21/08/14

Seberondong Pertanyaan

Baru nyampe kantor dan buka pintu setelah cuti 3 hari menjelajah dunia imajinasi (18-20agt) sudah mendapat teguran eeh salah lebih tepatnya sebuah pertanyaan bertubi-tubi karena cuti ga bilang-bilang. Kirain ga ada masalah, habisnya yang lain cuti juga biasa saja.

Sudah dibela-belain dibawakan jenang, wajik dan sejenisnya buatku sampai membuat peringatan sama yang lain tidak boleh memakannya tapi yang di tunggu ga kunjung datang karena sedang cuti dan enggak bilang-bilang :D
Selalu begini, ketika punya sesuatu mengingatku. Dan tidak hanya itu ketika tau aku belum makan pun beliau bersedia untuk membelikan meskipun ia sendiri sudah makan. Kalau masuk pagi atau malam kebetulan pas satu shift selalu menanyaiku soal makan, sering membelikan makan bahkan tak jarang membuatkan aku segelas teh hangat di pagi hari. Terharu..., ternyata masih di kelilingi orang-orang yang begitu peduli denganku.

Maaf... Maaf... Maaf... Sungguh merasa bersalah. Lain kali enggak ngulang lagi deh, bakal ngabarin dan mau jadi anak baik ga bandel. Beliau sungguh-sungguh care dan perhatiannya ga mengada-ada bagai ayah yang memanjakan anaknya. Namun yang nyebelin ketika beliau memuji tapi di belakangnya pake embel-embel ireng (hitam) aiiiiih..., iya tau memang semenjak di Yogya jadi hitam ga seputih ketika awal-awal kerja, tapi sekarang sudah agak putihan dikit kan ;P


Makasih Pak Kawit - big hug (21/08)


19/08/14

Kesal Sesaat

Aku ga suka...
Segala hal yang menurutku ga patut dan terlebih ketika hati ga 'srek' apa pun keadaannya akan berbalik arah.
Seperti ingin teriak tapi itu tak ingin aku lakukan karena aku akan menyakiti yang lain. Etika yang terakhir.
Ketika yang aku rasakan bukan yang seharusnya, dan aku ga suka, akan tetap ga suka meskipun itu terkesan imut, buatku enggak malah terkesan membosankan, menjengkelkan dan bikin ilfil.

Aku ga suka...
Jangan anggap apa yang sudah kau lakukan membuatku terkesan, sama sekali ga.
Jangan anggap aku lemah dan mudah terbius dengan sikap lemah lembut, salah.
Aku adalah monster, yang patut diwaspadai
Aku satu-satunya manusia yang membosankan, gak tau berterima kasih, pecundang dan akulah orang yang hanya mencintai diriku sendiri.

Aku ga suka...
Jangan memaksa, aku tegaskan paling ga suka itu
Bebaskan diriku jangan coba untuk membelengguku
Kebaikan yang semakin lama bagai mempecundangiku
Perhatian berlebihan bagiku seperti segelas racun serangga yang siap ku tenggak
Muak ...
Tinggalkan dan selamat tinggal buat semuanya.


bukan siapa-siapa


18/08/14

Senyumu Masih Terlihat Jelas



Aku akan menjagamu semampu dan sebisaku
Walau ku tahu eagamu tak utuh
Kuterima kekuranganmu dan ku tak akan mengeluh
Karena bagiku engkaulah nyawaku

Penggalan lagu di FTV siang ini yang di siarkan salah satu televisi swasta dan ketika melihat adegan ketika si cowok menyuruh si cewek untuk berganti pakaian habis perjalanan jauh dan bau kambing karena di jemput mobil bak terbuka, si cowok mengerjainnya untuk naik di belakang karena kursi di depan ada anjing . Di tengah perjalanan ada bapak-bapak yang membawa kambing numpang di mobilnya, terpaksalah si cewek berbagi tempat bersama kambing. Sebenarnya si cowok bisa saja menyuruhnya duduk di depan dan menaruh anjingnya di belakang namun si cowok ingin sedikit mengerjai si cewek karena sebelumnya si cewek yang belagu mentang-mentang sebagai pemilik peternakan tempat si cowok ini bekerja mengancam akan mengadukan kepada ayahnya untuk di pecat hanya gara-gara si perempuan ini tanpa sengaja sepatu yang ia pake menginjak kotoran sapi. Setelah anjing diantar ke pemilik si cowok ini pun menyuruhnya untuk duduk di depan namun karena bau tubuhnya sudah bercampur bau kambing sehingga si cowok menghentikan mobilnya di tepi sungai dan menyuruh si cewek untuk berganti pakaian yang bersih. Di sungai setelah si cewek berganti pakaian lalu si cowok meminta baju kotor itu lalu mencucikannya dan dikeringkan di api unggun yang di buat dari ranting-ranting kering yang di kumpulkan dari sekitar sungai.



