tas bututku. Sebuah handsfree aku pasang di telinga dengan lagu yang terpasang di hp, meredam apa yang ku dengar ini membuatku sedikit tenang. Walaupun lagu yang kudengar tak bisa mengalahkan musik yang ada di sana, tak bisa mengalahkan keriuhan suara-suara di sekitarku bahkan sampai tak bisa menebak judul lagu yang sedang ku dengar. Tak pedulu, sama sekali tak peduli dengan musik yang kudengar tak terdengar samasekali karena bukan list laguku yang ingin kudengar, bahkan menggunakan handsfree tanpa suara pun sering kulakukan baik ketika sendiri ataupun di tempat umum.

Terdengar egois, mungkin memang aku orang yang paling egois di dunia ini biarkan apa penilaian mereka kepadaku. Jujur tidak setiap toko aku datangi untuk bertanya apakah mereka punya barang yang aku maksud, aku hanya mendatangi toko yang aku anggap ingin kudatangi padahal bisa saja salah satu toko yang ga aku datangi malah menjualnya. Ya, bisa saja seperti itu dan aku tau itu tapi tetap aku lakukan. Karena aku tak cukup pandai untuk berinteraksi dengan banyak orang. Hanya merekalah yang aku anggap 'nyaman' saat pertama kali lihat yang aku datangi.

"Ada apa dengan mereka sampai tak membuatmu nyaman?" Entahlah, aku pikir mereka baik dan memang baik, namun entah kenapa tak jarang aku menangkap body language yang membuatku tak nyaman. Otakku seperti sensor yang memberikan tanda dari sifat, sebenarnya tak baik bagitu mudah menilai orang bahkan sebelum berinteraksi samasekali.

Seperti membentengi diri. Tak membolehkan siapapun mendekat, bahkan suara-suara sekalipun menolaknya. Meskipun berada di keramaian namun aku tetap berada di dalam duniaku sendiri yang sama sekali tak terusik dengan keadaan sekitar. Dan sepertinya sekali lagi harus kuterobos keramaian itu seorang diri.

Terkadang untuk mendapatkan sesuatu membutuhkan perjuangan keras, itupun juga bisa saja tak mendapatkan hasil. Sesulit apapun, sekeras apapun kita tetap harus melakukannya, walaupun itu tak kita sukai sekalipun. (29/09/18)

Ruang di Zana Nyaman

Sore, karena punya tujuan mencari adaptor untuk pompa asi yang hilang karena kecerobohanku yang tidak teliti. Ternyata tidak mudah mencarinya, atau mungkin saja aku yang tidak tau tempat yang bisa untuk mendapatkannya. Berbekal informasi dari teman agar mencarinya citraland (CL) - matahari, ya mungkin karena dia seringnya main ke mall makanya menyarankan untuk mencari disana dan dia juga membelinya di sana.

Melawan rasa nyaman memilih tetap tinggal di kamar walaupun terlihat sumpek dan terlihat memprihatinkan, akhirnya aku tekatkan untuk beranjak pergi. Menerobos udara di luar yang sangat-sangat panas hingga membuat kepalaku sedikit pusing dan mata berair kuberjalan ke pusat keramaian. Sendiri, langkah kaki menyusuri setiap lantai, berpapasan dengan banyak orang tak aku pedulukan mereka karena memang bukan mereka tujuanku.

Kususuri setiap lintasan, kudatangi setiap toko yang kuanggap bisa membantuku namun tak ada yang punya barang yang aku maksud. Setiap lantai, setiap sudut, setiap lorong terus kususuri seorang diri sampai-sampai aku ga ngerti dimana aku ini sekarang berdiri, hanya mengandalkan ingatan yang sangat minim tentang seriap sudut mall dan langkah kaki semoga tak pernah lelah melangkah. Entah bagaimana penampilanku waktu itu sama sekali tak peduli, begitu banyak orang tak seorangpun yang aku kenal, sesekali bertanya kepada pemulik toko itulah sesaat pemecah kebisuan.

Sepertinya aku tak sanggup lebih lama lagi ditempat ini. Aku rindu dengan duniaku, mulailah aku cari teman di dalam tas bututku. Sebuah handsfree aku pasang di telinga dengan lagu yang terpasang di hp, meredam apa yang ku dengar ini membuatku sedikit tenang. Walaupun lagu yang kudengar tak bisa mengalahkan musik yang ada di sana, tak bisa mengalahkan keriuhan suara-suara di sekitarku bahkan sampai tak bisa menebak judul lagu yang sedang ku dengar. Tak pedulu, sama sekali tak peduli dengan musik yang kudengar tak terdengar samasekali karena bukan list laguku yang ingin kudengar, bahkan menggunakan handsfree tanpa suara pun sering kulakukan baik ketika sendiri ataupun di tempat umum.

Terdengar egois, mungkin memang aku orang yang paling egois di dunia ini biarkan apa penilaian mereka kepadaku. Jujur tidak setiap toko aku datangi untuk bertanya apakah mereka punya barang yang aku maksud, aku hanya mendatangi toko yang aku anggap ingin kudatangi padahal bisa saja salah satu toko yang ga aku datangi malah menjualnya. Ya, bisa saja seperti itu dan aku tau itu tapi tetap aku lakukan. Karena aku tak cukup pandai untuk berinteraksi dengan banyak orang. Hanya merekalah yang aku anggap 'nyaman' saat pertama kali lihat yang aku datangi.
"Ada apa dengan mereka sampai tak membuatmu nyaman?" Entahlah, aku pikir mereka baik dan memang baik, namun entah kenapa tak jarang aku menangkap body language yang membuatku tak nyaman. Otakku seperti sensor yang memberikan tanda dari sifat, sebenarnya tak baik bagitu mudah menilai orang bahkan sebelum berinteraksi samasekali.

Seperti membentengi diri. Tak membolehkan siapapun mendekat, bahkan suara-suara sekalipun menolaknya. Meskipun berada di keramaian namun aku tetap berada di dalam duniaku sendiri yang sama sekali tak terusik dengan keadaan sekitar. Dan sepertinya sekali lagi harus kuterobos keramaian itu seorang diri.

Terkadang untuk mendapatkan sesuatu membutihkan perjuangan keras, itupun juga bisa saja tak mendapatkan hasil. Sesulit apapun, sekeras apapun kita tetap harus melakukannya, walaupun itu tak kita sukai sekalipun. (29/09/18)


25/09/18

Pagi di langitku


Pagi ini langit terlihat begitu indah. Semburat emas dari timur mulai terlihat menyambut mimpi-mimpi anak manusia untuk segera di raih. Walaupun langit sedikit terlihat abu, namun pancaran mentari tak bisa menutupi keelokannya. Energi positif mulai disebar disetiap jendela rumah. Selamat pagi semesta...

Mementara itu di sebelah barat sisa malam dari kerlip lampu kota belum juga sepenuhnya padam, dan di langit bulan sepertinya masih enggan untuk undur diri menuju peraduannya. Terlihat rupawan dan entah siapa saja yang sadar akan keindahan langit di pagi ini.

