06/04/14

Permen ~ Menerobos dan Mogok di Jalan


"Permen Bolong Rasa Plong..."
Pada ingat kalinat iklan permen yang satu ini kah, yang sangat terkenal di era tahun 2000an ketika awal-awal kemunculaan permen dengan sedikit rasa pedas nah ini juga salah satunya.

Ada cerita di balik permen yang satu ini, awalnya ketika masa-masa kuliah kalau enggak semester 3 ya 4. Seperti biasa aku lebih banyak mendapat kelas pagi dan waktu itu hari jumat hanya ada satu mata pelajaran yaitu kewarganegaraan yang dosennya sering nerangin sampai bikin ngantuk dan seneng bener buat tugas untuk ngerangkum dan yang paling aneh setiap mahasiswa diwajibkan untuk membeli buku yang kebetulan buatannya sendiri. Ikut kelas besar atau kelas yang dalam satu kelas jumlahnya banyak dan terpisah dari teman-teman se-gank ku yang saat itu berada di ruangan depan dengan dosen yang berbeda. Duduk di deretan ke dua dengan teman di samping kanan kiri tidak begitu kenal memang sesuatu banget bosannya, ngantuk pula. Dan untuk mengusir ngantuk makan permen sepertinya menjadi alternatif terbaik deh ya secara untuk ngerumpi di kelas juga enggak mungkin karena memang tidak kenal betul dengan teman sebelah.

Mendengarkan dosen dengan permen di mulut, lumayan bisa sedikit menghilangkan rasa bosan namun ketika hidung terasa gatal berasa ingin bersin. Haaaaaa...chi ambil nafas ketika ingin bersin tanpa sepengetuanku permen yang aku makan ikut ketelan. Mungkin aku ambil napasnya kepanjangan kali ya sehingga permennya kehisap masuk sampai kerongkongan saja. Bayangin permen yang baru saja aku makan tau-tau tertelan dan tersangkut di tenggorokan, tidak bisa keluar dan tidak bisa masuk hingga napasku kadang tersengal mungkin karena permen yang menghambat jalan pernafasanku. "Aduuuuh..., bagaimana ini" memegang leher terasa ada benjolan yang memang sepertinya permen yang kesangkut, bingung... melihat jam pelajaran masih lama selesainya, tidak bawa minum pula, mau ijin keluar juga takut melihat dosen yang masih asik menjelaskan. Sibuk pandangan lurus ke dosen namun tangan pegang-pegang tenggorokan.

Tak ada yang bisa aku lakukan, berkali-kali berdaham dengan harapan agar bisa memuntahkan namun juga enggak bisa lalu aku coba mengurut-urut leher pas bagian permennya agar bisa turun tapi susah. Lama menunggu akhirnya dosen selesai juga menjelaskan. Pintu di buka segeralah berhamburan keluar aku menengok ke kelas  seberang ternyata sudah kosong, "kemana mereka..., langsung pulang saja lah tidak usah mencari mereka"  pikirku sambil turun menuju parkiran menggunakan lift.

Tak ada pikiran untuk ke kantin beli minuman dulu sebelum pulang siapa tau permennya bisa ikut hanyut namun langsung saja menuju parkiran motor dan pulang. Memang dasarnya hari jumat memang hanya ada 1 mata pelajaran kewarganegaraan saja, namun biasanya aku ikut kelas teman se-gank yang masih ada kelas akuntansi, ini karena aku juga tidak sekelas dengan mereka ketika pelajaran akuntasi dan dosen penampu mata pelajaran akuntansiku tidak begitu mengenakkan bila menerangkan dan terlalu banyak soal yang mesti di kerjakan makanya aku ikut kelas lain biar bisa benar-benar ngerti apa yang diajarkan.

Sampai di rumah aku cerita sama ibu kalau ada permen di tenggorokan yang tidak bisa keluar ataupun masuk, lalu saran ibu dikasih minum yang banyak namun tetap saja masih ada, makan nasi tapi sepertinya gagal juga makan cemilan pun masih sama, tapi kok malah tambah sakit ya setelah aku rapa ternyata permennya berubah arah, yang tadinya posisi menyamping sekarang malah melintang. Kembali aku mencoba urut-urut tenggorokan biar permennya kembali ke posisi awal ya sukur-sukur bisa masuk.

