Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri merpati. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri merpati. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

28/06/13

Keunikan Burung Merpati

Merpati adalah salah satu hewan yang memiliki jumlah keunikan salah satu keunikan yang paling menonjol adalah kesetiaan pada pasangan, sekali mengikat janji sepasang merpati akan setia sampai mati. Biasanya seekor merpati jantan tidak akan berganti pasangan dengan merpati betina lain. Jika musim kawin tiba burung merpati jantan ini akan selalu mengikuti kemanapun burung betina pasangannya pergi. Kemudian setelah merpati betina bertelur, merpati jantan akan dengan setia bergantian mengerami telurnya, dan setelah telur mereka menetas merpati jantan serta betina akan memberi makanan melalui mulut mereka kepada anak-anaknya.
Banyak fakta menyebutkan bahwa burung memiliki kemampuan yang lebih baik di banding species lain. Fakta ini juga berhubungan dengan kemampuan dan karakter merpati.
  • Selain merpati sebutan lain untuk burung jenis ini adalah burung dara, jangan-jangan, rock pigeon, dan rock dove, secara ilmiah burung merpati memiliki nama Columba livia keluarga famili Columbidae yang beranggotakan lebih dari 300 jenis.
  • Jumlah ragam atau varietas burung merpati saat ini diperkirakan mencapai 400-600 varietas (baik yang telah memenuhi standart maupun yang sifatnya lokal).
  • Burung merpati berasal dari Eropa, Afrika, dan Asia. 
  • Habitat merpati umumnya di daerah pesisir namun sekarang sudah dapat di temukan dimanapun sebagai burung peliharaan atau tangkaran.
  • Populasi merpati memang menyebar secara global sehingga dapat ditemui hampir di belahan dunia kecuali Gurun Sahara, Antartika dan Dataran tinggi Artik. Ada informasi yang mengatakan jika populasi merpati di Eropa saat ini mencapai 20-30 juta ekor. Dan satu lagi yang menarik di ketahui yaitu jika merpati karang atau Columbia livia merupakan induk dari semua merpati hias yang ada saat ini.

Fakta dan keunikan dari burung yang dijadikan lambang kesetiaan:
  • Burung ini dapat melihat dan membedakan warna. Tak hanya itu merpati juga bisa melihat sinar ultraviolet atau bagian spektrum yang tidak terdeteksi oleh manusia.
  • Dengan kemampuan tersebut merpati sering dimanfaatkan dalam misi pencarian, karena indranya yang unik dan pandangan mata yang sangat tajam.
  • Merpati juga dinyatakan lulus tes cermin yaitu kemampuan untuk mengenali refreksi dirinya. Merpati tidak menganggap bayangannya sebagai individu lain.
  • Merpati dapat mengenal manusia sebagai teman, kemampuan burung merpati dalam mengenali manusia sebagai teman bisa dilakukan dengan mendeteksi setiap wajah yang mereka kenal. Burung merpati juga memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi manusia yang ingin memberi makan atau sekedar mengejar dan menangkapnya.
  • Entah sejak kapan dan siapa yang memulainya yang jelas manusia mengetahui dan banyak memanfaatkan merpati untuk menyampaikan pesan. Sebutan untuk merpati yang dipakai untuk menyampaikan pesan adalah merpati pos. Merpati jenis ini memiliki kemampuan khusus setelah dilatih untuk mengantarkan surat atau pesan, merpati ini merupakan salah satu jenis burung yang cukup pintar, memiliki daya ingat kuat, kemampuan nafigasi hingga bisa kembali kesarang meski sudah pergi dalam waktu yang cukup lama. Merpati pos memiliki ciri-ciri fisik agak besar, terbang lambat, dan stamina serta daya ingatnya sangat kuat. Perlu pelatihan untuk menciptakan merpati pos.
  • Pertama latihan transit yaitu merpati mempelajari bagaimana cara memahami perintah seseorang dalam suatu wilayah kecil, kemudian latihan mobile yaitu merpati dilatih untuk berpindah dari 1 tempat ke tempat lain. Terakhir bumerang yaitu merpati dilatih untuk mengirimkan dan mengembalikan pesan. Merpati pos yang terbang berpasangan dapat memilih rute yang lebih efisien jika dibandingkan terbang sendirian.
  • Orang-orang romawi juga menggunakan merpati pos untuk mengirim pesan. Julius Caesar menggunakan merpati pos sebagai pengirim pesan kemenangannya melawan Gallia. Merpati balap adalah hasil pembiakan dari burung merpati yang telah dibiakkan secara khusus agar mampu terbang lebih cepat serta memiliki insting kuat untuk pulang.
  • Kemampuan terbang merpati tercatat pada ketinggian 6.000 kaki atau lebih, dengan kecepatan rata-rata 77,6 km/jam (ada yang mencapai 92,5 km/jam).
  • Jarak tempuh dalam penerbangan rata-rata 600-700 mil/hari, dengan penerbangan terjauh tercatat selama 55 hari antara Afrika-Inggris yang berjarak 7000 km.
Secara umum merpati balap memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut:
  • Paruh yang pendek lurus, kuat dan ujungnya sedikit melengkung menandakan keket atau burungnya bagus
  • Mata jernih yang menandakan kemampuan cukup baik untuk melihat dengan jelas dari kejauhan
  • Kepala yang proposional dan cukup besar menandakan isi otak yang besar atau cerdas
  • Bagian dada, pundak tegap dan kokoh sebagai tempat menempel sayap
  • Pada sayap yang cukup tebal menandakan kekuatannya menepakkan sayap
  • Bulu sayap primer pada sayap berjumlah 10 hingga 11 bulu
  • Bagian kaki juga harus proporsional dengan jari-jari yang kecil dan panjang untuk mengarahkan angin kebelakang setelah melewati dada saat terbang.

Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan dan di publikasikan pada beberapa tahun lalu ditemukan bahwa struktur paruh burung merpati ternyata menyimpan partikel besi yang bisa di fungsikan sebagai kompas serta menganalisa sistem magnet bumi. Dengan paruh itulah burung merpati bisa menemukan kembali jalan pulang ke rumah, kembali ke sang betina atau tempat tujuan penyampaian pesan meski menempuh jarak beribu-ribu mil dari rumah asalnya.

Pada awalnya para ahli menerima jika merpati menggunakan nafigasi matahari dan bintang sebagai penunjuk arah jalan pulang. Namun dugaan itu terbantahkan pada tahun 2004 ketika hasil penelitian baru menyebutkan jika Merpati mengikuti kompas internal untuk rute yang dilewatinya. Bahkan ilmuwan dari Itali menemukan bukti baru bahwa merpati balap tinggi sanggup membuat semacam peta sendiri dengan bau-bauan atau aroma di wilayah terbang mereka. Hal ini tentunya juga bisa menemukan arah jalan pulang. (L)


19/03/12

Belajar dari Merpati


♡ Merpati adalah burung yang tidak pernah mendua hati. Coba perhatikan, apakah ada merpati yang suka berganti pasangan? Jawabannya pasti tidak! Pasangannya adalah satu seumur hidupnya.

♡♡ Merpati adalah burung yang tahu kemana dia harus pulang. Betapapun merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang. Pernahkah ada merpati yang pulang ke rumah lain? Jawabannya pasti tidak! Merpati tahu kemana dia harus pulang & mana tempat tinggalnya.

♡♡♡ Merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu. Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci? Jawabannya pasti tidak! Ia tahu bagaimana memperlakukan pasangannya.

♡♡♡♡ Merpati tahu adalah burung yang tahu membantu. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga di luar kandang. Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Pernahkah kita melihat mereka saling melempar pekerjaannya? Jawabannya pasti tidak! Merpati tahu arti saling membantu & melengkapi

♡♡♡♡♡ Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu. Berbagai penelitian mengartikan, bahwa Merpati tidak menyimpan kepahitan. Sehingga selama hidupnya, ia tidak menyimpan dendam & kesalahan. Melainkan hidup penuh kasih.

Pikirkanlah kelima poin diatas, dan coba aplikasikanlah kepada pasangan Anda. Have a sweet love story...

25/03/13

Potensi dan Kemampuan


Di sebuah hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik. Belalang muda itu adalah belalang yang lompatannya paling tinggi di antara sesama belalang yang lainnya. Dia sangat membanggakan kemampuan lompatannya.


Setiap hari belalang muda tersebut melompat dari atas tanah ke dahan-dahan pohon yang tinggi dan kemudian makan daun tersebut. Dari atas pohon itu, belalang dapat melihat satu desa di kejauhan yang kelihatannya indah dan sejuk. Timbul keinginan di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi ke sana.

Suatu hari, saat yang dinantikan itu tiba. Teman setianya, seekor burung merpati, mengajaknya terbang dan pergi ke desa yang diimpikan. Dengan semangat yang meluap-luap, kedua binatang itu pergi bersama ke desa tersebut. Setelah mendarat, mereka mulai berjalan-jalan melihat keindahan desa itu.

Akhirnya mereka sampai di suatu taman yang indah berpagar tinggi, yang dijaga oleh seekor anjing besar. Belalang itu bertanya kepada anjing, "Siapakah kamu dan apa yang kamu lakukan disini?".