Pagi yang cerah, untuk memulai langkahkan kaki mengisi genggaman dengan segudang mimpi dan harapan dari setiap anak manusia. (25/09/18)

24/09/18

Kertas

Kertas yang terlihat lembut, putih, polos, lucu dan rapuh pun terkadang bisa melukai sampai berdarah. (23/09/18) 

22/09/18

Genggaman Tangan










Biar kuraih tanganmu untuk membuat kita lebih dekat. Drama korea "Thirty But Seventeen" sepertinya masuk list yang patut di tonton deh. Selain jalan ceritanya bagus ada banyak penggalan kalimat yang sangat indah dan mengena. Lagi-lagi berkisah tentang cinta pertama, sikap tenang untuk membuat pasangannya tidak panik dan bingung, memberikan sebuah dukungan dalam menghadapi situasi yang sulit, kehangatan cinta yang mengubah kebekuan sehingga membuat suasana rumah begitu hangat, bagaimana melawan ketakutan di masalalu dari peristiwa pahit yang menimpanya, belajar menerima untuk menjalani kehidupan meskipun itu terasa pahit, pelajaran tentang waktu yang terus berputar walau bagaimanapun keadaan. Dan yang paling bikin baper menurutku adalah begitu banyak genggaman tangan yang dilakukan goo jee dan seo ree yang begitu hangat dan menenangkan, pandangan mata yang meneduhkan, keinginan untuk selalu membuat pasangannya bahagia.
Berbagai bentuk pegangan tangan untuk meenguatkan dan memberikan efek nyaman juga tenang. Tak ada keraguan, dimanapun tempat bila memungkinkan selalu saja genggaman itu hadir. Janji yang diberikan goo jee untuk selalu ada disamping seo ree dan tak akan pergi menghilang. Perjuangan seo ree menerima kenyataan dari peristiwa buruk dimasalalunya.
Pengorbanan untuk melepas cinta pertama. Peristiwa masalalu yang tidak hanya menghancurkan impian namun juga kebahagian dan hidup seseorang.
Satu kecerobohan yang berakibat fatal dan tragis untuk orang lain. Namun semua kebekuan, kesedihan, amarah, perlahan menghilang dengan adanya cinta. Cinta telah mengembalikan seperti dahulu dan waktu mengubur semua luka. (22/09/18)

::
Ada arti dalam setiap genggaman tangan, tatapan mata, dan sebuah pelukan. Dan aku meyukai itu, terlebih genggaman tanganmu yg selalu membuatku nyaman :)

20/09/18

Memory Mie Instan

Tiba-tiba pengen makan mie instan, kebetulan masih ada stok yang di beli entaha kapan (yg pasti sudah lama). Jika makan mie instan gini keinget jaman masih kerja, di loker selalu sedia mie cup buat persediaan bila pas jaga malam dan OB nya kurang siiiip bila dimintai tolong beli makan.

Hanya di CSO saja loker yang penuh makanan, dari mie instan cup, mie instan rebus, gula, kopi, teh, milo, sampai cemilan pun ada. Ya biasalah ya kita mah bukan kerja cuma numpang ngenet aja disana (yg bekerja di posisi sama pasti ngerti maksudnya, ni aku ga bilang jaga warnet kaya biasanya lho ya).

Biasanya seh belinya mie cup ABC rasa kari, kalau yang goreng soalnya rasanya ga begitu mengena di tenggorokan.  Berhubung nyari ga ada, ya yang ada sajalah pop mie imut. Habis makan rasa bumbunya nempel terus di tenggorokan. Sebaiknya jika habis makan mie instan jenis dan merk apapun usahakan untuk minum air putih yang banyak ya, ini bukan supaya kenyangnya awet namun kasihan tenggorokan kalau ga di gelonggong air putih. Terlebih yang tenggorokannya sensitif harus dan wajib minum air putih yang banyak.

Jangan keseringan makan mie instan, dan cara memasaknya juga di perhatikan. Ada baiknya untuk mie rebus menggunakan 2x penggantian air ya dan kalau ada tambahin sayuran yang banyak.

Oh ya sampai hari ini ada pertanyaan yang belum terjawab, mengapa pop mie menggunakan wadah sterofom dalam kemasannya, padahal kan untuk membuatnya langsung seduh sementara sterofom tidak di anjurkan untuk terkena langsung oleh panas????... tapi di bagian bawah kode segitiga ada tulisan PS C.F.C free dan maksudnya apa juga belum ngerti. (20/09/18)

19/09/18

Virus Meteor Garden new


FINIS. Selesai nonton drakor meteor garden 2018 ngebut 2 hari 49 episode di lahap awalnya seh ga mau lanjut terus tapi paketan internet ga mendukung. Bila dibanding dengan yang sebelumnya yang sekarang sebenarnya banyak yang ga masuk akal, namun ku suka. Nonton online, nonton juga di tv dan masih pengen ngulang nonton online nya. Entah kenapa bisa terhanyut saat nonton meteor garden 2018. 

Suka dengan karakter pemerannya, dimana Dao ming si yang keras kepala namun punya sukap dan pendirian. Perjuangan cinta yang benar-benar diperjuangkan, cintanya kepada shan cai tak ada yang mengalahkan, sedikitpun tak pernah memudar bahkan semakin besar melebihi nyawanya sendiri. Begitu kuat, tak tergoda dengan yang lain terlebih dia benar-benar menjaga dan memberikan kasih sayang yang tulus. Pelukan yang diberikan Dao ming si kepada shan cai benar-benar berasa. Pegangan tangan yang kuat namun tak menyakiti bahkan terlihat lembut untuk menjaga dan agar sance tak terlepas selalu ada di sisihnya. Setiap kata yang di ucapkan dengan tegas. Bagaimana dia mengabaikan ego untuk mengatakan perasaannya kepada sance, terang-terangan akan mengejar kemanapun sunce pergi meskipun ke planet mars sekalipun akan dikejarnya, rela masuk ke dunia sance yang jauh berbeda dari dunianya. Dan berkorban untuk pembuktian cinta dan melindungi pasangannya.

Persahabatan F4 tak kalah indahnya dimana mereka dengan tulus saling memperhatikan, membantu namun tidak mencoba untuk mengusik kehidupan pribadi. Saling mendukung dengan apapun yang sudah di putuskan ga ada kata menggurui, mereka ga sesekalipun memberikan pendapat dan lebih menanyakan rencana kedepan yang akan dilakukan. Sikap Hua ze lei yang selalu ada disaat shan cai mengalami masalah, rasa suka yang tertuju kepada sance dipendamnya sendiri hanya untuk persahabatan. Seorang pendiam namun berpikiran cepat.

Selalu ada disaat teman membutuhkan, namun tidak memberikan beban kepada yang lainnya, persahabatan yang tulus tanpa ada sedikitpun perasaan iri, menikung atau semacamnyalah dan itu sudah sangat langka di jaman sekarang. Tidak ada ego dalam persahabatan mereka.

Shan cai yang susah untuk mengutarakan perasaan, dan memang di awal bila ga terbiasa akan susah mengatakan apa yang menjadi kecamuk di dalam hatinya namun jika sudah diawali maka selanjutnya akan sedikit mudah mengutarakannya. Shan cai butuh penegasan untuk meyakinkan hatinya bahwa perasaannya tidak salah dalam memilih. Dan dari sini kita bisa belajar bahwa pasangan kita membutuhkan pengakuan (ucapan), ungkapan perasaan rasa sayang yang juga ingin di dengar bukan hanya dengan perbuatan. Meskipun dengan perbuatan bisa dilihat namun ketika mendengar pasangan mengutarakan rasa sayang, cintanya seperti ada aliran listrik yang tiba-tiba merasuki seluruh badan. Perasaan hangat dan menenangkan. Terasa seperti ada pesta kembang api di kepala, kemeriahan yang tak bisa terbayangkan.

Dan ketika melihat sosok Dao ming si dengan sorot mata yang tajam, pendirian kuat dan tau apa yang dilakukan (otaknya jalan) itu bikin senyum-senyum sendiri. Muka garang namun hati lembut dan tau bagaimana memperlakukan (menjaga) wanitanya dan memberikan penghormatan tertinggi untuk cinta. Sosok arogan namun ketika sudah tersentuh oleh cinta maka lumerlah dengan seketika. Jadi ingat kamu yoo, terlebih bentuk wajahnya hampir sama (bentuk wajah ya bukan tampang) ketika melihat rambutnya aaah sukses dah pengen jambakin rambut kamu. Baper parah dah nontonnya.

