30/03/13

Seekor Lalat Yang Terperangkap


Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.


“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.



Jadilah PEMENANG



Related Posts:

  • Isi Bungkusan Hidup akan sangat melelahkan,  sia-sia dan menjemukan  bila Anda hanya menguras pikiran  untuk mengurus BUNGKUSAN-nya saja dan  mengabaikan ISINYA. Bedakanlah apa itu Bungkusan dan apa itu … Read More
  • Kamu Pasti BisaCinta adalah ANUGRAH yang berwujud Keluguan Keluguan dalam APA ADANYA Keluguan dalam KETULUSAN Keluguan dalam MEMBERI Keluguan dalam PENGETAHUAN Cinta juga berupa KEBERANIAN.. Berani Dalam membuka HATI Berani Dalam mengkore… Read More
  • Teruslah BerjuangHidup dengan melakukan Kesalahan Akan tampak lebih Terhormat Daripada selalu dalam kondisi benar Tapi tidak melakukan apa-apa.. Ketika Rintangan mulai Mengusik JANGAN pernah berpikir utk BERHENTI...... Karna berhenti hanya … Read More
  • Belajar dari Kegagalan Kita pernah "DILUKAI", pernah juga "MELUKAI"  tapi karena itu kita BELAJAR bagaimana cara menghargai, menerima, dan berkorban. Kita pernah "DIBOHONGI" dan pernah "MEMBOHONGI", tapi dari situ kita belajar tentang KEJUJ… Read More
  • Kurangkan dan Perbanyak Dalam hidup ini... KURANGKAN ucapan yang mendendam, PERBANYAK ucapan yang mengasihi. KURANGKAN kata-kata yang mengejek, PERBANYAK kata-kata yang menghargai. KURANGKAN kata-kata yang melemahkan, PERBANYAK kata-kata yang me… Read More

0 komentar:

Posting Komentar