Butuh kesabaran penuh dengan sedikit usaha sambil menahan rasa sakit akhirnya permen kembali ke posisi awal dan agak sedikit turun. Ketika mengurut-urut telpon rumah berbunyi, ternyata teman-temanku telpon dan menanyakan kenapa di tunggu di lantai bawah tempat biasa nongkrong kok malah pulang, ya aku cerita saja kejaadian permen nyangkut eeeh malah di ketawain sama mereka. Ketika bicara dengan mereka seakan suaraku tercekik yang semakin lama semakin habis dan hilang berganti dengan sengalan karena sesak napas, maka dari itu aku minta ijin untuk memutus sambungan telepon karena sesak napas.

Sakit dan aku menyerah tak tau lagi harus berbuat apa, lalu aku buat tidur saja ternyata bisa tidur juga dan bangun-bangun permennya sudah hilang, horaiiii...horai...horaaaaiii.....Akhirnya permen itu pun hilang tertelan, tapi bagaimana prosesnya aku gak tau, mungkin ketika tidur produksi air liur meningkat dan membasahi kerongkongan lalu mengikis permen sedikit demi sedikit hingga permen itu pun hilang tertelan. Hmmmm..., sepertinya begitu tapi yang terpenting permen itu sudah hilang dan sejak saat itu aku gak mau lagi makan permen bolong rasa plong bahkan dalam jangka waktu yang agak lama sepertinya aku enggak mengunyah permen deh (segala jenis permen). Baru akhir-akhir ini saja aku mengunyah permen yang dulu menjadi sedikit masalah buatku, itu pun juga karena rasa tertarik dan harganya yang murah, hehehehe....(L)

05/04/14

Buku Coretan Baru

Menulis sudah terbiasa aku lakukan sejak kecil, aku lebih mudah bercerita dengan coretan-coretan dalam buku ketimbang untuk bercerita dengan orang lain termasuk juga orang tuaku sendiri dan jika diantara kalian pernah aku curhati dan menjadi "tong sampah" itu tandanya kalian lagi beruntung hahahahahaa.... beruntung dari mananya ya cuma dapat curhatan doank beruntung itu jika mendapat traktiran atau mendapat undian itu baru beruntung tapi kalau cuma curhatan dariku mah itu suatu musibah kali bisa disebutnya, hehehheee...

Ini adalah buku coretanku yang baru, entah yang keberapa yang jelas ini juga sepertinya sebentar lagi mau habis tapi jangan hawatir karena aku sudah beli isi ulangnya jadi sekarang tak perlu lagi banyak-banyak membeli buku cukup membeli isi ulangnya saja, yang isi ulang tak hanya sabun ataupun kebutuhan sehari-hari sekarang buku juga ada isi ulangnya kan (sepertinya sudah dari dulu deh kalau cuma isi ulang, katrok :D ).

Walaupun sekarang aku juga sedikit banyak aktif ngeblog tapi terkadang dengan coretan di atas kertas memiliki keasikan tersendiri lho, semuanya bisa tertuang dan lebih mudah ngeditnya tinggal coret doank tak seribet jika menulis dan bisa dilakukan sambil tiduran ataupun dimana saja apalagi dengan kertasnya yang gambarnya lucu-lucu tambah asik deh nulisnya. Coba itu yang tak bisa menuangkan unek-unek dengan orang lain tuangkan dalam sebuah coretan siapa tau suatu hari nanti bisa dijadikan bahan cerita dan bisa di bukukan kan unik tu daripada cuma di pendam nanti jadi batu malah repot ngambilnya, iya kalau sekalian tersedia pasir ama semen bisa buat bangun rumah tapi kalau cuma batu secuil hanya bikin penyakit. Tak perlu bisa nulis kok asal tulis saja kan yang tau juga cuma kita.

Diary istilah kerennya begitu, mungkin saat ini menurut kalian tak ada artinya namun suatu saat nanti akan berguna. Sekarang juga sudah tersedia diary elektronik lho ada password nya juga jadi bisa sedikit aman belum coba karena menurutku agak sedikit aneh masih tertarik dengan yang manual saja. Menulis untuk keabadian setiap langkah, setiap pikiran dari sang pemilik akan terukir dan akan abadi hingga kapanpun. (L)

04/04/14

Alpukat ~ Teman di Pagi Hari


Pagi menjelang siang, masih penasaran dengan blog yang belum bener penampilan yang masih jauh dari kata sempurna dan masih juga berburu tema yang pas seleraku tapi belum ketemu, kemaren seh ketemu tapi enggak bisa download aplikasinya (judulnya kuciwa) ketemu yang simple dan imut tapi cuma pic doank enggak tau link downloadnya dimana, begini ini yang namanya gratisan.