Drakor yang memberikan pelajaran tentang bagaimana memperjuangkan dan pembuktian cinta, kuatnya jalinan persahabatan yang melebihi persaudaraan, perjuangan hidup yang tak kenal kata menyerah untuk bisa mendapat pengakuan dan kesuksesan, pengorbanan cinta meski tak memiliki namun tetap merasa bahagia. Setiap orang punya masalahnya sendiri-sendiri untuk menjadi dewasa dan dengan selalu berada disisihnya untuk memberikan suport itu sudah membantu dan memberikan kekuatan untuk terus maju.

Menurutku bagus versi yang sekarang ya. Alasannya yg dulu dao ming si sukanya pake singlet dan badannya terlalu bidang berotot (ga begitu suka liatnya). Klo yg sekarang ekspresi wajahnya pas. Antara garang, imut, lucu, gemesin, galak komplit terlihat semua. Karakter setiap pemainnya pas tapi kurang suka dengan pemainnya shan cai.(19/09/18)

Kemarau Panjang

Musim kemarau yang berkepanjangan membuat rumput, pepohonan dan tanaman lainnya kering meranggas. Musim hujan yang tak kunjung tiba, udara di siang hari semakin panas oleh polusi dan semakin tergusurnya tanaman oleh beton-beton yang menjulang tinggi dan aspal. Menambah ketersediaan air tanah semakin berkurang.

Musim yang tak lagi bisa di prediksi. Memang di bulan ini di kotaku sudah dua kali turun hujan, namun itu hanya percikan air dari langit yang menyapa tanah dan pepohonan. Tak bisa aku rasakan kesejukan, bau khas tanah kering yang terkena siraman hujan itu sama sekali tak ada.

Kekeringan mulai dirasakan oleh masyarakat, sedikit banyak berdampak dengan kehidupan sehari-hari. Air yang susah, terlebih tempatku termasuk pegunungan padas yang tak dilewati air pam. Untuk membuat sumurpun susah dalam menemukan sumbernya dan kalaupun bisa entah berapa puluh meter agar keluar airnya. Dulu ada satu sumur yang berhasil di buat namun itu tak mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat di sekitarnya hingga harus untuk memenuhi kecukupan air harus mencari air di daerah bawah yang letaknya lumayan jauh dari tempat kami, dan bila tak mau susah payah ada penyaluran air dari sumur yang di kelola perorangan yang harganya juga bisa dibilang lumayan mahal itu juga harus antri menunggu giliran karena hanya satu sumber yang tak hanya menyalurkan di satu tempat saja melainkan ada beberapa titik untuk menyalurkan.

Hingga suatu ketika dengan kegigihan dan keinginan yang kuat ada beberapa orang yang berinisiatif untuk mengajukan proposal pembuatan sumur bor (air titis), awalnya hanya menjadi bahan becandaan oleh yang lain yang dianggap sia-sia dan disepelekan. Namun karena kegigihan yang tek kenal lelah berjuang hingga sumur itupun jadi. Dan kini mereka yang pada awalnya menganggap mustahil ikut merasakan hasilnya. Kapanpun bisa menggunakan air, tempat penampungan selalu penuh terisi air, dan tak perlu lagi bersusah payah jalan jauh menyusuri jalan menanjak dan licin, ataupun harus beradu mulut dengan yang lain untuk mendapatkan giliran air.

Namun di musim kemarau seperti sekarang ini cadangan air mulai menipis. Terlebih tak banyak lagi pepohonan dan tanaman yang membantu menyerap air dikala hujan tiba. Air tanah mulai berkurang, sehingga air yang biasanya mengalir lancar harus di bagi-bagi agar semuanya cukup mendapatkan air, tak jarang harus bangun malam untuk menunggu air yang di alirkan agar tempat-tempat penampungan bisa terisi penuh. Musim kemarau berkepanjangan, debit air mulai menyusut sementara yang membutuhkan begitu banyak.

Bagaimanapun air adalah sumber kehidupan, jika ga dijaga dengan baik maka bisa jadi beberapa tahun kedepan krisis air akan lebih banyak dirasakan dan semakin panjang menghantui kehidupan. (19/09/18)

16/09/18

Apa yang bisa dilakukan?

Beberapa hari lalu iseng berpikir, bertanya mau melakukan apa ketika tidak tau mau ngapain. Lalu melihat tumpukan kain flanel yang sudah lama terabaikan tiba-tiba kepikiran asal mula berkreasi. Tekat yang datang ketika melihat begitu banyak karya orang-orang hebat di IG. Ada keinginan untuk mencoba, awal mula yang aku lihat berupa buket bunga dari kain flanel namun ga begitu suka bunga tapi ga ada salahnya mencoba dan tanpa sengaja menemukan pic kaktus yang terbuat dari kain flanel, mulai tu penasaran muncul tapi ga menemukan tutorialnya. Ingin mencoba membuat namun kebingungan seberapa ukurannya dan bagaimana membuatnya, fix ga jadi.

Kembali browsing, mencari-cari apa yang bisa dibuat dengan kain flanel. Ketemu gantungan kunci yang unik dan lucu. Mulai tu berburu kain flanel, ternyata banyam motif dan warna pengen borong semua deh rasanya. Namun ketika mencoba untuk membuat pola kesusahan, harap di maklum ga bisa gambar. Oke aku akal cari gambar yang simple tetep ga bisa. Ya aku coba untuk prin gambar dan mencetaknya tapi karena gambarnya ga 100% lurus menghadap ke depan maka saat membuat pola susah juga tu ngepasinnya. Ini masih semua pola aku jiplak dari gambar, sampai mata pun aku jiplak terlebih aku belum bisa jahit sama sekali. Jadinya belajar dari youtube bagaimana menyahit kain flanel. Aku berhasil bikin pola ya walaupun masih belum pas, seenggaknya sudah mau memulai itu langkah yang baik menurutku.

Potongan flanel yang kecil membuatku kesulitan untuk menjahitnya, inginnya di lem namun contohnya di jahit bukan di lem. Nah kan ribet, bahkan agar jahitannya pas aku gunakan jarum pentul untuk menyatukan. Jadi bila ada banyak potongan yang akan disatukan dalam satu bentuk bisa menggunakan banyak jarum pentul. Belum lagi tangan yang ketusuk jarum ketika menjahit. Sebuah perjuangan awal perkenalan yang berharga. Untuk menyelesaikan satu bentuk bisa butuh waktu lama pake banget. Lama-lama bosan mainan flanel, karena tidak bisa dan tidak menemukan solusi pemecahan masalah dan hasilnya juga ga karuan (parah) menurutku.

Dari kain flanel beralih mainan kaos kaki. Ini gegara melihat liputan di tv tentang boneka kaos kaki. Penasaran ingin buat dan alasan yang melatar belakangi boleka disukai anak kecil terlebih boneka yang bentuknya unik yang tidak pasaran. Mulai mencari tutorial dan berburu kaos kaki, setiap belanja kebutuhan rumah sekalian beli kaos kaki untuk disulap jadi boneka. Ga yakin, beli tuh bukunya untuk tau cara membuatnya. Perlahan aku pelajari, kaos kaki aku potong sesuai tuntunan di buku dan di youtube dijahit sebisa aku.
Karena kain kaos kaki yang mudah terkoyak ketika di jahit maka hasilnya ga karuan. Ditambah aku yang ga bisa jahit dan ketika menarik benang teralalu kuat sehingga jahitannya benar-benar ga rapi. Ternyata ga mudah membuatnya. Akhirnya menyerah juga terlebih harga kaos kaki yang tergolong mahal, karena aku mencari penjual yang harganya miring belum nemu maka berhentilah seketika. Dan kaos kaki yang masih utuh aku pakai sendiri, ya karena aku terbiasa kalau pergi menggunakan kaos kaki.

