29/07/14

Datang Terlalu Cepat

Lebaran ke-2 mendapat giliran masuk pagi, enak ga enak seh sebenarnya. Karena tau yang jaga pagi mas Dani jadi bisa santai sedikit paling-paling juga aku yang datang pertama di kantor. Namun berhubung sudah ga ada yang dikerjain dan meskipun jalan lambat tetap saja sampai lebih dulu, malah bisa dibilang perjalanan cepat mungkin karena jalanan sepi tak seperti biasanya yang mulai ramai dengan orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah, berangkat kerja seperti aku, para pedagang dan keramaian pasar yang mulai diserbu pembeli.

Melirik jam di pas satpam masih jam 5.35 nah kan terlalu cepat, ini mah rekornya Pak Kawit jika jaga pagi. Meskipun tau lampu belum nyala namun tetep saja "oglek-oglek" pintu, hehehehee... Masih terkunci. Sendirian duduk di anak tangga, udara masih sedikit dingin. Judulnya menunggu, tapi gak pake bengong dan kesal ya karena dari awal sudah tau bakal seperti ini.

Dari pada ngelamun pagi-pagi yang katanya bisa bikin mati ayam emak, sedikit mengingat sepertinya ayam memang sudah mati dari kemaren dibunuh dengan sadisnya dan berenang di panci berkuah kuning. Ngelihatin kendaraan yang lewat tapi kurang asik hanya dikit yang lewat dihitungpun juga kagak bikin puyeng.
Coba kalau tadi bawa segelas sebotol teh hangat kan lumayan daripada gak jelas gini, tapi tenang saja aku sudah bawa amunisi. Tereeeeeet.... kue nastar dari jaman batu yang kagak habis-habis sampai tergusur kue-kue lebaran, hmmm... kasihan nasipmu nak. Dan biar lebih asik sumpal saja telinga sekalian mengolah ragakan otak walaupun dengan lagu melow :D
Apakah ini cinta-Judika, Hampa-Ari Lasso, Ku tak Mampu-Judika, Cinta tak pernah salah-Ressa, Rapuh-Agnes, Peri Cinta-Marcel, My memory, Terjebak nostalgia-Raisa, Dirimu tak terganti-Jion ft Angga, Matahariku-Agnes, Maaf dari surga (new version), Rahasia hati-Element, Sekali ini saja-Glenn, Ku harus-Enam sembilan, Kutak bisa-Slank, Jujur ku tak sanggup-Pasto, Perbedaan-Ari Lasso, Menyesal-Ressa, Kau tak ada disini-Ada band, Senandung lagu rindu-Ada Band, Aku pasti kembali-Pasto, Aku yang tersakiti-Judika ft kotak, Cinta sesaat-Nadia vega, Cinta buta-Duo, Kau buatku menangis-Dudy, Laksana Surga-Dudy, Lewat semesta-Rendy Pangalilla, Lagu rindu-Kerispatih, Harus terpisah-Cakra Khan, Tak ingin berpisah-maggna.
Lama amir kuncinya datang, jelas aja lama amir lagi mudik jenguk bebeknya yang mau beranak, aiiiiis sejak kapan bebek beranak ^?*/&":! Gak jelas bener yaaah

Hmmmm...., sebenarnya aku hanya mau bilang siapa bilang menunggu itu pekerjaan yang menyebalkan buktinya ada banyak hal kan yang bisa dilakukan. Coretan ini juga lahirnya juga dari menunggu, jadi gimana masih kekeh dengan anggapan lama... Jangan terbolak balik ya antara menunggu dengan menanti karena menunggu itu sesuatu yang pasti ada seperti berwujud dan ada batas waktunya beda dengan menanti yang menurutku tak ada kejelasan bisa sampai lebaran monyet pun juga belum tentu jelas keberadaannya.

Jika ditanya siapkah menunggu..., itu sudah sering aku lakukan terkadang untuk menemukan momen cantik mesti sabar menunggu, tapi kalau menanti biasanya kasih limit kalau sudah melewati level dan belum done ya mau gimana lagi berarti mesti di ament atau di cancel. Coba lihat resistance & support sampai di level berapa, lihat juga grafiknya dan lihat trend bullish apa bearish baru buat keputusan mau diambil apa dilewatkan. Nah kan mikir pasti deh dengan hal yang terakhir ini, hahahahhaaa.... Jangan di masukkan hati cukup di baca namanya juga analisa. Bingung kaaaan lagi ngoceh masalah apa dan mungkin ada beberapa yang asing dengan kata-katanya. Jelas saja lah ini mah kata-kata di bursa valas :P
Yang mau berburu mete di antara kacang bawang silahkan:


Pareng, buat laporan dulu yeee....