"Aku adalah anjing penjaga taman ini. Aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah anjing terbaik di desa ini", jawab anjing dengan sombongnya.

Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati belalang muda. Dia lalu berkata lagi "Hmm, tidak semua binatang bisa kau kalahkan. Aku menantangmu untuk membuktikan bahwa aku bisa mengalahkanmu. Aku menantangmu untuk bertanding melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita".

"Baik", jawab si anjing. "Di depan sana ada pagar yang tinggi. Mari kita bertanding, siapakah yang bisa melompati pagar tersebut".

Keduanya lalu bersama-sama menuju ke pagar tersebut. Kesempatan pertama adalah si anjing. Setelah mengambil ancang-ancang, anjing itu lalu berlari dengan kencang, melompat dan berhasil melewati pagar yang setinggi orang dewasa tersebut. Kesempatan berikutnya adalah si belalang muda. Dengan sekuat tenaga belalang itu melompat. Namun ternyata kekuatan lompatannya hanya mencapai tiga perempat tinggi pagar dan kemudian belalang tersebut jatuh kembali ke tempatnya semula.

Dia lalu mencoba melompat lagi dan melompat lagi, namun ternyata gagal pula. Si anjing lalu menghampiri belalang dan sambil tertawa berkata, "Nah belalang, apa lagi yang mau kamu katakan sekarang? Kamu sudah kalah".

"Belum", jawab si belalang. "Tantangan pertama tadi kamu yang menentukan aturannya. Beranikah kamu sekarang jika saya yang menentukan tantangan kedua?"

"Apapun tantangan itu, aku siap" tukas si anjing.

Belalang muda lalu berkata lagi, "Tantangan kedua ini sederhana saja. Kita berlomba melompat di tempat. Pemenangnya akan diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat, tapi diukur dari lompatan yang dilakukan tersebut berapa kali tinggi tubuhnya".

Anjing kembali mencoba pertama kali. Dari hasil lompatannya, ternyata anjing berhasil melompat setinggi empat kali tinggi tubuhnya. Berikutnya adalah giliran si belalang muda. Lompatan belalang muda hanya setinggi setengah dari lompatan anjing, namun ketinggian lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya.

Akhirnya belalang muda menjadi pemenang untuk lomba yang kedua ini. Kali ini anjing menghampiri belalang dengan rasa kagum.

"Hebat, kamu menjadi pemenang untuk perlombaan kedua ini. Tapi pemenangnya masih belum ada. Kita masih harus mengadakan lomba ketiga", kata si anjing.

"Tidak perlu", jawab si belalang muda." Karena pada dasarnya pemenang dari setiap perlombaan yang kita adakan adalah mereka yang menentukan standart perlombaannya. Pada saat lomba pertama kamu yang menentukan standart perlombaannya dan kamu yang menang. Demikian pula lomba sata yang menentukan, saya pula yang menang. Intinya adalah, kamu dan saya mempunyai potensi dan standart yang berbeda-beda tentang kemenangan. Adalah tidak bijaksana membandingkan potensi kita dengan yang lain. Kemenangan sejati adalah ketika dengan potensi yang kamu miliki, kamu bisa melampaui standart dirimu sendiri."

Hal ini sama seperti kita,kita tidak perlu membandingan potensi dan kemampuan kita dengan orang lain, karena tiap orang memiliki potensi dan kemampuannya masing-masing. Musuh terbesar yang harus kita kalahkan dan lampaui adalah diri kita sendiri.



30/05/14

Petualangan di Kebun Teh Tambi

Jika ditanya apakah tidak capek setelah muter-muter kebun teh ini mau nambah lagi, dengan lantang akan aku jawab "enggak" . Aku, Otong dan pak David mulai petualangan dengan kembali ke jalan besar dan memilih kebun teh yang ada di seberang jalan sebagai obyek sasaran penjelajahan. Mencari jalan di sela-sela kebun teh, terlihat di seberang sudah rumah-rumah penduduk, jika di lihat seperti ada cekungan mungkin sungai pikirku tapi setelah di lihat ternyata bukan sungai hanya cekungan atau turunan yang di penuhi pohon-pohon teh. Berhenti sejenak untuk menganalisa, aku ingin ke seberang atas demikian juga pak David kalau Otong ngasal ngikut saja, maka dari itu kita berdiskusi (cieee bahasanya) ya ngobrol lah mencari jalan agar bisa sampai ke atas (di atas pemukiman penduduk) dengan menganalisa dari motor yang baru lewat di tempat yang ingin kita tuju. Tak butuh waktu lama, kita nurut Pak David sebagai driver pastinya sudah ahli mencari jalan tikus ketika menghindari macet dan agar cepat sampai tujuan.