Masih mencari dan lagi-lagi menemukan pic kreasi yang menurutku unik, kerajinan dari kertas koran. Mulai aku telusuri dari mencari gambar hingga cara membuatnya. Dirasa sudah bisa langsung praktik, kebetulan di rumah banyak kertas koran mulai deh aku potong-potong, di linting menggunakan bantuan tusuk sate dan siap di anyam. Begitu banyak kerts koran yang aku acak-acak sampai kena marah simbok yang ga rela kertas koran yang biasa dituker cabe dipotong tanpa hasil. Mulai tu aku anyam dengan melihat youtube. Ini benar-benar kerja keras, saat melilit kerts koran hingga menjadi panjang saja membutuhkan tenaga hingga kedua tanganku sakit tapi ga menyerah hingga akhirnya jadilah ulir-ulir dari kertas koran. Yaa walaupun lama dan tak jarang ulir yang sudah di buat lepas ketika mau di buat dan itu bikin gemes.
Tak sampai disini, ketika sudah sukses membuat lalu kebingungan untuk pewarnaan. Menggunakan apakah seperti yang aku lihat di youtube ataupun di IG, kebanyakan menggunakan pernis untuk pewarnaan dan menguatkan, namun aku ingin beda dengan aneka warn lalu aku coba menggunakan cat yang disapukan dengan kuas hasilnya lumayan seh tp masih belum srek saja. Membayangkan kertas koran yang terkena air akan mengelupas. Mengingat tangan yang sakit, masih belum nemu formula yang pas untuk pewarnaan maka dengan berat hati stop padahal lipatan koran masih banyak yang belum dianyam. Ya sudahlah terima saja resiko kena omelan maknyak yang awetnya kaya di formalin.

Bosan ga ada kegiatan kembali lagi mainan kain flanel. Kali ini mencoba untuk membuat boneka jari. Pertama kali kepincut saat melihat kreasi dari IG hasil yang bagus dan melihat dari fungsinya untuk edukasi anak berimajinasi dan membantu orang tua mendongeng untuk anaknya, hal yang sekatang ini amat sangat jarang dilakukan. Tapi ukurannya seberapa....???
Mengarang dengan ngepasin ukurannya dengan jariku sendiri. Bagaimana jika jarinya gede atau kecil (jari anak kecil)... jeng-jeng-jeng jeeeeeeng.....
Nekat. Yang jadi patokan jariku, mulai membuat berbagai bentuk dan mencoba menjual online. Selain jual online inginku buka lapak di tempat wisata atau di CFD atau ikut pameran(tapi bayar) namun ada rasa takut tidak laku terlebih bagaimana jika biaya sewa mahal dan ga bisa balik dari hasil penjualannya. Dan karena masih belum ada pesanan dan belum ada solusi menjual maka mulai surut kepercayaan diri dan perlahan malas untuk meneruskan. Padahal hasil kerajinanku ga jelek-jelek amat tapi mengapa jarang yang lirik (tanda tanya besar yang belum ketemu alasannya)

Mulai mencari kreasi yang bisa dipraktikan. Browsing dan ketemu kerajinan dari stik es krim. Begitu banyak contoh kreasi indah yang aku temukan dan itu membuatku penasaran untuk mencoba. Oke, saatnya berburu stik es krim. Awalnya beli di toko perlengkapan jahit namun stiknya kualitas jelek. Panjang dan tebal tidak sama, dan pinggirannya tidak rapi. Iseng cari online, nemu deh harga lumayan murah kualitas juga lumayan. Mulai deh berlagak sibuk tempel-tempel stik es krim dengan contoh dari pic hasil browsing dan video youtube. Hasilnya lumayan lah ya, termasuk rapi. Lalu yang jadi kendala, bagaimana menjualnya.....
Stik es krim jika di jual online, ketika ada yang pesan sedikit susah untuk pengirimannya dimana harus membungkusnya dengan kardus dan ongkirnya jatuhnya akan mahal karena jika barangnya kelihatan gede ongkir di hitung dari volume, bisa saja ongkir lebih mahal dari barang yang di beli. Dari sinilah ada rasa tidak enak. Trus mau bagaimana.....
Dan akhirnya balik lagi ke kain flanel. Kali ini bukan kembali membuat boneka jari melainkan membuat aneka replika makanan, hiasan pensil, pembatas buku, gantungan kunci. Sebenarnya masih banyak ide yang berseliweran tapi bingung cara eksekusinya bagaimana. Ini lumayan ada yang pesan.
Oh ya pernah ada yang nawari untuk memberi pelatihan itu setelah melihat IG ku. Sebenarnya ingin dan memang itu tujuan yg memotifasi aku untuk berkreasi namun yang aku ga yakin secara itu aku juga sudah agak lama off mainan flanel. Beneran bukan ga mau namun aku merasa belum pantas mengemban tugas itu. Dan dengan berat hati aku menolak karena merasa belum mampu, sebagai gantinya aku juga mengusulkan seseorang yang menurutku mampu. Kebetulan beliau kesehariannya kreasi yang ingin di ajarkan. Sepertinya seh deal ya. Aku ga tau kelanjutan pastinya bagaimana. Sebenarnya sayang melepas kesempatan yang datang, tapi apakah harus nekat bila dirasa belum menguasai medan. Itu sama saja menjerumuskan. Mungkin suatu saat nanti.


Ini ni yang namanya ga konsisten. Bukan menciba membuat tren malah mengejar. Sudah lama ingin bisa merajut dengan segudang impian denga rajutan. Dan gegara mba tami aku mulai merajut. Melihat mba tami bisa membuat tempat hp, makanya ada keinginan untuk bisa. Mulai deh beli perlengkapan rajut dari datang langsung mencoba dengan melihat youtube untuk belajar. Ga mudah uiii, harus menghitung dengan hitungan yang pas. Semalam satu bentuk belum terselesaikan, lanjut esok hari. Walaupun jari sudah sakit dan pergelangan tangan pegal tetep ga luntur usaha untuk bisa. Beberapa kali mengulang agar hasilnya bagus, pantang berhenti sebelum jadi. Dan ketika sudah jadi senang juga. Ternyata seperti ini, ya walaupun sebenarnya salah satunya ada hitungan kelopak yang salah namun melihat hasilnya lumayan lah ya sedikit terobati rasa penasatanku yang sudah lama mengendap. Mau coba bikin tas, tapi.... melihat begitu banyak simpul dan hitungan terlebih penjelasan yang masih belum bisa aku cerna dengan baik meskupun sudah berulang-ulang didengar. Pupus. Meskipun keinginan untuk bisa membuat tas dan kupluk untuk yongsa masih ada hingga kini.
Mungkin bila bisa membaca simbul merajut bakal mudah ya mengerjakannya.


Merajut ga selesai kini beralih ke tali kur. Melihat tas dari tali kur sama indahnya dengan merajut maka aku coba saja membuat tas dari tali kur. Awal buat belajar dari youtube orang luar yang ga ngerti bahasanya asal ikut saja bagaimana mengikatnya dan bisa, tapi ketika membuat alasnya inilah permasalahan di mulai aku ga bisa. Berulang kali aku pantengin videonya perlahan di ulang tetap ga paham. Akhirnya nyari tu cara buat alas yang bahasa Indonesia dan video mudah di pahami, tapi ga ada. Ada satu yang lumayam jelas oke aku ngikut namun hasilnya aneh. Ini bukan salah video, melainkan aku yang ada sala ikat makanya malah bentuknya jeber seperti kipas. Dan ketika membuat untuk yang kedua kalinya tetap masih sama. Kebanyakan simpul malah bergelombang.