28/07/14

Menangkap Sekelebat Bayangan


Rasanya ingin kembali ke masa anak-anak lagi agar tau bagaimana rasa lebaran yang sesungguhnya. Hari ini hari lebaran dimana menjadi hari yang sangat dinanti semua umat muslim di dunia yang katanya menjadi hari kemenangan entah kemenangan yang seperti apa aku belum mengerti secara pasti "menang" yang dimaksud.

Lebaran yang disambut suka cita dengan kemeriahan suara mercon, gema takbir yang tak henti-henti berkumandang dimana-mana, sajian istimewa di setiap rumah, dan berbagai macam tradisi yang ada di dalamnya tapi bagaimana dengan aku....? Pertanyaan yang mengherankan jika aku bertanya seperti itu, lantas kalau tidak boleh bertanya mengapa aku mesti berceloteh juga di sini, mungkin ocehanku kali ini tidak ada arti dan memang sama sekali tidak penting karena memang tidak ada yang bisa aku ceritakan. Lebaran ya sekilas buatku hanya sebuah perayaan tak lebih.

Aku tak merasakan apa pun, tak ada yang spesial buatku ini ya hari senin yang membosankan seperti minggu-minggu sebelumnya yang waktunya terasa lama berjalan hanya saja hari ini banyak tetangga yang menyempatkan diri datang ke rumah untuk berbagi senyum dan keceriaan. Kehangatan yang hadir tapi mengapa tidak sampai ke dalam hatiku...? Apakah ada yang salah denganku ? Mungkin jiwaku sudah mati rasa hingga tak bisa melihat dan berbaur dengan yang lain.

Hampa, sunyi dan kosong. Dan tadi sebelum sholat ied ada perasaan aneh yang mencoba keluar namun seakan tercekik di tenggorokan bikin nyesek, itu tandanya mesti menghela nafas panjang dan berat. Itu pun sudah aku lakukan bahkan beberapa kali. Lalu bagaimana ketika air mata keluar dengan sendirinya....? Aku gak menginginkannya dan aku juga tak memikirkan apa pun hanya sekilas mataku menangkap sekelebat bayangnya.

Apakah harus seperti ini....??? Oh ya semalam sempat terpikir andai lebaran ini ada di pantai yang sunyi, yang lain pada sibuk merayakan hari kemenangan ini malah ingin mengasingkan diri. Bermalam di pantai yang sepi mendengarkan suara ombak dan duduk di atas karang sambil menghitung bintang, tiba-tiba tak menyukai keramaian. Mati kutu rasanya ketika bayangan tentangnya datang menyapaku sedangkan sedetik pun bayangan itu tak pernah melepaskanku. Yaaaah begitulah kira-kira.


coretan  amburadul
error

27/07/14

Selamat Hari Lebaran

Dan hari kemenangan itu pun tiba. Setelah berpuasa selama 1 bulan lamanya semoga mendapat hikmah yang sangat luar biasa dari pembelajaran tentang arti dan manfaat puasa. Puasa yang diartikan sebagai bulan penuh hikmah dimana umat muslim belajar merasakan arti kesederhanaan. Bukan hanya ajang untuk menahan lapar dengan tidak makan dari terbit matahari sampai tenggelamnya sang surna namun dimana dengan berpuasa itu mengajarkan tentang arti kesabaran dan berbagi. Kita tentu tau jika orang yang lapar akan cepat marah dan disitulah seninya agar kita bisa menahan emosi meredam segala amarah, ego, pelit, dan segala macam penyakit hati merubahnya untuk saling berbagi kepada sesama. Selain itu di bulan yang suci itu menjadikan manusia agar bisa semakin lebih dekat kepada Tuhan.

Lebaran bukan sebuah kebebasan setelah berpuasa selama 1 bulan lamanya namun mari kita instruspeksi diri apakah kita benar-benar menang....???! Sejatinya seorang pemenang sejati adalah dia yang bisa mempertahankan segala yang telah dipelajari dibulan ramadan bahkan harus lebih baik. Jangan hanya saat ramadan saja kita berbuat baik dan bisa slow menahan segala macam kegalauan didalam hati tapi di bulan-bulan lainpun harus bisa sama seperti bulan penuh berkah ini (ramadan).

