18/11/14

Menyapa Yongsa 2

Ting tong... Yooooooo
"Maap baru pegang hp. Ada apa gerangan?"
"Hehehheee Kangen"
"Sini-sini duduk manis"
"Pengen nyender"
"Sini sini... Kelelahan apa yang membuatmu kepingin bersandar"
"Kangen saja dan pengen manja-manja"
"Aahhaa!-) Sepertinya ada sesuatu. Curiga aku"
"Beneran yo. Sebenernya dari kemaren mau nyender tapi kayanya lagi sibuk makanya ga jadi"
walaupun sebenarnya kecurigaan dia benar kalau ada sesuatu tapi berhubung sudah di pal begitu aku urungkan untuk bercerita

"Iya iya, bercanda kok"
"Gi apa"
"Welah. Ooiiaa gimana kabar kamu, gimana keadaan kamu? Gi nonton pelem"
"Alhamdulillah sehat, meskipun sedikit agak kurusan ga bulet lagi kaya dulu. Kamu gimana sehat kan"
"Syukurlah. Tapi kayaknya (harusnya kata --> meskipun) itu juga termasuk sesuatu yang disyukuri deh. Eh maap. Alhamdulillah baik dan sehat. Diluar pekerjaan, sibuk apa nih?"
"Iya. Ga ada kesibukan masih nyaria-nyari belum dapat"
"Bukankah agak kurusan gak bulet itu termasuk dambaanmu dan sebagian besar wanita. :D
"Enggak, kalau aku yang penting sehat" 
Mengingat aku seringnya sakit, ga bisa fit 100% dalam jangka waktu lama. Tapi sekarang sudah mendingan ga sakit-sakitan lagi.

Oh~
"Lalu mengisi keluangan waktu dengan apa? Siip siip siiip..."
"ampun..."
"Ga ngapa-ngapain. 2 bulan disibukkan dengn masalah ga penting"
"Hmzz..."
"Kenapa..."
"Masalah gak penting? Maksudnya?!"
"Biasalah cinta dan kofliknya"
"Mungkin bukan disibukan kali, tapi menyempatkan diri untuk menyibukan sesuatu itu"
"Ga tau juga tepatnya gimana"
"Welah."

"Eh yooo percaya feeling ga..."
"Maksudnya?"
"Iya kamu pernah ga merasakan sesuatu sama orank lain. Seperti ini sambil chat kamu bisa merasakan keadaanku saat ini, bisa kan.."
"Walaupun gak sering, tapi aku pernah."
"Oh gitu to~ Pernah, pernah. Lalu kenapa?"
"Sekarang itu sering aku rasakan"
"Bukankah dari dulu kamu seperti itu, maksudku kamu kan memang sensitip soal feeling"
"Iya tapi sekarang lebih. Aku pikir-pikir sekarang juga nambah kalau aku marah sama seseorang ujung-ujungnya badanku sendiri yang sakit, secara kamu tau sendiri kan aku masih susah mengendalikan emosi"
"Ko' bisa lebih? Memang susah mengendalikan emosi, terkadang bahkan tidak bisa. Emosi juga termasuk anugrah kita tidak bisa menghidarinya. Yang harus kita lakukan adalah cara menyikapi reaksi dari emosi itu sendiri dengan sebijak mungkin."
"Trus aku harus gimana..."
"Pribadi masing² mempunyai cara tersendiri, carilah."
"Belum nemu. Sadar kaya gini saja baru-barusan ini setelah berada di posisi sulit"
"Itulah kebanyakan orang. Tapi masih untung setelah kejadian terjadi bisa sadar. Yang lebih parah jauh setelah kejadian itu berlangsung belum sadar juga."
"Kayanya dari kejadian ini kepekaanku bertambah"
"Harus ada komunikasi antara sekumpulan otak dan hati, ketika sedang mengalami kejadian"
"Lalu apa lagi"
"Kepekaan bertambah tapi hasil dari kepekaan itu apa jika masih marah melampiaskan emosi?"
"Marahnya ga separah dulu tapi meredamnyaa yang agak susah"
"bukan diredam, tapi cara menyikapinya"
"Belum tau caranya. Masalahnya klo aku diam coba kontrol emosi tetap saja tubuhku sakit malah seperti ada kekuatan yang tambah besar"

by Che

0 komentar:

Posting Komentar