Mengingat semua kerajinan yang sudah aku coba, baru keingat jika semua ini kerajinan yang biasa dilakukan oleh ibu-ibu. Antara satu dan yang lain saling berhubungan, andai aku bisa kuasai semua pastinya keren. Dengan begitu aku bisa membagikan ilmu kepada ibu-ibu di sekitar rumah agar mereka punya kesibukan yang menghasilkan. Dan aku sungguh ingin bisa semuanya. Pesanan kreasi flanel masih belum selesai, keinginan untuk mainan kertas koran dan kaos kaki muncul kembali, membuat tas tali kur juga masih ingin, merajut masih bikin ku penasaran, lalu belajar jahitnya kapan mulai agar bisa mainan kain. Oke, serius besok mulai ngebut kerjakan pesanan dan membuat apa yang bisa dikerjakan. PR blog juga masih banyak menanti. Bumihangsuskan malas, semangati diri sendiri untuk terus berkreasi, berjuang untuk tugas mulia. Cayoooo (16/09/18)

Note untuk coretan


Bicara soal coretan ga akan ada habisnya, karena pada dasarnya sebagian orang suka dengan menulis dan sebagian lagi menjadi penikmat tulisan. Dan aku menjadi salah satu orang yang ada diantara keduanya, walaupun coretanku bisa dibilang jauh dari kata bagus namun kebiasaan menulis diary dari kecil membuatku lebih suka menuangkan apa yang dirasa, dilihat, didengar dan berbagai unek-unek serta imaji intinya semuanya yang ada di pikiran lah bisa tersalurkan lewat coretan. (Ga semuanya seh, hanya pas ingat dan tau darimana memulainya baru bisa nulis).

Awal nulis di buku, diary lah istilah kerennya. Jangan tanya umur berapa karena beneran ga inget, yang jelas SD sudah mulai deh kayanya. Ketika kemunculan blackberry dan sudah bisa beli mulai beralih ke notes hp, ini lebih ringkas sebenarnya dimanapun ketika ada cerita langsung bisa berimajinasi dituangkan di dalam notes. Di simpan baru deh jika sudah banyak di up ke blog. Lalu pas sudah punya lepi beralihlah, suka menggunakan lepi untuk menulis langsung ke blog walaupun terkadang masih menggunakan sesobek kertas ataupun buku diary. Dan sekarang ketika jaman android mulai deh instal aplikasi. Sudah banyak aplikasi yang aku coba dari diary beraneka bentuk sampai notes juga sudah aku jelajahi dan pilihan jatuh ke aplikasi notebooks.

Berbagai macam aplikasi diary sudah aku coba, banyak yang bentuknya lucu (ini alasan instal aplikasi) namun ga ada yang srek, karena ada yang ga bisa muat banyak kata, ada yang ga bisa ditaruh gambar, ada yang menyimpan di kalender (seperti agenda, sedikit kesusahan nyari karena ga setiap hari nulis) dan hampir semuanya file yang tersimpan menjadi satu, berderet. Kalaupun bisa dikelompokkan dalam satu file itu sedikit ribet prosedurnya. Yang paling ga ngenakin jika masih nulis sebagian lalu keluar tanpa di save maka akan hilang (tidak bisa otomatis simpan)dulu sering tu kejadian kaya gini, padahal kalau mengulang belum tentu alur bisa sama seperti sebelumnya. Jika menggunakan aplikasi note hanya bisa poin-poin saja dan ada kapasitas kata yang digunakan. Dengan kata lain note ya fungsinya seperti pengingat kegiatan keseharian.

Namanya coba-coba mencari yang di anggap sesuai dan enk, walaupun sudah instal notesbook tetep mencoba yang lain untuk pembanding namun satu-persatu gugur (uninstal). Dari awal suka dengan aplikasi notebook, secara bentuknya yang unik dan bisa mengelompokkan coretan sesuai kebutuhan. Bisa menyimpan banyak file dalam satu book dan yang terpenting coretan akan tersimpan secara otomatis ketika keluar tanpa save terlebih dahulu. Entah sudah berapa kali aku instal aplikasi notebooks ini, ketika hp hank instal ulang, ganti hp instal lagi hingga sekarang masih bertahan dari yang belum dilengkapi kunci hingga sekarang notebooks sudah dilengkapi dengan sandi jadi bila ingin terjaga keamanan dari tangan usil maka gembok saja. Dan jika mau beli aplikasinya juga sudah tersedia.

Walaupun begitu buatku ada sesuatu yang mengganggu, bukan iklan. Ya kalau iklan bisa di maklumi lah mengingat aplikasi gratis dan pembuatnya juga ingin mendapatkan hasil dari jerih payahnya ini. Sekali lagi bukan iklan ya, walaupun sebenarnya sekarang iklannya termasuk banyak itu anggap saja konsekuensi gratis. Yang menjadi permasalahan adalah pic, ketika aku ingin menggunakan pic dalam coretanku pic yang sudah aku upload itu masuk ke halaman lain. Jadi seperti ada tempat tersendiri untuk menaruh gambar yang dipajang. Padahal terkadang cerita muncul bila melihat gambar, atau kita ingin bercerita dengan gambar tapi jika tak bisa melihat gambar secara langsung bingung juga mengingat cerita yang ingin di tulis. Aku bukan golongan orang yang hapalannya bagus, tapi soal ingatan jangan diragukan.

Untuk menyiasati masalah seperti ini maka untuk menceritakan gambar, aku gunakan notes bawaan hp yang bisa upload gambar dan bisa menulis dibawahnya langsung. Dan enaknya menggunakan notes saat menyimpan otomatis terlihat tanggal coretan ini di buat.
"Lalu mengapa tidak menggunakan notes bawaan smartphoon saja biar lebih ringkas?" Hmmmm..., pengennya seh begitu namun tak jarang coretanku masih setengah jadi, bahkan hanya penggalan beberapa kata dan jika menulis di netes maka bisa terkubur berada paling bawah dan entah kapan coretan itu bisa selesai. Bila menulis di notes harus rajin save bila ingin keluar dari aplikasi jika tidak ingin tulisannya hilang. Notes sistem penguncian sedikit ribet dan kupilih tidak menggunakan.

Kesimpulannya aku gunakan 2 aplikasi untuk menyimpan coretan yaitu notebooks untuk tulisan saja dan notes bawaan hp untuk coretan yang membutuhkan gambar. Tapi tetep kertas/diary masih saja pake.

Kembali lagi ke selera ya, kebutuhan setiap orang berbeda-beda dan tinggal pilih yang manapun sebenarnya ga ada masalah tergantung srek yang mana itu saja yang di pakai. Ga masalah apapun aplikasi yang di pakai, yang terpenting jangan berhenti untuk terus berimajinasi dan bercengkrama dengan kata ya. (16/09/18)

12/09/18

Mengurai Benang Kusut


Dan terjadi lagi, tanpa disengaja dengan benang yang lumayan panjang tarikan dari jarum yang merapikan kain flanel ini kusut. terlalu banyak bagian yang ikut terlilit dan bertambah sulit di urai ketika tertarik.

Seperti masalah yang tak bisa disangka-sangka datang menghampiri, bila terlalu dipikir tidak menemukan solusi malah bikin kepala seperti mau pecah saking kalutnya.
Apakah harus langsung dipangkas saja agar semuanya selesai dengan cepat???! 
Apakah bila dipangkas benar selesai.....???? Bila bisa begitu wooow banget ya, ga ada lagi obat sakit kepala dan uang di dompet bakal aman karena ga ada orang yang stres. Memotong masalah hanya akan menimbulkan permasalahan baru, seperti benang ini jika aku potong memang akan selesai tinggal melanjutkan lagi, tapi apa ga sayang dengan benang yang masih panjang terbuang percuma sedangkan jika digunakan lagi juga nanggung bisa saja hanya beberapa tusukan akan berhenti untuk mengganti benang yang baru, atau bisa saja ketika memulainya lagi akan terganjal dengan masalah yang sama (ini pernah aku alami dan rasanya bikin garuk" kepala yg ga gatal).


Lalu bagaimana cara mentelesaikannya.....????
Ga tau cara mudahnya bagaimana, namun sekarang mending minum tah hangat dulu saja, sedikit mengulur waktu untuk berpikir dan memanjakan diri dengan yang hangat sambil menikmati awan putih yang bergerak dari jendela.