Ada tradisi-tradisi unik disetiap lebaran tiba, hmmmm.... Apa lagi kalau bukan tradisi masak ketupat lebaran, mudik kekampung halaman untuk berkumpul bersama sanak keluarga yang sehari-harinya berpencar di berbagai kota bahkan di negara orang. Tradiri sungkeman ini sebagai simbul untuk kita meminta maaf baik kepada keluarga maupun orang-orang yang kita kenal atas segala kesalahan yang kita perbuat selama ini baik yang disengaja maupun yang tidak sengaja. Namun jangan mentang-mentang hari ini sudah minta maaf lalu hari berikutnya kita berpikir "berarti boleh dengan sengaja melakukan kesalahan hingga membuat orang lain sakit hati toh saat lebaran juga akan bermaaf-maafan lagi dan tentunya orang yang dimintai maaf juga senang hati akan memaafkan" bukan itu tujuannya namun bagaimana kita tetap mempertahankan agar tidak membuat sakit hari dan marah orang lain itulah pemenang sejati walaupun sebagai manusia tak ada kesempurnaan yang luput berbuat dosa namun bagaimana kita meminimalis menyakiti perasaan orang lain. Apakah ada jaminan bila kita akan bertemu bulan ramadan berikutnya....?!

Acara berkumpul dengan handai tolan yang sudah lama tak bersua bukan untuk ajang pamer dengan segala keberhasilan yang didapat selama setahun belakangan ini namun jadikan ajang berkumpul ini sebagai wadah mempersatukan dan mempererat tali persaudaraan dimana generasi muda agar bisa mengetahui urutan silsilah keluarga dan lebih kenal dengan sodara-sorara yang masih ada hubungan darah dengannya.

Selain itu jangan jadikan hari lebaran ini untuk balas dendam setelah mengontrol makanan selam satu bulan penuh, jangan mentang-mentang di rumah banyak tersaji makanan maupun kue-kue lezat yang menggugah selera lantas menjadikan kita kalap. Jangan sia-siakan pelajaran mengendalian diri yang sudah dipelajari selama satu bulan penuh, harusnya ketika lebaran tiba itulah start dimulainya aturan baru.

Kemenangan sesugguhnya bukan ketika lebaran tiba tapi ketika setelah lebaran kita masih bisa mempertahankan apa yang kita lakukan seperti di hari ramadan bahkan kalau bisa lebih baik.

Rumah Baru dan Tetangga

Blog : aku sekarang berubah
Aku : berubah bagaimana, menjadi sailarmoon atau power rager...
Blog : jangan becanda, ini serius
Aku : iya maaf..., memangnya berubah gimana. Blog ngambekan ni sekarang
Blog : aku sudah jarang main ke rumah (blog), enggak kaya dulu yang demen banget berlama-lama menghabiskan waktu di tempatku
Aku : ooow itu kirain apa an...
Blog : aku marah ya...
Aku : enggak, marah kenapa coba....
Blog : sudah bosan atau jatuh hati sama yang lain makanya lupa padaku mungkin
Aku : jangan curigaan gitu ah gak baik...
Blog : lalu mengapa sekarang jarang bertandang dan menghabiskan waktu di tempatku...?!
Aku : lagi ngirit :D
Blog : alasan klise yang gak masuk akal. Dengar-dengat aku suka menyambangi komplek sebelah benarkah itu...
Aku : hmmmmm..., dapat kabar dari rumput yang bergoyang atau angin yang berbisik...

ok, aku mau jelasin semuanya biar enggak ada praduga dan salah sangka. Aku akui memang akhir-akhir ini aku jarang bertandang ke rumah (blog) itu bukan karena aku bosan dengan blog, hanya saja aku kehabisan kata. Tak bisa menterjemahkan secara tuntas setiap pikiran liar yang muncul kedalam coretan seperti biasanya. Memang aku sering main ke komplek sebelah sedikit bercanda disana, namun itu juga tidak sering seperti apa yang blog katakan, akhir-akhir ini aku hanya suka mencari lukisan dan singgah ke rumah yang lain untuk menimba ilmu sekalian refresing lah. Banyak rumah yang aku singgahi dan semuanya bagus-bagus,  tulisan yang mencerminkan karakter dari si pemiliknya konsisten dan apa adanya. Aku ingin seperti mereka namun dengan gaya tulisan aku.

