06/05/14

Tak Mudah Kelain Hati


Handphone menjadi alat berteknologi canggih yang setiap hari menjadi bagian dalam kehidupan kita di era yang serba instan ini, bahkan sebagian dari kita tak bisa lepas dari barang yang satu ini kalau boleh memilih mending ketinggalan dompet daripada ketinggalan handphone. Handphone memberikan efek ketergantungan melebihi candu apa pun di dunia ini. Coba hitung berapa kali dalam sehari dari bangun tidur sampai tidur lagi Anda memegang ataupun memainkan handphon...?? Ratusan, karena secara gak sadar kita sudah ada ketergantungan dengan alat komunikasi modern ini.

Mungkin di awal-awal kemunculannya seperti kebanyakan orang lain  yang selalu mengikuti perkembangan teknologi yang selalu menampilkan model terbaru hampir di setiap semester. Gonta-ganti handphone menjadi hal biasa, itu juga yang aku lakukan apalagi disaat kemunculannya saat itu juga awal aku bekerja. Gaji yang sudah tersisih di tabungan tak pernah bisa utuh gara-gara tak bisa ngerem kebiasaan buruk ini. padahal waktu itu gaji juga tak seberapa tapi demi sebuah kepuasan aku rela lakukan. Cuma buat gaya-gayaan demen eh hobby sms untuk ngerumpi dengan teman-teman.

Namun berangsur-angsur kebiasaan ini sedikit-sedikit menghilang bahkan bisa dibilang total berhenti setelah aku membeli handphone nokia expres musik (lupa serinya berapa, sepertinya expres musik keluaran terakhir deh) yang menerbitkan 2 varian merah dan biru. Ngiler dengan warna biru, untuk mendapatnya juga lumayan susah karena stok kosong terus. Setelah pesan dan menunggu beberapa minggu barulah aku dapat handphone (hp) yang aku inginkan ini.

Handphone keluaran tahun 2008 (kalau enggak salah), yang aku suka dari handphone ini sebenarnya cuma bentuknya yang simple untuk mendengarkan musik suaranya enak, bentuknya kecil dan tidak berat jadi bisa di kantongi dan tidak makan tempat bila dibawa pergi. Generasi setelah handphone ini mulai bermunculan model Qwerty, entah mengapa tak ada minat untuk memilikinya padahal lebih canggih dan modis dengan penampilan cantik. Tak tergoda sama sekali buatku punyaku lebih bagus dari apa pun, suka karena simple dan imut.

Setelah generasi qwerty baru deh menetas blackberry, di awal-awal kemunculannya aku juga tak menggubrisnya tak ada niat untuk membeli hingga keluar blackberry versi onyx baru deh sedikit melirik namun masih menimbang-nimbang belum srek benar untuk memilikinya. Tak berapa lama muncul juga generasi penerus yang diberi nama onyx 2, nah yang ini baru benar-benar ngiler, harus beli dan mesti punya. Ya gitu kalau ada niat selalu ada jalan, eeh kalau slogan yang tepat untuk yang satu ini kalau ada niat selalu bongkar celengan. Akhirnya blackberry onyx 2 pun bisa aku miliki. Awal-awal heboh blackberry massanger aku juga menikmatinya tapi lama kelamaan bosan juga, mungkin dampak seringnya menggunakan segala macam sosial media penyedia layanan chatting (semua sudah pernah aku coba) sehingga handphone lebih aktif untuk jualan daripada untuk ngerumpi. Sama seperti handphone nokia handphone yang satu ini juga bernasip sama tak bisa beralih ke yang lain tak ingin mengganti ataupun mengoper kepada yang lain, tak tergoda juga dengan model dan versi lain.

Kini kedua handphone ini hanya tergeletak di meja jarang tersentuh yang punya, bukan bosan tapi lagi malas hanya sesekali membalas pesan yang masuk itu juga bila penting, kalau yang hanya mengajak ngobrol seringnya tak aku tanggapi. Maaf ya teman-teman yang sudah bela-belain mampir tapi enggak mendapat respon bukannya sombong atau marah tapi memang lagi malas semalas-malasnya, tunggu saja suatu saat aku pasti kembali seperti dulu tapi pastinya kapan tunggu yaaah..... Jangankan handphone, televisi saja sekarang sudah jarang pake buanget menyala kok. Mungkin bisa dibilang aku bisa hidup tanpa televisi dan handphone tapi tidak untuk musik dan lepi atau komputer.

Fisik masih mulus-mulus semua bila dilihat dari tahun lahir barang, ini juga sempat di utarakan oleh pemilik conter ketika aku meristart ulang, padahal sudah beberapa kali salto dari dari meja tapi masih bertahan. Namun ada sedikit kendala di handphone blackberry sepertinya softwarenya sedikit kena setelah melayang dari meja dengan sangat kerasnya itu juga tidak cukup satu kali, mungkin dianggapnya asik kali ya jatoh-jatoh sehingga ketagihan dan diulang-ulang hingga beberapa kali. Begitu juga dengan handphone nokia yang usianya lebih tua terkadang saat digunakan untuk telepon ataupun menerima panggilan tidak ada suaranya, hehehehe....

Tapi coba perhatikan deh di handphone blackberry ada sesuatu yang membuatnya special, apa coba...? BINTANG, ada 3 bintang nempel disana sedangkan di handphone nokia bintangnya ada di layar, bukan wallpaper ya tapi di anti goresnya selain itu sengaja aku kasih pelindung bukan biar ga lecet tapi demen sama warnanya, hehehehe..... Ooh ya ada juga teman yang heran karena handphoneku awet dan masih mulus padahal sudah lama pake buanget enggak ganti-ganti (memang aku kalau punya barang awet, sombong dikit aah...), belum ada yang menggoda mata seh sebenarnya (aku kan tidak goyah dengan godaan) jadi ya masih bertahan dengan yang lama. Sebetulnya agak sedikit tergoda dengan android samsung galaxy s3 tapi melihat harganya sayang juga beli cuma buat gaya-gayaan mending uangnya di investasikan kali ya buat hari tua.

Hai kamu, ini aku buktikan bisa lepas menjadi generasi merunduk jadi bukan hanya kamu kan yang bisa menjadi manusia primitif. Eeeeh sepertinya asik juga ya lepas dari handphone, televisi dan komputer lalu kembali ke dunia radio seperti waktu kecil dulu hmmmm...., ide bagus sekali-kali coba aah tapi masihkan ada drama radio seperti dulu.....

0 komentar:

Posting Komentar