Masalah....
Hal yang ga bisa di hindari dan tak pernah permisi ketika bertamu. Sebaiknya dicoba untuk mengurai yang menjadi hambatan agar kedepannya tidak menjadi penghalang. Sabar dalam mengurai, perlahan, santai dan tenang. Bila terjadi masalah slow, dinginkan pikiran jangan malah meletup-letup kaya jagung yang dipanasi. Kalau sudah panas ya jangan ikutan panas, imbangi dengan tetap waras agar otak tetap bekerja karena jika mengikuti emosi malah yang ada lilitan itu semakin kencang dan jika sudah begini ga ada celah/jalan lain kecuali memotongnya.


Meskipun sudah berulang-ulang dihadapkan dengan permasalahan, malah mungkin masalah yang sama namun untuk menyelesaikannya belum tentu bisa sama. Tarik sana tarik sini agar sedikit kendor ikatan dan baru deh butuh sedikit tarikan untuk bisa menguraikannya.

Nah benar kan, akhirnya terurai juga benang kusutnya. Butuh kesabaran dan slow. Ketika eksekusi berikan ruang untuk memahami letak permasalahan dari beberapa surut pandang, kalau dari sudut sini ga bisa ya dicoba sisi yang lainnya siapa tau ada kemungkinan, dan ketika sedikit bisa bernapas jangan langsung gas pol lagi menariknya namun tetap perlahan, karena ketika belum sepenuhnya terurai sementara kitanya menganggap tinggal satu tarikan dan selesai semuanya maka benang itupun bisa saja tersendat dan membuat simpul/ikanan lagi dan ikatan itu bisa jadi lebih erat dibanding sebelumnya. Untuk itu perlahan saja hingga benar-benar terurai dengan baik.

Benangnya tidak semulus di awal, ya mungkin karena sudah terlalu banyak gesekan kali ya. Namun yang namanya hidup ga adalah ya yang namanya murni dan mulus. Pasti lah pernah mengalami yang namanya terluka, itu wajar yang penting bisa kembali ke semula. tidak penting seberapa kucelnya benang bahkan bisa jadi ada serat yang sudah mulai renggang dan terputus tapi dengan kembali merajut simpul-simpul kehidupan maka kain flanel itupun akan menjadi indah. Bekerjasama untu membuat sesuatu yang indah butuh perjuangan dan kerja keras.

Benang yang kusut memang tidak bisa kembali seperti semula, namun bila masih bisa digunakan untuk menyulam kehidupan maka itu akan berguna bagi orang lain. Bukan tentang keegoisan ataupun siapa yang benar dan siapa yang salah, namun tentang bagaimana kita duduk bersama dan menyatukan pandangan melihat ke satu titik permasalahan dan bekerjasama untuk mencari solusi agar keruwetan itu bisa kembali membaik. Tubuh adalah satu kesatuan dari berbagai macam ornamen di dalamnya yang bekerja sama sehingga bisa melakukan aktifitas, berpikir dan menjalani hidup dengan baik. Maka dari itu bila ingin menjalani hidup maka tanamkan kerjasama dan merendahkan ego yang tidak pada tempatnya. Berpikir positif dan berlatih sabar ya. (12/09/2018)

11/09/18

Benang dan Jarum


Untuk bisa mendapatkan jahitan yang pas seperti ketika menggunakan mesin jahit tidaklah sekesip mata namun membutuhkan jam terbang yang tinggi. Di awal-awal untuk menyelesaikan satu barang membutuhkan waktu yang lama, bahkan bisa seharian penuh baru deh selesai, itupun hasilnya jauh dari kata bagus. Jahitan yang bergelombang dengan jarak yang tidak sama, ada yang terlalu lebar dan ada yang terlalu rapat. belum lagi saat menjahit printilan kecil sebagai hiasan itu bisa butuh perjuangan banget, malah awal untuk memudahkan peletakan aku gunakan lem untuk membantu karena bila hanya menggunakan jarum pentul itu masih bisa bergeser.

Jangan ditanya lagi berapa banyak jarum yang sudah mengenai tangan, berapa banyak kegagalan membuat pola dan menggunting, dan masih banyak hasil yang tak sesuai dengan perkiraan, semuanya itu pembelajaran.

Penarikan benang untuk mendapatkan jahitan yang rapi sangat berpengaruh. Semakin kencang menarik maka bahan akan terlihat kusut dan bergelombang, sementara jika tarikan kurang kuat maka benang akan kendor dan itu tidak membuat kokoh jahitan.

Terus mencoba tanpa henti, biasa karena terbiasa dan untuk membiasakan itulah membutuhkan latihan, usaha berulang-ulang hingga pada saatnya nanti seberapapun jahitan yang akan dibuat ga akan jadi masalah dan akan selesai sakecip tring, menjadi hal gampil saja.

Bila ada kemauan dan usaha, menggeber rasa penasaran untuk mencoba maka akan bisa menyelesaikam tantangan dari diri sendiri. Itulah pemenang sejati, pejuang yang sesungguhnya. (11/09/18)

06/09/18

Mengurus Surat Tilang

Pagi kira-kira jam 9 berangkat untuk mengambil barang dan pulangnya mau mampir beli cilok. Tempat jualan cilok langganan sebenarnya terbilang berlawanan arah dari tempat pengambilan barang, ya karena sudah beberapa hari pengen maka aku tekatinlah untuk beli sekalian jalan-jalan ngelemesin otot daripada di rumah terus. Tapi aku pikir-pikir jam segini masih kepagian, belum buka maka dari itu aku ubah haluan beli jajan pasar saja deh ya.

Kebiasaan ngikutin mobil di depan kambuh deh, untuk beberapa orang pasti tau kebiasaan ini. Dan ketika di perempatan lampu merah mau belok kanan, berhubung mobilnya langsung belok ikutanlah belok dan akibatnya disuruh minggir tu ama pak pol, jujur ya ga suka ama caranya. Pak pol minta ditunjukin SIM dan STNK, ketika melihat STNK pak polnya bilang
"Mau kemana mbak?" Tanya pak pol sambil menunggu surat-surat yang diminta.
"Pulang pak".
"Rumahnya mana?"
"(Nyebutin tempat)
"Bulan depan ulang tahun ya" aku tau seh maksudnya bulan depan pajak motor.
Aku mah cuek aja tanpa ekspresi, baru deh si pak pol bilang jika tidak ada tanda langsung belok harus ngikuti lampu. Aku ingat-ingat lagi tu tadi di lampu merahnya ada tandanya apa enggak ya...

Ngalamat kena deh, SIM dan STNK dikasihnya ke petugas yang catat tilang. Dengan santainya aku ikuti pak pol dan meninggalkan motor begitu aja di depan gerbang entah itu gudang atau apa dan itu masih fungsi atau tidak juga ga tau. Ada dua petugas pencatat, di buatin surat tu ama petugasnya.
"Nomor teleponnya berapa, untuk bayar di bank" aku sebutin lah nopeku dan di tulis di atas ( dibagian yang berwarna abu-abu)
Ketika menyerahkan surat tilang si bapak tanya yang mau di tahan SIM atau STNK
Surat tilang yang diberikan yang warna biru. Dulu pernah kena dikasihnya yang warna merah (tahun 2015)
"Bedanya apa pak...?" Tanyaku untuk memperjelas bedanya yang di tahan SiM atau STNK
"Sama saja, terserah mba pilih yang ditahan SIM atau STNK" dan akhirnya yang aku berikan SIM.
"Nanti ambil SIM-nya dimana pak?" sambil menunjuk SIM yang ditaruh ke kantong.
"Jika ikut sidang diambil di pengadilan, bisa juga setor di bank, nunggu sms dulu paling 2-3 hari baru bisa dibayar"
"Pengadilannya mana ya pak?"
"Dekat musium ronggo warsito"
Dengan tampang mikir yang menerka-nerka letaknya musium sebelah mana. Sepertinya si bapaknya tau jika ga ngerti makanya dia menjelaskan arahnya.
"Kalau bayar di bank trus ambil dimana"
"Nunggu dapat sms dulu untuk mendapatkan nomer baru bisa dibayar, sms ditunggu 2-3 hari ya. Sekarang bayar di bank juga dikenakan denda minimal"
"Trus ambilnya dimana...???"
"Kalau sudah bayar ambil nya di polsek semarang selatan, bagian kanit lantas"
"Itu mana pak???" Beneran ga ngerti aku mah
"Lamper tengah, tau SMA 11 maju dikit"
Sebenarnya mau tanya letak SMA 11 sebelah mana tapi urung tanya. Karena dalam bayanganku polsek letaknya di jalan majapahit (sepertinya salah)

