24/03/13

Yogyakarta "Inginku Pulang Lagi"



Gumuk pasir  padang pasir yang ada di Parang Kusumo ini menjadi fenomena unik karena terbentuk di kawasan yang memiliki curah hujan tinggi dan merupakan satu-satunya yang ditemukan di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Selain Gumuk pasir Parang Kusumo Yogyakarta memang menjadi salah satu tujuan wisata yang terkenal bahkan hingga keluar negeri.

Yogyakarta memang istimewa kota tujuan wisata yang satu ini tak ada habisnya memukau para petualang dengan pesona alamnya, bangunan-bangunan bersejarahnya, kulinernya, pasar-pasarnya bahkan kebiasaan orang-orang jogja yang memegang teguh budaya, jelaslah jika julukan never ending asia memang benar ada dan tepat diberikan pada kota Yogyakarta. Selain julukan never ending asia nama Yogyakarta yang berarti kedamaian ini memiliki banyak nama julukan yang diberikan oleh para wisatawan mulai dari kota romantis, kota budaya serta kota seniman semua julukan tersebut memang sungguh tepat melekat kepada kota yang satu ini dan sejalan dengan komentar para wisatawan asing yang berpendapat Jogja adalah perpaduan modern dari seni dan dayatarik masa silam.

Pesona wisata Jogja makin kuat dengan adanya keraton Yogyakarta yang menjadi jangkar kekuatan budaya yang membuat kota ini begitu apik. Jangkar wisata Ngayogyakarta seolah tergaris dalam satu garis lurus dari monumen tugu Yogjakarta memanjang ke stasiun tugu melewati jalan malioboro sampai berakhir di keraton Ngajogjakarta. Disepanjang garis ini bertebaran spot-spot menarik di kanan dan kirinya, tapi tak melulu di pusat kota, paras pesona Yogyakarta juga merupakan tujuan wisata yang patut Anda kunjungi pesonanya. Mungkin tidak cukup waktu Anda untuk berlibur dan menjelajah Yogyakarta karena setiap sudut kotanya memiliki magnet tersendiri yang menarik Anda untuk mengunjunginya.
  •  Keraton Ngayogyakarta
Mengunjungi Yogyakarta tidak lengkap jika tidak mengunjungi ikon Yogyakarta yang satu ini. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Bangunan keraton dengan arsitektur Jawa yang elegan ini terletak di pusat kota Yogyakarta, bangunan ini didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Srisultan Hamengkubuono I pada tahun 1775. Keraton Jogyakarta memiliki luas 14.000 meter persegi ini adalah sebuah istana dengan pemerintahan yang menjadi salah satu obyek wisata favorit di kota Yogyakarta yang dapat dikunjungi oleh siapa saja. Langkahkan kaki Anda ke istana yang mengandung arti keagamaan filsavat dan kebudayaan yang terkandung dalam tiap detail bangunan serta orang-orang yang tinggal di dalamnya.
Komplek istana ini juga merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan yang masih terjaga hingga kini. Bungunan kesemuanya masih terpelihara dengan baik dan siap memusatkan Anda kemasa lampau.
  • Bale Raos

Masih dalam komplek keraton Yogyakarta terdapat sebuah rumah makan yang memiliki hidangan yang istimewa ala raja keraton. Sengguh istimewa karena pilihan menunya menyajikan hidangan khas sultan Hamengkubuono I hingga Sultan Hamengkubuono saat ini.  Anda bisa mengunjungi Bale Raos, seolah raja dan ratu Anda akan disuguhkan makanan istimewa keraton dalam bangunan joglo yang berdiri dengan agung serta aura keraton yang kental. Menu yang tersedia sangat unik dan hanya ada di bale raos Anda dapat memilih menu seperti beer Jawa minuman non alkohol yang dib uat dari berbagai macam ramuan seperti kayu secang, cengkih, jeruk limau dll yang sengaja dikreasikan oleh sultan ke-8 ada juga bebek suwir-suwir, semur piyik, urip-urip gulung, sanggar, soup timlo. Selain sajian menu authentic kreasi Sultan Hamengkubuwono ada juga aneka menu eksoktis seperti kambing panggang, bestik lidah, bestik jawa, bebek ungkep goreng. Kesemua hidangan ini bercita rasa tinggi dan khas masakan favorite dari para Sultan yang pernah bertahta di Keraton Ngayogyakarta terutama Sultan Hamengkubuwono VII sampai ke Sultan Hamengkubuwono X, serta berbagai hidangan keluarga Keraton Yogyakarta.
  •  Batik

Mesti identik dengan suatu karya seni asli indonesia yaitu batik, selain pengguna batik warga Jogja juga merupakan produsen langsung batik-batik cantik mereka. Jadi tidaklah heran jika batik dengan mudah Anda temukan di kota Budaya ini. Dan dengan perkembangan jaman batikpun mengalami banyak perkembangan seperti karya Wiji Hartono Kabul yang melukis dengan menggunakan teknik atau metode membatik. Untuk menghasilkan lukisan dengan metode membatik pria kelahiran 1955 ini harus melalui proses yang panjang dan rumit, meski menggunakan kain namun 1 lukisan pak Kabul mampu bertahan dari pelapukan dan pemudaran hingga 100 tahun. Nah pantaslah jika lukisan-lukisan tersebut sangat digemari para pecinta seni di Eropa dan telah membawa dirinya mengunjungi berbagai banyak negara untuk pameran ataupun untuk berjualan.
  • Tari-tarian Tradisional