Melewati pematang diantara rimbunnya pohon teh menuju pemukiman penduduk meski hati-hati karena jalannya menurun dengan tanah yang agak licin. Wiiih ternyata jalan di perkampungan ini sempit walaupun sudah rapi, dengan  kanan kiri rumah penduduk yang begitu rapat dari satu dan yang lainnya. Lurus berjalan menyusuri jalan setapak sambil sesekali bertegur sapa dengan penduduk sekitar untuk menghormati, mendengar jawaban mereka dengan logat ngapak-nya ketika di sapa sepertinya penduduk di sini ramah-ramah dan ada juga beberapa yang nampak heran dengan melihat ke arah kita.

Terus berjalan sampai di pertigaan memilih jalan lurus saja yang langsung menuju kebun teh. Dan woooow dari sini sudah terlihat hamparan kebun teh yang sangat luas banget dan pemandangan di sekelilingnya sungguh memanjakan mata, dengan bukit tinggi, gunung dan awan-awan yang sebagian berwarna putih dan sebagian lagi berwarna ke abu-abuan yang cukup tebal menutup sebagian langit yang berwarna biru cerah.
Inilah gambaran dari empat penjuru mata angin yang berbeda (padahal kagak ngerti arah sok-sok an pakai bahasa intelek). Kalau di gambar saja sudah seperti ini apalagi kalau lihat langsung..., bikin betah deh berlama-lama disana. Karena di sini sepanjang mata memandang hanya pohon-pohon teh maka dari itu tak ada yang bisa di ceritakan, hanya melukiskan lewat jebretan kamera dan mengabadikan dalam memory otak. Udara yang segar dan pemandangan yang luar biasa indah seimbang dengan sedikit rasa gatal setelah belusukan menerobos kebun teh. Sayang birunya langit tertutupi awan yang begitu banyak sehingga sedikit mengganggu hasil jepretan kamera. Sudah seperti acara pemotretan saja aku yang meminta di potret dengan sedikit memaksa seh sebenarnya, Otong sebagai fotografer dan pak David yang mengarahkan tempat agar mendapatkan gambar yang bagus.

Sambil berjalan-jalan dan sesekali mengambil gambar agar ada sesi memoryalnya. Di sore hari beranjak petang, di sela-sela perjalanan aku menjumpai beberapa penduduk yang mencari kayu bakar dan mencari rumput. Bayangin saja tu kayu bakar sebanyak itu mereka kuat mengangkat. Walaupun sudah tua tapi semangat mereka '45 perlu di contoh tu, nah dengerin ell perlu mencontoh mereka ingat itu... (bicara sama diri sendiri). Tak terbayang beratnya seperti apa dulu waktu bolang di Goa Kiskendo yang berada di daerah Kulon Progo, Yogyakarta pernah mencoba untuk mengangkat keranjang yang berisi penuh dengan rumput-rumput untuk makan ternak tapi enggak berhasil hanya mampu bergeser sedikit doank, berat ternyata. Di Tepi kebun teh yang dekat dengan pemukinam penduduk sempat juga menjumpai tiang-tiang dari bambu yang cukup tinggi dan berbentuk seperti kubus, katanya ini biasanya untuk mengadu atau melatih merpati.

Sepanjang jalan hanya tertawa melihat Otong yang tersiksa, sudah tak ada tenaga untuk melanjutkan perjalanan, salah sendiri acara jalan-jalan masih saja pakai celana jean ketat. Berbeda jauh dengan pak David yang masih bersemangat seakan tak punya rasa capek dan haus terus saja berjalan menyusuri jalan diantara kebun teh. Sebagai pecinta burung ketika ada burung yang melintas langsung saja pak David ingin mengejarnya bahkan sampai berkata "kalau penduduk sini ada yang punya burung di beli saja pasti harganya murah bahkan malah bisa saja cuma dikasihkan begitu saja, disini burung masih banyak" deeeer, hadah kenapa laki-laki di sekeliling aku memilih burung sebagai binatang peliharaan seh kenapa gak pelihara semut atau nyamuk gitu.