Ngulik blog ditemani segelas alpukat yang hanpir tiap hari aku buat dan belum menemukan kata bosan serta senandung lagu-lagu lawas era 80-90an. Alpukat itu nyamiiii, seperti halnya strowberi asal buatnya tidak dicampur apa pun seperti susu, coklat, gula, intinya oroginal kalau mau campur kasih aja perasan jeruk nipis, tapi kali ini membuat farian baru alpukat dicampur buah rambutan dan menghancurkannya menggunakan sendok saja ya biar lebih sedap.

Ooh ya ada sedikit tips ni, bila teman-teman ingin membeli alpukat belilah yang "kocak". Bingung ya istilah apa lagi itu, begini caranya bila memilih alpukat ambil dan kocok-kocok kalau ada bunyinya berati bagus kalau enggak berbunyi sebaiknya jangan di pilih, untuk membuatnya masak taruh saja di tempat beras (menjadi satu dengan beras) biar hangat dan cepat masak. Jangan salah pilih ya, ingat yang bersuara karena kalau yang tidak bersuara terkadang kalau sudah matang agak pahit dan rasanya tidak begitu manis ini sudah aku buktikan.

Untuk menyajikannya sebaiknya jangan terlalu banyak campuran karena campuran itulah yang membuat ndut, kalau cuma alpukat doank gak ada masalah malah alpukat itu bagus untuk kesehatan kalau enggak percaya coba tanya eyang google dan kalau belum yakin tanya saja dengan dokter kesayangan anda. Oh ya satu lagi alpukat juga mengenyangkan dan bisa nahan lapar lebih lama lho. (L)


03/04/14

Harta Berhargaku


Niat belajar usaha jual buku online membuatku berinisiatif untuk menjual novel-novel yang menumpuk di lemari. Novel yang sudah lama tak terjamah membuat sebagian berjamur karena kurang perawatan dan hanya aku kasih kapur barus saja tanpa menggunakan silika gel untuk menghalau jamur-jamur yang merusak koleksi novel mulusku. Membongkar, melihat dan mengingat novel-novel ini hati terasa senang banget. Benar juga kata Citra  "melihat tumpukan koleksi membuat teduh, hanya ini satu-satunya penghiburanku komik-komik seakan menjadi harta berhargaku" obrolan dengan citra yang juga hobby mengkoleksi komik bahkan aku sampai ngiri dibuatnya koleksinya bejibun kurang lebih hampir 1000 komik :( ngiriiii bener-bener ngiri.

Gara-gara menanyakan ide untuk memulai usaha dan mendapat masukan untuk membuka jual buku baru maupun bekas online, hmmmm..., sepertinya asik bisa baca buku dan mendapat penghasilan tambahan tapi pesimis juga secara sekarang sudah pada jarang yang mau membaca buku dan juga sudah banyak e-book gratis yang mudah di dapat. Mungkin hanya sebagian orang yang benar-benar pecinta baca kali ya yang rela merogoh kocek demi mendapat buku incaran. Antara rela dan enggak, tapi niat dan berpikir kedepan dari usaha ini siapa tau bisa mempunyai toko buku sendiri waaah alangkah senangnya berada di antara tumpukan buku yang berkualitas.

Mulai berburu komik dan novel, menyisihkan uang jajan demi hobby baru tapi yang suka dengan kegiatan baruku ini ya adik perempuanku, bisa baca komik gratis biasanya kalau libur menyewa sampai 1 kantong plastik penuh. Baca komik itu susah, dari dulu belajar membaca tapi tetap saja kagak ada cerita yang nyantol, gak ada yang bisa aku ingat bahkan sampai sekarang pun masih sama enggak bisa bacanya udah gitu bacanya lama pula. hehehheee....