Si bapak sudah buat lagi tu surat untuk cowok yang juga kena. Dan si cowok ini memilih bayar di bank dan yang di tahan STNK saja. Ternyata motorku sudah di pindahin ke dalam halaman sama si pak pol, entah yang mana. Dan aku masih belum beranjak dari sana, mengamati beberapa orang yang kena dan membaca surat tilangnya. Sambil mengenakan perlengkapan secara perlahan aku masih mengamati pak pol yang membuat surat tilang. Sementara pakpol yang satunya kosong dan dia melihat terus ke arahku, mungkin dia geli kali ya ada orang yang sama sekali ga ngerti arah. Tapi kalau dilihat-lihat sepertinya ga asing dengan wajahnya tapi siapa...? Apakah dia teman sekolah atau jangan-jangan tetangga jauh. Wesben lah, masih gondok kena tilang akhirnya ga jadi beli jajan pasar pilih langsung pulang saja. Ngirit uangnya buat bayar denda.

Dirumah browsing cari artikel tentang pelanggaran tilang pasal 287 (1) namun ga ada penegasan denda minimalnya berapa dan kebanyakan masih mempersoalkan surat tilang warna merah dan biru.

Kena tilang hari rabu, aku hitung berati kira-kira dapat sms kalau ga jumat ya sabtu. Benar tu akhirnya dapat sms hari jumat tapi sudah siang banget, mau ke bank malas diluar panas banget. Senin lah bayar.

Senin, tanggal 3 september berangkatlah untuk membayar. Karena di sms bilangnya bisa bayar di ATM bank lain pikirku berati bisa donk dibayar di ATM BRI kalau ga di ATM BCA. Mulai deh cari ATM BRI tapi ga bisa, oke aku cari lagi ATM BCA dan ternyata ga bisa, ketemu ATM BRI dicoba lagi tetep ga bisa. Ya sudah lah cus ke Bank BRI, mikir mau ke cabang yang mana, akhirnya pilih yang searah saja meskipun tau pasti rame. Masuk sudah di sapa satpam, ditanya keperluan dan aku bilang saja mau bayar tilang pak satpam bilang jika antrian ramai, namun akhirnya aku pilih tetap nunggu sajalah sudah sampai sini. Mendapat nomor 52 sedangkan sekarang masih urutan 30an kalau ga salah inget.

Dan benar saja disana sudah banyak antrian sampai ada yang tidak kebagian tempat duduk. Berdiri di dekat ATM karena ga dapat tempat duduk dan biar ga menghalangi jalan.
"Antriannya panjang banget pak"
"Biasa mba, tanggal segini banyak yang ambil pensiunan"
"Gimana mau ditunggu "
"Iya lah pak sudah sampai sini. Soalnya tadi udah coba bayar lewat atm ga bisa"
"Dicoba lagi saja mba"
"Tadi sudah coba 3x ga bisa, pake atm bca juga ga bisa"
"Nah belum yang ke 4, siapa tau disini bisa, jangan-jangan salah pilih menu"
Iya juga seh ga ada salahnya coba, lagian antrian juga masih panjang. Akhirnya aku coba dan di pandu si bapak satpam dan hasilnya memang ga bisa.

"Kena dimana mbak? Tanpa pak satpam penjaga pintu yang berdiri di dekatku.
"Perempatan (nama tempat) pak"
"Pasti kenanya pagi, kisaran jam segini"
"Iya. Mestilah pak klo siang udah pada bubar"
Nunggu antrian lumayan lama juga. Sebenarnya mau tanya sama pak satpam polsek semarang selatan itu dimana, tapi ga jadi nanti saja tanya tukang parkir.

Dan akhirnya giliranpun tiba. Sampai di teller ditanya keperluan, aku bilang mau bayar briva tilang. Mba teller tanya nomor tilang dan menyuruhku untuk ttd slip. Sambil menunggu mba teller tanya.
"Kena dimana mba?
"Perempatan (nama tempat) mba"
"Pasti ngumpet ya mba"
Rasanya pengen ketawa kenceng ternyata si mba teller hapal, mungkin pernah kena juga kali ya.
Habisnya 60rb, mungkin yang dimaksud denda minimal ini kali ya. Selesai jam 10:13:57

Selesai langsung mau ke polsek ambil SIM. Di luar tanya tukang parkir polsek semarang selatan.
"Mas polsek semarang selatan itu mana ya?" Tanyaku kepada tukang parkir
"Semarang selatan gajahmungkur mba".
Nah mana lagi itu, kok beda dengan yang dibilang pakpol.
"Katanya dekat SMA 11 mas"
"Yang dekat SMA 11 polsek lamper mba"
"Kemaren bilangnya ambil di polsek semarang selatan depan SMA 11 mas"
"Kalau SMA 11 jalan ini lurus saja mentok belok kanan, lurus belok kiri, belok kiri lagi"
"Jalan ini mas" sambil nunjuk jalan di depan
"Iya ini lurus saja, belok kanan, belok kiri kiri lagi"
"Iya, belok kanan, kiri, kiri. Makasih ya mas"
"Iya mba. Beloknya kanan, kiri, kiri".
"Iya".

Mulai mencari sesuai petunjuk arah, akbirnya ketemu juga meskipun sempat salah belok. Tapi kok sepi benarkah ini yang di maksud?! Mau masuk ke dalam akan tetapi di pagar ada tulisan besar tamu parkir di luar. Nah ini juga jadi tanda tanya besar, kenapa tamu malah disuruh parkir di luar?????? Karena ga yakin akhirnya aku berbalik pergi, tapi sepertinya beneran itu tempatnya. Balik lagi ke tempat tadi, memarkirkan motor di luar. Masuk ke dalam ada pak pol yang piket
"Permisi pak, kalau mau ambil SIM dimana ya"
"Gedung samping dekat parkiran"
"Iya, makasih pak"
Bergegas ke gedung sebelah, tapi pintunya tutupan semua. Sebenarnya sebelah mana bangunan yang dimaksud, balik lagi ke pak yang jaga.
"Yang sebelah mana ya pak?"
"Samping parkiran persis"
"Pintunya tutupan"
"Kalau tutup berati pada keluar semua. Coba saja di ketuk"
Lalu balik lagi ke tempat yang di maksud 'kanit lantas' aku ketok berulang-ulang sepi ga ada tanggapan. Balik lagi ke pak penjaga.
"Ada ga..."
"Aku ketuk-ketuk ga ada orang"
"Berati masih keluar semua kalau kosong"
"Memangnya ga ada yang jaga pak?!"
"Tadi ada orang ga, kalau ga ada berarti tugas luar semua"
"Pulangnya jam berapa pak"
"Ga tau pasti sampai jam berapa, biasanya jam 12an sudah pulang"
"Kalau besok ada ga ya"
"Belum tau, tergantung besok ada jadwal keluar atau tidak"
"Kalau keluar jam berapa pak"
"Ya jam segini, kalau tugas luar. Sepertinya hari ini pada keluar semua..... (entah apa yang di bicarakan ga mudeng dia juga memperlihatkan langsung dari polsek entahlah apa ga mudeng. Kepalaku udah mulai pusing dan mulai emosi dengan si bapak ini)
"Kalau besok ada orang ga ya"
"Belum tau besok ada tugas luar atau tidak. Itu rahasia tidak boleh bilang nanti bocor"
Sungguh menguras tenaga bicara dengan ni bapak. Andai saja ketemu orang lain disana milih tanya ama yang lain deh ya. Jujus aku ga peduli besok ada rasia atau tidak yang aku tanya itu besok ada orang jam berapa agar aku bisa ambil SIM ku. Ini malah muter-muter ga karuan.