Blog : trus, bukannya aku punya rumah juga di komplek sebelah...
Aku : iya, namun hanya sesekali saja kesana. Tapi kalau aku merenovasi rumah yang sudah lama dibeli dan terbengkalai itu benar, namun bukan aku ingin pindah kesana ya rumah itu sebagai gudang.
Blog : kok sebagai gudang, apa gak sayang sudah bagus tapi di jadiin gudang.
Aku : gak apa-apa rumah itu aku jadiin galeri untuk menyuarakan yang tak bisa di terjemahkan dan melukiskan yang tak bisa terdengar.
Blog : begitu ya. Maaf ya sudah berprasangka buruk.
Aku : wajar, bagaimanapun blog tetap rumah yang nyaman untuk aku. Namun harap dimaklumi ya bila aku tak bisa sering-sering datang ke rumah walau begitu selalu ada coretan yang tersimpan di ponsel.
Blog : iya gpp, bagaimanapun tulisan aku teruslah menulis nanti lama-lama akan menemukan karakternya sendiri. Silahkan menjelajah namun jangan sampai terpengaruh sana sini ya buat karya sendiri itu jauh lebih baik.
Aku : makasih. oh ya di rumah baru aku buat jalan pintas ke rumah ini lho :)


dini hari, 26.07.2014

Menjelang Lebaran


Hari ini hari terakhir puasa dan juga menjadi hari tersibuk untuk sebagian ibu-ibu yang mempersiapkan hidangan lebaran serta hari terkompak senusantara karena hampir di setiap rumah menu masakannya sama opor ayam dan sambal goreng tak ketinggalan kupat atau lontong.

Pagi-pagi ibu sudah ribut untuk diantar ke pasar berbelanja ketupat, memang seh sudah menjadi perjanjian semalam untuk ke pasar pagi ini untuk menghindari ramai dan agar bahan-bahan segera bisa di olah biar cepat selesai dan secepatnya juga bisa dinikmati, tentunya setelah berbuka puasa.

Benar saja jam 6 pagi, pasar sudah dibanjiri ibu-ibu jalan menuju pasar sudah di tutup dijadikan searah guna menghindari kemacetan karena jalan yang hanya pas untuk berpapasan mobil. Di pinggir jalan, tepatnya di emper-emper kios sudah berderet-deret pedagang musiman yang menjual ketupat. Berbekal janur (daun kelapa) satu persatu mereka rangkai menjadi selongsong ketupat, gesit tanpa melihat pun selongsong ketupar sudah teranyam dengan rapi. Tak hanya ketupat mereka juga menjual kelapa, pisang dan ada juga yang menjual ayam. Beberapa minggu terakhir harga ayam melonjak tinggi, mungkin karena kurangnya pasokan sedangkan permintaan berlebih (hukum ekonomi). 

Nungguin ibu ngubek pasar, iseng memperhatikan penjual ketupat yang lagi asik menunggu pelanggan sambil menganyam ketupat, sepertinya mudah cuma blesek.., blesek.., blesek sudah jadi. Kali ini nunggu kagak sampai ngelumut, ibu hanya beli beberapa bahan saja karena yang lain sudah nitip penjual sayur yang biasa lewat di depan rumah. Dan sekarang waktunya bercengkrama dengan panci dan penggorengan. Dua orang lebih baik dari pada sendirian, kerjasama membagi pekerjaan memasak menu andalan lebaran. Enggak sampai sore sayur sudah matang demikian juga dengan ketupat.

Waktu buka pun tiba, berbuka hari terakhir di bulan ramadan. Menu buka yang berbeda dari hari-hari kemaren karena tak ada gorengan, di meja hanya ada kue-kue kering. Hanya segelas teh hangat cukup mengenyangkan juga.

Suara petasan mulai bersahut-sahutan, seperti tahun baru dimana-mana menyalakan kembang api. Bagus seh dilihatnya kembang api warna-warni diantara lampu-lampu kota. Tapi seperti ada yang hilang, ini bukan karena ramadan yang sudah berlalu tapi karena ingat .... Aneh selalu saja di otak keluar kata "andai", sudahlah ga usah di bahas yang satu ini :)

Sementara di mushola tak kalah meriahnya gema takbir mulai berkumandang dan terlihat beberapa orang datang ke mushola untuk menyerahkan zakat sedangkan anak-anak kecil sudah mulai sibuk lebih kearah ribut dengan takbir kelilingnya. Berebut obor yang digunakan sebagai penerangan dan beberapa acecoris komplit dengan lampion-lampion yang akan diusung selama perjalanan berkeliling.

Tetangga belakang rumah, menyalakan kembang api entah berapa doit yang sudah dihabiskan untuk belanja kembang api. Sekali-kali tak mengapa lah sekedar ikut andil merayakan yang katanya menjadi hari kemenangan ini.


Selamat Merayakan 
HARI RAYA IDUL FITRI
Mohon Maaf Lahir dan Batin buat semuanya.


* Awas koletrol dan diabet, jangan kalap dengan hidangan-hidangan yang enak-enak di hari lebaran.