Melihat Otong yang hanya memiliki sisa-sisa tenaga pak David berkata sebentar lagi itu disana ada warung yang jual teh, melihat arah yang di tunjuk pak David memang ada bangunan diantara rimbunnya pucuk teh walaupun hanya terlihat gentingnya saja tapi mana ada yang jualan disini apalagi di kebun teh siapa juga yang mau beli. Mendengar perkataanku Otong ngomel-ngomel karena menghancurkan kembali semangatnya yang mulai terbangun setelah mendengar perkataan pak David tentang warung teh, hahahahha...... Kasihan juga melihatnya dan langsung saja aku buka tas ajaibku, kalau doraemon punya kantong ajaib aku juga punya tas ajaib aku kasih dia permen. Berhenti sebentar menikmati pemandangan sambil mengunyah permen dan oreo, pak David sudah enggak kelihatan masih asik dengan burung-burung yang berseliweran.

Matahari sudah mulai bergeser dari tempatnya, mengingat sebentar lagi gelap tujuan kita selanjutnya mencari jalan raya untuk pulang walaupun awalnya ingin jalan lurus terus penasaran sampai dimana ujungnya, Pak David sempat bertanya dengan bapak pencari rumput yang kita jumpai tadi tentang arah yang menuju ke jalan raya. Jika lurus terus akan menemukan jalan raya tapi masih jauh lagi, mengingat matahari yang meyuruh kita untuk segera balik ke pondok untuk itu kita memilih mencari jalan memotong, mencari jalan belok ke kanan (insting mendengar deru motor yang menanjak) yang agak besar tidak menerobos pohon teh takutnya kalau kejeblos. Di depan sudah ada pertigaan dan sepertinya ada jalan yang lumayan besar, di pertigaan eeeh tak disangka dan tak direncanakan kita bertemu lagi dengan rombongan yang naik sepeda yang kita jumpai di perempatan di awal jalan-jalan di kebun teh.




Pulang-pulang kembali ke pondok, mengingat sebentar lagi sudah jam 06.00 acara makan malam, nanti kalau ketinggalan cacing dalam perut bisa meraung-raung demo malah repot sendiri. Di tengah perjalanan Pak David menelefon keluarganya di rumah sekedar menanyakan lagi apa dan menceritakan apa saja yang sudah ia lakukan sepanjang hari ini, duuuuh senengnya trus aku yang menelefon siapa donk.... (ngarep dikit aaah, tapi itu aja yang telepon jangan yang lain apalagi sales yang menawarkan panci jangan deh)


Akhirnya tiba juga di jalan raya tapi sepertinya butuh sedikit tenaga lagi ni untuk sampai pondok, pikiranku dengan Otong ternyata sama menumpang mobil yang lewat untuk menghemat tenaga, hahahhaa.... tapi melihat pak David masih telepon dan beristirahat ya hanya membiarkan saja mobil-mobil yang lewat. Ketika ada mobil pick up lewat aku kiranya ingin berbelok karena agak minggir dan di depanku ada jalan, jalan yang barusan aku lewati untuk sampai ke jalan raya, tapi ternyata mobilnya menepi dalam pikiranku akan menanyakan padaku apakah membutuhkan tumpangan eeh ternyata mobilnya berhenti karena memberi jalan kepada mobil dari arah berlawanan mengingat jalan yang baru di perbaiki, wkakakaka....keburu ge er duluan.

Lanjutkan perjalanan menuju ke pondok penginapan, lumayan juga jauhnya dan kakiku bagian jari-jari sedikit sakit kepentok ujung sepatu karena jalan yang menurun, tidak hanya itu pergelangan kakiku juga mulai terasa pegal tapi semangat tak pernah kendur maju terus sampai tujuan. Aku dan Otong sepanjang perjalanan hanya bercanda terus sedangkan Pak David masih asik mengobrol dengan anak-anaknya di telepon. Tak terasa akhirnya sampai juga di pondok, huuuft...petualangan selama 2 jam sangat berkesan. Melihat kanan kiri sepi tak ada orang yang berlalu lalang, hanya beberapa orang yang lagi ngobrol di teras kamar, mungkin lagi pada mandi mengingat hari sudah mulai malam dan sampai pondok bertepatan dengan suara adzan tanda Magrib sudah datang.

Istirahat sejenak untuk menghilangkan keringat sebelum mandi, capek juga ternyata. Beberapa teman juga sempat bertanya karena baru kelihatan, melihat Otong yang tak berdaya kehabisan tenaga jadi ketawa sendiri, habisnya dia ngomel-ngomel bilang kalau aku kerjain dan menyiksanya, bodo amat yang penting sesi bebas 2 jam setelah jalan-jalan di kebun teh dan sebelum makan malam terbayar dengan melihat pemandangan yang begitu indah. Ini baru awal karena besok masih ada sesi perjalanan naik ke puncak Sikunir melihat sunres.

Saatnya mandi dan siap-siap makan malam dilanjut acara api unggun dan hiburan malam klik disini