28/05/14

Kebun Teh Tambi

Setelah melihat proses produksi teh Tambi kini saatnya jalan-jalan di kebun teh. Di pandu dengan guide mas Tanto mulai deh penyelusuran di kebun teh. Agro Wisata Teh Tambi yang terletak di desa Tambi kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo-Jawa Tengah ini memiliki area perkebunan yang cukup luas kurang lebih 829,14 ha dan terdiri atas 3 unit perkebunan yaitu unit Tambi, unit Bedakah, unit Tanjungsari. Bila berkunjung di pagi hari Anda bisa melihat para pegawai yang sedang memetik pucuk-pucuk teh, karena jadwal jalan-jalan kali ini dilakukan sore hari sehingga rombongan hanya bisa melihat-lihat daun-daun teh yang begitu luas bagai permadani.


Setiap tapak yang terayun menyusuri jalan setapak diantara rimbunnya pohon-pohon teh yang tak begitu tinggi dan terawat dengan rapi. Udara yang sejuk yang jarang kita jumpai di daerah perkotaan, tanpa asap kendaraan bisingnya lalu lintas di sini semuanya berbanding terbalik suasana adem cenderung dingin yang di lihat sejauh mata memandang hanya pehon teh dan pegunungan yang mengelilingi daerah ini.

Dieng merupakan dataran tinggi yang berada diantara gunung sindoro dan gunung sumbing, tak heran jika disini memiliki udara yang sejuk cenderung dingin. Menurut penjelasan dari mas Tanto bila di bulan agustus suhu udara di daerah ini bisa mencapai minus 3 derajat selsius seperti musim dingin di Eropa, sampai titik-titik embun di pagi hari bisa menjadi kristal karena membeku, jadi yang ingin merasakan dinginnya seperti apa silahkan mencoba datang kesini di bulan-bulan tersebut. Selain udara dinginnya di Dieng memiliki satu keunikan tersendiri yaitu matahari tenggelam lebih lama satu jam dibanding daerah-daerah lain di sekitarnya.

Untuk menjaga mutu dan kualitas dari daun teh pengelola selalu melakukan peremajaan terhadap pohon-pohon yang usianya sudah tua dengan cara memangkas habis daun-daunnya hingga tersisa batangnya saja seperti pada gambar di atas, selain itu pohon teh di Tambi memiliki ukuran yang tidak begitu tinggi ini agar kualitas rasa teh yang di dapat bagus, pohon teh yang tinggi memiliki kecenderungan kualitas yang menurun.


Bila sudah berada di sini jangan lupa untuk berfoto-foto ya sekedar narsis sambil mengabadikan momen langka bersama teman-teman.


Ketika jalan-jalan menyusuri kebun teh tepat di perempatan sempat berpapasan dengan serombongan pengunjung yang lagi menyusuri kebun teh menggunakan sepeda. "Mau pilih paket satu jam atau dua jam...."  Terdengar suara mas Tanto yang menawarkan jalan yang akan dilalui ketika sampai di perempatan, maksudnya bila paket satu jam berbelok kiri sedangkan jika yang dua jam memilih jalan yang belok kanan yang jalannya memutar lebih lama memngitari kebun teh. Aku penasaran sama jalan yang sebelah kanan, arah yang baru saja dilewati gerombolan bersepeda yang barusaja lewat, tapi gak ada teman. nasip beginilah kalau luntang-luntung sendirian menikmati dengan siapa saja yang ada di dekatku.

Senangnya hatiku ketika mendengar Otong juga penasaran dengan jalan sebelah kanan dan tanpa menunggu lama aku pun ngikut tepatnya mengajak untuk melalui jalan yang lebihpanjang dari rute yang disebelah kiri. Sementara yang lain sudah mulai berjalan menyusuri jalan di sebelah kiri tapi, sedangkan aku dan Otong berbelok ke kanan tapi yang lain menginginkan kita untuk kembali tidak memperbolehkan aku dan otong memilih rute berbeda dengan mereka. Tak hanya satu orang ribut tapi banyak, yah terpaksa deh kembali dan mengikuti jalur pendek. Sedikit gondok juga seh, tak dapat bereksperimen menikmati kebun teh hingga ke tengah.

Curaaaaaang..... Rasanya pengen narik mas Tanto untuk mengantarkanku berkeliling di kebun teh agar yang lain tidak cemas ataupun melarang karena hawatir nyasar. Gimana mau nyasar kalau cuma kebun teh setiap petak juga ada jalan-jalan kecil kali yang biasanya digunakan para pemetik teh untuk menjangkau daerah tengah. Suara terbanyak mengang deh, dengan terpaksa mengikuti kemana mereka pergi.

Di sepanjang jalan hanya narsis, tapi lihatlah wajah-wajah mereka yang penuh kegembiraan menikmati suasana penjelajahan di kebun teh ini. Walaupun ada beberapa yang tidak kuat dan memilih untuk kembali ke pondok. Dimana pun tempat yang dirasa bagus selalu ada pemberhentian untuk sesi foto-foto. Banyak juga foto bersama yang diabadikan di tempat ini, semuanya bergembira bila ada yang cemberut itu berarti ada kelainan dalam dirinya. Hahahahaa......



Satu lagi ulah pak Bowo yang menggelikan, tepat di pinggir jalan setapak yang dilalui diantara pohon-pohon teh terdapats ebuah pohon yang lumayan besar dan tinggi, tiba-tiba saja pak Bowo menghampiri pohon itu dan berpose layaknya film india ketika sedang bernyanyi, tak tanggung-tanggung pak Bowo langsung menyuruh Juki yang saat itu ada di depannya untuk memfotonya dengan pose yang sama dan Juki juga tidak mau ketinggalan ia pun ikutan berpose serupa. Kalau begini pak Bowo kelihatan lucu, kaya bayi sehat ;)


Setelah berjalan mengitari kebun teh selama satu jam, EO nya pinter juga ya bisa tepat waktu memperkirakan jarak tempuh tak kurang juga tak lebih akhirnya sampai juga di jalan besar yang menandakan bahwa pondok akan segera terlihat dan petualangan hari ini selesai. Tuh kan benar kalau aku mandiri berjalan sendiri tergantung siapa yang ada di sampingku. Tadinya berada di barisan depan sekarang berada di paling akhir, ketika melihat ada beberapa teman yang foto-foto langsung saja ikut nimbrung menjadi fotografer dadakan mereka.

Setelah habis foto-foto di sekitar pabrik dan pintu masuk mereka pada balik ke pondok, namun ketika Pak David berbincang dengan Otong yang mengajaknya untuk berkeliling kebun teh di sebelah barat jalan besar aku yang mendengar langsung menyahut untuk ikut jalan-jalan. Dan ternyata teman-teman yang lain juga membuat acara sendiri dengan membat sayembara untuk berjalan di seutas tali melewati kolam dan tidak boleh terjatuh, kalau bisa akan mendapat poin tentunya ada hadiah tersendiri untuk yang menang.

BERSAMBUNG... klik disini 

0 komentar:

Posting Komentar