Ooh ya waktu membongkar novel-novel dari lemari untuk dibersihkan dan dibuang sampul plastiknya, dulu untuk menghindari buku rusak lebih parah aku membungkus satu per satu buku dengan plastik sangat rapi deh. Waktu membongkar aku sudah mengendap-endap membawanya ke atas ini agar ibu tidak komen tapi ternyata usahaku gagal dan ketika melihat ibu pun bertanya
"Mau dibawa kemana...??" Nah kan bener, ujung-ujungnya pertanyaan panjang deh.
"Mau dijual" jawabku asal
"Yooooh....." Weeh ibu semangat bener ya menanggapinya tanpa berpikir langsung nyemplos, ini memang impian ibu agar buku-bukuku hilang dari rumah, bukan ibu gak suka namun menurut ibu tidak ada manfaatnya karena jika sudah baca aku bisa tidur enggak tidur sampai novelnya habis dan seharian pun rela ngendon di kamar.
"Kenapa dibawa ke atas (ke kamarku)...."
"Disini rame, kan mau dibersihin dulu sebelum di jual"
Namun ketika masih sibuk ngelap dan membersihkan novel-novel ini dari debu ibu datang dan sekali lagi komen...
"Gara-gara kaya gitu (novel) di bela-belain sampai kakimu bengkong ya...,oooh bukan buku tapi majalah deng ya" Nah kan ibu masih inget aja tragedi kaki bengkok dan besar beberapa tahun yang lalu.

Sepertinya novel-novelku banyak yang hilang deh walaupun hanya sekali baca tapi aku ingat punya novel dan sedikit banyak masih ingat lah gambar sampul depannya seperti apa, namun ada beberapa yang enggak ada. Hmmmm....., masa ya beli lagi dulu kalau beli sukanya langsung ke penerbit ataupun order langsung ke penulisnya kalau sekarang ya mesti ke toko buku. Kemana gerangan novel-novelku yang lain....


02/04/14

Pembenaran Blog Manual

Iiiih benar-benar gemesin deh...

Pagi-pagi pikirnya mau corat-coret critanya otak masih baik hati mau ngajak jalan-jalan dalam imajinasi penyelusuran messin waktu, namun ketika membuka blog bukan senang malah marmos blog-ku yang edelweis jadi acak-acakan. Antara bingung bercampur ngeblank, tampilannya beda..... meskipun aku coba buka berkali-kali tampilan tetap sama berubah tidak seperti yang biasanya. Apanya yang salah....Mencoba mengingat-ingat apakah aku tanpa sadar otak-atik settingannya hingga jadi amburadul gini tapi seingatku kemaren buka 'lepi' pagi doank itu juga sebentar cuma buat entri udah, selebihnya hanya dengerin lagu sambil rebahan buat ngusir pening. Lalu kenapa jadi acakadut gini seh blog-ku, aku kirannya mungkin karena internet lagi lemot coba nanti lihat di kantor namun ternyata sama saja, aduuuuh bikin pusing.

Aku coba balikin ke pengaturan awal tidak bisa, browsing mencari template ternyata tidak langsung bisa di pake hampir semuanya menggunakan format zip, rar dan sebagian lagi di puter-puter kagak ngerti ngambilnya gimana biar bisa langsung di terapin. Pikiran lagi kusut malah ketambahan blog yang menjadi aneh ya sudah dari siang cuma otak-atik liat template tapi kagak bisa masang dan ujung-ujungnya tambah blank lah pikiran. Enggak nemu ide ataupun cara untuk benerin blog, yang ada dalam pikiran mending cari template baru dan memodif ulang. Ide yang bikin capek dan menghabiskan waktu percuma serta sarat dengan cenat-cenut gara-gara tidak jadi-jadi malah tambah hancur.

Mencoba mengulang satu-persatu, mengkopi HTML dari blog-ku yang lain tapi malah terasa aneh dan error ada rumus yang salah, kaya gini ni yang tambah bikin kerjaan, meneliti database dan mencoba mencari pasangan sesuai rumus yang sebenarnya enggak aku mengerti. Tapi boleh donk berusaha walaupun dengan tambal sulam tapi tetap saja error. Mengotak-atik dengan bantuan eyang google semakin dibenerin tambah gak nyenengin tampilannya. Benerin program ternyata banyak yang hilang dan sudah ganti-ganti, terpaksa deh kerja manual dan beginilah hasilnya, tak sesuai harapan.

Bagi teman-teman yang bisa program atau pun ingin membantu buatin template boleh juga, tapi yang siap pakai ya, kalau yang punya referensi download template yang keren lucu (lagi pengen yang berbentuk buku) boleh juga kalo perlu sekalian saja copy -in dan kirim ke email she_aphrodit@yahoo.com ya. Lagi malas mikir dan malas bertindak, malas ngapa-ngapain pokoknya lagi terjangkiti penyakit malas tingkat menghawatirkan. Bila ada yang merespon makasih banget kalaupun enggak ya sementara membaca dengan tampilan aneh dulu ya sambil menunggu malasnya bosan dan pergi.