Keunikan lain khas Jogja adalah tari-tarian tradisionalnya yang diantaranya adalah tari serimpi, tarian lemah gemulai yang dibawakan oleh 4 penari putri selama 45 menit hingga 1 jam ini seperti akan membawa Anda ke alam mimpi. Menurut Kanjeng Brongtodiningrat, komposisi penari serimpi melambangkan empat mata angin atau empat unsur dari dunia yaitu: (1) Grama atau api, (2) Angin atau udara, (3) Toya atau air, dan (4) Bumi atau tanah.Sebagai tari klasik yang dianggap pusaka sakral keraton ini dahulu hanya dipentaskan dalam lingkungan keraton saja dengan tujuan untuk ritual kenegaraan dan peringatan naik tahta Sultan. Namun akhirnya tarian ini mulai di kenal dan boleh dibawakan oleh khalayak banyak sejak 1970an seperti para wisatawan-wisatawan yang antusias menyaksikan pertunjukan tari ini. Selain itu ada juga tari golek ayun-ayun, tari beksan srikandi suradewati dan tari arjuna wiwaha, tarian ini merupakan salah satu ciptaan Alm. KRT Sasmita Dipura (Romo Sas). Biasanya keluarga keraton menampilkan tarian ini untuk menyambut tamu kehormatan.
  • Desa Wisata

Jogja juga selalu menawarkan banyak tempat untuk Anda kunjungi diantaranya adalah desa-desa wisata yang bertebaran di beberapa tempat di Jogja. Sebut saja desa kasongan dengan kerajinan tangan gerabah, ada juga desa Giriloyo yang terkenal dengan kerajinan batik tulisnya. Desa-desa wisata ini akan mengajak anda tidak hanya menikmati karya seni kerajinan tangan yang bertaraf internasional tapi Anda pun dapat berkreasi disana mencipta atau mendesain langsung dengan para seniman hebat asli desa wisata yang tentunya sangat ramah.
Dan satu lagi wisata alternatif yang dapat menambah wawasan dan menambah pengalaman adalah mengunjungi rumah budaya Tembi yang ada di kawasan Bantul. Sesuai dengan namanya tembi merupakan tempat yang menyimpan dokumentasi sekaligus informasi tentang sejarah dan budaya serta menjadi wadah bagi masyarakat umum atau pengunjungnya untuk lebih mengenal budaya tradisional. Untuk mengenal sejarah dan budaya tersebut di rumah budaya Tembi telah berdiri sebuah museum tempat menyimpan benda-benda warisan budaya Jawa, dimana koleksi museum Tembi berupa keris, tombak dan pedang, juga ada koleksi wayang kulit serta berbagai lukisan dan yang menjadikan tempat ini menarik adalah pengunjung atau warga setempat dapat mempelajari kesenian tradisional secara langsung diantaranya adalah bermain gamelan sambil melantunkan lagu Jawa dan kita juga dapat mempelajari berbagai macam tarian. Selain itu disinipun kita juga dapat merasakan kembali suasana pedesaan dengan membajak sawah secara langsung seperti yang biasa dilakukan oleh petani.
  • Pusat Oleh-oleh

Tidak lengkap rasanya jika pergi ke Yogyakarta tanpa membawa oleh-oleh khas Yogyakarta, oleh-oleh seperti batik, kerajinan tangan, cenderamata bertema ikon Yogyakarta dan tak lupa makanan-makanan kecil yang unik khas Jogja wajib melekat pada tangan Anda saat pergi meninggalkan Jogja. Oleh-oleh tersebut bisa Anda dapati di pusat oleh-oleh seperti pasar Berengharjo dan malioboro. Pasar Beringharjo adalah pasar tradisional yang terletak di jalan jendral Ahmad yani kawasan malioboro. Pasar yang sudah ada sejak jaman 1958 ini terkenal dengan koleksi dagangan batik baik yang berupa kain atau pun produk garmen seperti pakaian rumah hingga pakaian resmi. Selain pakaian batik pasar Beringharjo juga menawarkan kebutuhan lain seperti sepatu, tas, sandal, aksesoris pakaian seperti belangkon bahkan aksesoris pernikahan, tentu dengan harga miring. Makanan seperti pecel, minuman tradisional rempah-rempah, hingga kebutuhan dapur lainnya juga tersedia disini. Selain pasar Beringharjo jalan malioboro yang sudah termasyur di dalam dan di luar negeri juga harus dan wajib Anda kunjungi karena melancong di Jogja tanpa menyusuri lorong malioboro tidaklah afdol rasanya.
Ada apa sajakah di jalan malioboro...??? Sebagian besar pedagang batik khas di Jogja berada di kawasan sepanjang malioboro yang dipadati pedagang kaki lima berbagai sofenir khas Yogyakarta dengan harga yang miring disini tempatnya, jadi tak heran jika sepanjang jalan malioboro begitu rame dengan para wisatawan dalam dan luar negeri yang berbaur layaknya dalam sebuah festifal. Selain pedagang kaki limanya, keberadaan becak, kereta kuda, serta sepeda yang hilir mudik disepanjang jalan malioboro seakan menjadi lorong waktu yang menyesat  Anda disebuah negeri baru yang unik. 

NB: makasih buat teman-teman yang ngasih foto

0 komentar:

Posting Komentar