29/11/14

Cerita Ketika Hujan Datang

Pegi menjelang siang, matahari masih saja malu-malu memancarkan sinarnya. hari ini ada janji untuk ke salon sekedar merapikan rambut yang sudah mulai panjang namun kabar tak jua datang untuk memastikan janji yang sudah di buat beberapa minggu yang lalu. Entah lupa atau punya kesibukan lain yang membuat janji akhirnya hanya menguap begitu saja. Ini bukan salahku ya karena aku bilang nanti kabari tapi ga ada kabar kan.

Kalau janji tidak jadi bagaimana jika ngendon saja di kios buku, ada beberapa buku yang ingin aku beli. Carinya jangan di toko buku melainkan di kios buku saja yang lebih murah, anggap saja biar ngirit jadi bisa dapat banyak buku. Hehehehe...

Namun sudah beranjak siang langit masih saja bermuram durja, apakah ini akibat sisa galau kemaren (baca hujan) atau memang benar-benar mendung ya. Kata ibu ketika musim hujan untuk memastikan apakah hari akan hujan atau enggak ketika langit sudah gelap tunggu hingga siang bila masih gelap pertanda hujan segera datang tapi bila langit berangsur terang maka hujan pending datang.

Ingin pergi tapi mendung, tunggulah sebentar sampai jam 1 siang. Tapi sebelum jam yang di tunggu datang, bresss hujan seketika datang tanpa memberi aba-aba terlebih dahulu. Sedikit kerepotan juga mindahin burung, apalagi sangkarnya berat di gantungnya tinggi pula. Resiko dari orang yang tingginya pas-pas an :(

Hujan hari ini menggila, dari jendela aku niatnya ingin menikmati hujan namun alamak jadi keder sendiri liatnya. Aku melihat angin yang datang kencang terlihat mencoba memerangkap hujan di dalamnya. Jadi ketika di lihat hujan seperti jalan mengikuti angin yang sangat kencang. Tengak tengok dari kamar ke kamar siapa tau ada yang bocor, bingung juga "air selalu punya cara untuk membuat alirannya sendiri" aman, dan untuk waspada barang penting sudah aku pindah ke tempat yang ga mungkin terjangkau air.

Mungkin saking derasnya hujan bercampur angin yang menggila membuat lampu yang aku nyalakan untuk menerangi bergoyang disco redup mati...redup mati, wah kacau ni PLN. Niat awal ingin mandi sekalian sholat namun setelah berada di kamar mandi mendengar suara angin yang kencang hingga terdengar sampai dalam maka aku urungkan niat karena takut. Melongok ke arah jendela, ampun dah anginnya kenceng bahkan atap seng yang ada di sebelah rumah pun sampai keangkat-angkat bahkan aku melihat secuil seng yang terbang, entah itu penutup rumah siapa yang melarikan diri. Aneh juga biasanya aku yang deg deg an bila mendengar suara seng terkena angin ini hanya sedikit berkidik tanpa dag dig dug. Namun lama-lama serem juga lihat angin membawa hujan dan membuat atap seng keangkat-angkat.

Ternyata ibu juga mengurungkan niatnya untuk mandi, malah sudah berada di luar. Inilah kebiasaan ibu jika hujan tiba memilih berada di teras karena takut. Sebagai penikmat hujan aku suka melihat hujan cuma ga suka jika datangnya bersamaan dengan angin dan petir. Aku menceritakan apa yang aku lihat sebelum mematikan listrik dari meterannya, lha habisnya listriknya disco bisa rusak semua perabotan elektronik di rumah ini.

Mengontrol ruangan-ruangan di rumah ini dengan berbekal senter di tangan sarot sana sini melihat apakah ada yang bocor guna sebagai laporan nanati sore ketika bapak menanyakan kondiri rumah ketika hujan tiba. Oh ya baru nyadar selama melihat-lihat setiap ruangan ibu mengikuti di belakangku, ga tau deh kenapa. Tapi ya karena banyak fentilasi maka air hujan juga pada masuk dari sana secara ujannya ganas. Dan yang paling menggelikan ternyata ketakutan ibu sampai mengurungkan mandi dan lebih memilih menahan kencing daripada mesti ke kamar mandi sendirian. Yeees kali ini aku menjadi pahlawannya ibu, karena aku yang mengantar dan menungguinya. Hahahahah....

Ruangan bawah aman, kembali ke atas melihat ulang kamar-kamar yang ditinggal penghuninya. "Sendirian berani..." Tanya ibu ketika aku mengatakan akan melihat ke atas. Ya beranilah bu. Waah sedikit kerja keras, ni karena air ga pandang bulu masuk ke makar-kamar tanpa permisi udah gitu pas yang punya pada ga dirumah pula. Sempat juga berpikir apakah rumah-rumah tetangga yang lain aman ga ada yang bocor kaya rumahku ya, kenapa mereka sepertinya tenang-tenang saja secara aku dari hujan turun sudah ribet sendiri. Coba aku cari tau kapan-kapan, jadi penasaran juga.

Karena gelap akhirnya aku putuskan untuk menghentikan kegiatan mensurve dan bersih-bersihnya. Biarin saja nanti sekalian pas ngepel, lagian masih hujan bisa kerja dua kali nanti, nunggu hujan reda baru di beresin. Yang penting barang-barang yang sekiranya penting sudah diamankan. Lebay deh padahal cuma rempesan dari dinding saja bukan bocor yang gimana-gimana. Hehehehe... Sekali-kali mendaramatisir keadaan biar terlihat heboh donk.

Ga ada cemilan, mangga yang di petik adiku tadi pagi pun jadi. Hmmmm.... Darimana nyambungnya ya hujan dan mangga, mana cocok. Makan mangga sambil corat coret dan mendengarkan suara rintik hujan 'romantis' dan minumnya es teh. Hahahahaa... Baru niat tapi udah di gertak ibu, ya sudah berhubung milo nya habis boleh donk minum white coffe kali ini karena teh hangat sudah habis 2 gelas hari ini, cari suasana berbeda meskipun dengan imbas malam ga bisa tidur. Menikmati segelas kopi di teras sambil corat coret dan menunggu hujan reda. Belum juga kopi habis hujan perlahan berhenti, menengok jam sudah menunjuk ke angka 3:30 sore saatnya bersih-bersih menyapu jalan yang penuh dengan daun yang berguguran tak kuat menahan kencangnya angin yang berhembus.

Aku kalah..., jalan di depan rumah-rumah tetangga yang lain sudah pada bersih sedangkan aku baru saja memegang sapu, semuanya curaaaang... Kenapa ga bareng-bareng saja membersihkannya kan asik. Perlahan namun pasti daun-daun itu terkumpul. Tapi sebelum mengangkatnya malah kepotong obrolan dengan tetangga yang ingin mencari mangga jatuh di kebon orang. Dan tak hanya disitu obrolanpun berlanjut kali ini membahas tentang penyakit kista, ia bercerita bagaimana penyakit itu terdeteksi hingga pengangkatan kedua rahimnya. Obrolan belum selesai ibu sudah teriak mencari karena kotoran di depan rumah belum juga disapu malah membersihkan jalan depan rumah orang dan terpaksa deh obrolan terhenti sampai disana.

0 komentar:

Posting Komentar