Aku lihat si bapak kerjanya mantengi komputer cctv ditemani gorengan tahu isi tinggal 1 di cawan kecil.
"Biasanya pagi buka jam berapa pak?"
"Kalau pagi jam 8 sudah ada orang. Biasanya jam 8 apel dulu baru nanti jam 9 kalau ada jadwal baru keluar semua"
"Berati jam 8 ya pak"
"Iya jam 8 pasti sudah ada orang "
"Yaaaah"
"Nanti jam setengah 1 balik kesini lagi saja"
"Besok pagi aja deh. Siang panas"
"Pake mobil kalau ga mau panas"
"Macet"
"Pake helikopter..."
Dan aku tinggalin tu pak pol yang ga ngenakin. Sengaja pintu ga aku tutup sampai pak pol berdiri nutup pintu. Bener-bener dongkol ama ni pak pol. Terlalu berbelit-belit dan masa ya nga ngerti temannya tugas atau tidak, lalu tugasnya itu apa disana.....???????!

Bok ya dari awal ditanya bilang sekarang semua personil tugas luar, jika mau nanti siang sekitar jam 1an balik kesini atau kalau tidak besok pagi jam 8an sudah ada orang. Gitu kaan enak dengernya juga adem, enggak malah berbelit-belit ngalor ngidul ga karuan.

Karena berhubung masih gedek dengan omongan tu bapak maka baru balik lagi hari kamis. Malah kepikiran suruhan orang ambilin, males ketemu lagi. Kalau ga inget ngurus sim mahal n ribet ga bakalan tu sim tak ambil. jam seyengah 9 berangkat langsung ke bagian kanit lantas kebetulan pintunya buka. Di dalam sudah ada beberapa pak pol yang sepertinya bersiap-siap tugas lapangan. Bersamaan denganku ada seorang bapak yang juga kena tilang. Mendengar pembicaraannya dengan petugas yang melayani si bapak kena tilang, waktu mau bayar ke bank oleh tellernya dikatakan jika nomer briva sudah terbayar, secara di cek oleh pak pol belum bayar. Kata si bapak menurut pengalaman teller bank sering juga mengalami problem seperti itu dan dengan teller disarankan untuk ke polsek yang bertugas untuk mendapatkan nomer briva baru. Oleh pak pol petugas disuruh untuk ke pusat agar diberikan nomer baru.

Saat pak petugas melayani si bapak, sempat aku bertanya dengan pak pol yang menyapaku di awal. Kalau yang ini petugasnya pada enak dan ramah.

"Pak mau tanya, kenapa mau bayar dari ATM ga bisa ya pak"
"Ya ga bisa bayarnya ke bank"
"Padahal di sms dikatakan bisa bayar lewat ATM BCA tapi aku coba dari atm bri ga bisa, dari atm bca juga ga bisa"
"Masa ga bisa"
"Beneran ga bisa, sudah aku coba 4 atm ga bisa"
"Berati jaringan di bank kurang mendukung"
"Saat menerima sms kan ada tu keterangan agar membayar h-4 sebelum tanggal sidang. Jika bayarnya pas tanggal h-4 berkas sudah di kirim ke pengadilan belum ya pak"
"Mba sidang tanggal berapa"
"Tanggal 14 sebtember"
"Sekarang tanggal 6 ya"
"Iya"
"Begini, biasanya berkas kita kirim ke pusat seminggu sebelum sidang" si bapak bertanya ke petugasnya berkas mau di kirim kapan, oleh petugasnya dikatakan hari ini mau dikirim semua.
"Berati kalau bayar setelah berkas di kirim ambilnya di kejaksaan ya pak"
"Tinggal sudah di serahkan ke kejaksaan atau belum oleh pusat. Jadi dari sini nanti di setor ke pusat dulu baru ke kejaksaan"
"Wah malah muter-muter" untung saja masih bisa di ambil disini kalau besok sudah muter kemana lagi dah tempatnya.

Giliranku sekarang, diminta bukti tilang dan slip pembayaran.
"Ini sudah di fotokopi mba?"
"Yang mana pak?"
"Keduanya"
"Belum".
"Keduanya di fotokopi dulu baru nanti kesini lagi. Disini keterangannya mba sudah bayar"
"Fotokopinya dimana ya pak"
"Dekat sini. Pintu gerbang belok kanan nanti ada gapura sebrangnya (pak pol menjelaskan tempatnya dengan detail dan mengulangnya tapi aku sama sekali ga ada gambaran, bahkan gerbang mana yang dimaksud juga ga tau deh)
"Iya, tunggu bentar ya pak"
"Iya mba, saya tunggu. Gerbang depan ya bukan gapura besar"
"Iya" padahal sama sekali ga ngerti yang dimaksud yang mana

Berputar mencari tempat fotokopi tapi ga ngerti dimana tempatnya. Pikirku kenapa ga di foto saja paling juga fotocopy buat arsip sendiri bukan untuk pakpol. Muter-muter ga nemu akhirnya ke tempat fotocopyan yang aku tau, tempatnya ya lumayan jauh seh. Tapi ga apalah daripada ga dapat malah muter- muter pakpol nunggu kelamaan ditinggal.
Berkas sudah di fotocopy balik ke kanit lantas bertemu pakpol. Serah terima, dan SIM ku balik.
Sebelum pergi aku tanya dengan pakpol
"Pak mau tanya bedanya surat tilang warna merah dengan yang biru apa?"
"Sama saja mba, sekarang yang digunakan warna biru. Jika warna biru bisa digunakan untuk membayar di bank ataupun ikut sidang. Tapi kalau dikasih merah juga bisa dipakai untuk membayar di bank".
"Sekarang yang dipakai yang biru. Kalaupun di kasih yang merah juga ga ada masalah"
"Sejak kapan pak menggunakan slip biru"
"Oh sudah lama mba, mungkin ada kali setahunan".
"Oh gtu. Makasih ya pak"
"Iya mba sama-sama"
Pulang deh, selesai urusan. (06/09/18)

Poin-poin untuk mengurus tilang.
1. Jangan berdebat lagi antara slip merah atau slip biru karena sama saja dan sekarang yang diberlakukan slip biru.
2. Mau bayar di bank ataupun ikut sidang sama saja. Jumlah denda yang harus di bayar akan diberitahukan lewat sms yang dikirim antara 2-3 hari setelah kena tilang. Sekarang dikenakan denda minimal mau di bayar di bank atau sidang monggo.
3. Bila ada kendala saat pembayaran briva tilang di bank, dalam hal ini pihak teller mengatakan jika denda sudah di batar padahal kita belum merasa membayar maka langsung datang ke polsek dimana SIM/STNK di tahan guna mendapatkan nomor briva yang baru ( biasanya akan di arahkan ke pusat) namun alangkah baiknya bila bertanya terlebih dahulu ya sama petugas di bagian kanit lantas.
4. Usahakan langsung di urus ya setelah mengetahui jumlah dendanya kalau tidak mau muter-muter untuk ngambil SIM atau STNK yang sudah di kirim ke pusat.
5. Berkas slip pembayaran dan surat tilang di fotokopy masing-masing satu lembar saja untuk arsip kita daripada muter" kaya pengalamanku.