Ga ada yang istimewa dari kejadian tersebut tapi ketika melihat si cowok tersenyum dengan back soun lagu dari de meises tiba-tiba saja air mata ini menetes, aku teringat senyum itu. Senyum dengan sejuta keteduhan, senyum yang membuatku nyaman. Aku merindukannya, teramat sangat.




Mengapa rindu sesakit ini..., sampai kapan


18 agustus 2014

09/08/14

pergi untuk kembali

Berikan aku sedikit waktu sendiri untuk lebih memahami rasa. Jangan anggap kepergianku sebuah pelarian karena ini hanya sementara, ini juga bukan caraku menghindar. Aku bukan seorang pengecut yang begitu saja melenggang pergi ketika sudah tak menemukan setitik harapan dari asa yang tersisa. Bukan.

Suatu saat aku akan kembali, disini ke tempat dimana aku biasa bermain dengan hayalan dari realita kehidupan. Di bawah pohon yang mulai meranggas inilah aku akan kembali menghabiskan waktu berlama-lama duduk memandang ke sudut jalan yang berkelok mencari sosok diantara orang-orang yang beralulalang yang tak jarang mengaburkan pandanganku.

Sementara ini tak ada lagi yang bisa aku ceritakan, barisan aksara yang terkumpul seakan terbang tersapu angin yang tiba-tiba datang tanpa sempat buatku menaruhnya kedalam tobles kaca. Aku ingin bercerita tentang bintang yang selalu menemaniku setiap malam datang, tentang hujan yang menyuarakan kerinduan, dan tentang romansa senja jingga, tentang air laut serta tentang awan abu-abu yang berhias pelangi.

Aku pergi bukan untuk menetap, melainkan hanya untuk melukis setiap memory dari setiap jejak yang tertinggal. Bukankah di coretan sebelumnya aku sudah bercerita tentang gudang yang baru saja aku bersihkan, di tempat itulah sementara waktu aku akan tinggal. Menterjemahkan setiap rasa dari seseorang dan untuk seseorang. Tolong jangan anggap ini sebuah penghianatan karena edelweis bukan tempat yang tepat untuk meletakkan tobles-tobles kaca yang berisi kepingan hati.

Jangan hawatir sesekali akan datang menjenguk bukankah ada jalan pintas yang sudah aku buat menuju edelweis, jadi jangan cemburu kepada bias hujan begitu juga dengan perahu waktu karena masing-masing memiliki peran sendiri-sendiri.


Tunggu aku kembali
Memulai cerita tentang hidup dan kehidupan

Lilin-lilin Kecil


Hingga bulan juli berakhir namun satu lilin belum juga berhasil di tanyalakan. Ingin hati memberikan setitik cahaya agar bisa menerangi jalan untuk kembali namun sampai menginjak bulan Agustus cahaya yang aku janjikan satu pun tak ada.

Maaf...
Satu persatu hari aku lewati hingga kini bulan pun sudah berganti namun keberanian itu tak kunjung datang. Hanya memegang sebatang korek api kemudian nyalakan lilinnya..., mudah kan. Iya itu sangat mudah, bahkan anak kecil pun bisa melakukannya tapi maaf aku belum punya keberanian. Sepertinya aku terakhir kali memegang sebatang korek api yang masih menyala itu waktu lulus SMU. Bukan aku lupa caranya tapi..., sudahlah gak usah di bahas.

Tadinya aku ingin membuat kejutan. Ragu antara ingin membuat setoples bintang atau 1000 burung kertas. Tapi akhirnya aku pilih burung kertas namun perhitunganku meleset, sepertinya aku tak bisa menghadirkan 1000 burung kertas tepat waktu. Tapi setoples bintang dan 1000 burung kertas akan hadir disini, suatu hari nanti :)

Buat yang ultah di bulan Juli selamat hari jadi ya. Semoga doa-doaku pada detik pertama menginjak tanggal itu di dengar Tuhan. Aamiin

Maaf hanya bisa memberikan lilin-lilin kecil, meskipun aku yakin kau tau setitik cahaya yang abadi ada di dalam hatimu.


NB:
Ayo bermain ketelitian sebentar. Di coretan sebelumnya aku pernah menyebut adanya satu gudang nah di antara tulisan baik yang di atas ataupun disini ada satu link yang menghubungkan ke tempat yang aku maksud. "dia ada di tengah tapi menjadi akhir atau pemberhentian" hayoo apa jawabnya dan silahkan cari jika ingin tau seperti apa gedung itu (◦ˆ⌣ˆ◦)

Memory juli