21/11/17

Membangun pondasi diri

Melihat tantangan yang sudah menanti di depan mata, mulailah timbul gejolak di dalam otak "apakah bisa melewatinya..., apakah ada peluang memenangkan pertarungan sementara sebelumnya sudah mencoba dan gagal. Apakah kali ini bisa bisa berhasil....". Semoga

Niat hati menyerah, walau belum mencoba kembali namun melihat bagaimana sulitnya langkah yang harus dimainkan dan gagal sebelumnya itu membuat nyali ciut hingga sementara waktu memilih untuk menyelesaikan yang lain walaupun itu bukan misi sesungguhnya. Ya, aku memilih untuk menyelesaikan yang aku anggap mudah dan membuka hal yang baru ketimbang menyelesaikan misi, walaupun pada akhirnya apa yang aku kerjakan juga ada manfaat dan masih ada hubungannya namun tetap saja bisa merugikan karena yang aku kejar pencapaian, bukan keberhasilan. Padahal seharusnya berproses untuk bisa berhasil hingga tercapai apa yang menjadi pengharapan.

Pola pikirnya tidak salah tapi juga tidak dibenarkan, karena bila pencapaian yang dikejar, maka apa yang dicari akan aku bayar lebih mahal dari yang seharusnya. Tapi jika proses itu aku kerjakan setahap demi setahap sesuai alurnya ya yang didapat lebih baik dan bisa saja lebih besar dari yang diharapkan. Karena proses itulah yang akan mengajarkan bagaimana menyelesaikan setiap rintangan yang hadir. Hmmmm... benar juga seh, karena ketika aku ingin melengkapi untuk membuka level baru berasanya mudah saat mengerjakan, ya walaupun kadang masih saja gagal tapi seperti sudah tau celah bagaimana untuk menyelesaikannya. Sudah kagak kebingungan seperti di awal-awal yang harus putar otak bolak-balik agar bisa mendapatkan strategi yang pas menggempur rintakan dengan sisa kekuatan/amunisi yang ada.

Menganalisa/mempelajari dari kegagalan sebelumnya itu harus, agar bisa jauh lebih baik. Ingin menyerah walau masih beberapa kali langkah, namun tidak ada salahnya untuk mencoba; pergolakan dua sisi di dalam pikiran. Pantang menyerah sebelum berperang, hingga amunisi terakhir perjuangan teruslah dilanjutkan. Satu persatu mencoba formula baru, mencari cara agar bisa menyelusup. Tak perlu melihat masih seberapa banyak amunisi yang ku punya, cukupkan untuk terus menggempur dengan perhitungan. Perlahan-lahan dan akhirnya ada celah juga untuk bisa menyelesaikan misi. Keuletan yang berbuah manis dengan bisa memenangkan pertandingan, itu menjadi semangat tersendiri untuk menaklukkan setiap rintangan yang ada. (20/11/17)

17/11/17

Kebersamaan

Seorang ibu akan melindungi, proteksi kepada anaknya. Sementara ayah akan melindungi, merengkuh erat anak dan istrinya. Sementara sang anak akan merasakan kehangatan, nyaman, dan terlindungi dari dekapan mereka. Sebuah kasih sayang yang dipancarkan dari naluri, kedamaian dan ketenangan hati untuk satu rasa memiliki dalam kebersamaan yang utuh. (16/11/17)

Perjuangan akan berbuah manis

Kita tak boleh lepas dari usaha sebagaimanapun beratnya, bagaimanapun sulitnya jalan/proses yang kita lalui terus saja lanjutkan perjuangan, meskipin terkadang apa yang sudah kita lakukan tak membuahkan hasil sama sekali. Hingga timbul keputus asaan, namun teruslah bergerak karena masih ada asa tersisa didalam sisa-sisa kekuatan/tenaga yang ada dari dalam diri kita.

Berharap pada keajaiban/keberuntungan hadir untuk membuka jalan menyelesaikan segala proses menuju kearah yang lebih baik. Berhasil tidaknya itu bukan sebuah ukuran, namun mampu/sanggup menyelesaikan hingga akhir itulah pemenang yang sesungguhnya.

Hasil itu bonus dari apa yang sudah kita lakukan. Walaupun pada akhirnya tak mendapatkan bonus tersebut, setidaknya ada pembelajaran ketika melewati tahap demi tahap proses yang dilaluinya. Pembelajaran yang bisa kita gunakan untuk menganalisa dan bekal ketika kita memulai lagi. Mencoba dan terus mencoba hingga menemukan hasil yang sesuai kita harapkan. Jangan putus asa, jangan menyerah karena saat kita berhenti sebelum akhir itu sama saja menyia-nyiakan kesempatan/pengharapan yang sudah ada di depan mata.

Pastikan diri bahwa kita akan berhasil suatu saat nanti. Saat ini teruslah berproses, dan terus bergerak lanjutkan perjalanan. Jangan terkalahkan dengan keputus asaan untuk menyerah. Hancurkan lelah yang terus saja membayangi dibelakang kita untuk membujuk agar kita berhenti saat ini. (16/11/17)

15/11/17

Harus memilih

Ketika dihadapkan dengan beberapa pilihan dan harus memilih salah satu maka pertimbangkan; langkah, kesiapan dalam menghadapinya, serta tentang apapun yang akan disajikan setelahnya. Setelah memilih tak boleh mundur, berbalik ataupun ke lain arah dan harus memilih, "karena segala hal di dunia ini adalah pilihan" maka pilih salah satu yang dianggap benar-benar bisa mewakili apa yang sudah kau miliki.

Ketika kartu terbuka, aku ga tau apakah ada banyak kejutan disana yang akan membuka banyak jendela yang tertutup, atau hanya langkah kecil yang memang dibutuhkan kesabaran dan pikiran ekstra agar dapat menghabiskan semua penghalang dalam membuka jendela tanpa kehabisan waktu ataupun tenaga.

Apapun yang menjadi pilihan tentunya sudah dipertimbangkan, siap menghadapinya lengkap dengan resiko dan yakin bisa melewatinya.

Mungkin saat ini banyak pilihan yang tersedia, namun bagaimana jika pilihan itu hanya satu yang tersisa...? Ya walaupun sebenarnya itu bukan pilihan melainkan keharusan yang mau ga mau harus dijalani. Bisa jadi masih banyak pilihan namun yang terlihat jelas olehku hanya satu dan itulah yang akan aku jalani, karena ga mungkin pilihan itu jatuh ke hal yang semu. Yang sama sekali tak bisa dibayangkan, dipikir dan tak tampak. Tak perlu meng-adakan hal yang ga ada, hanya perlu adakan yang sudah ada untuk menyempurnakan. (Main game saja bisa galau gini yah....) (14/11/17)

12/11/17

Kesalahan ya diperbaiki

Kesalahan tak mungkin bisa dihapus, hanya saja kesalahan yang sudah terjadi bisa diperbaiki dengan mencari celah agar bisa tetap menyelesaikan atau bila tidak bisa di otak-atik agar sama, maka terpaksa dengan mengulangnya dari awal.

Bukan sebuah kebodohan ketika kesalahan itu hadir, hanya saja ketidak telitianlah yang menyebabkan yang seharusnya tidak dilakukan malah terjadi.

Perbaiki kesalahan itu, yaah walaupun pada akhirnya akan mengulang namun jika itu sungguh-sungguh akan menjadi baik kembali bahkan bisa jauh lebih baik dari sebelumnya dan misipun bisa diselesaikan. (11/11/17)