10/11/17

Nyamuk bergaya Ala atlit renang

Ini ceritanya pas makan di warung tenda. Warung yang sudah beberapa kali aku datangi karena ini warung langganan yongsa, ga ada yang istimewa sebenarnya, warung yang buka sore hari dengan menu utama penyet ada juga sayur yang tiap hari ganti tergantung istrinya lagi mood pengen masak apa karena suaminya hanya mengeksekusi lapangan saja.

Makan disini harus ekstra sabar karena yang jual kalau ngebuatin pesanan seperti orang bingung, ya bisa dibilang lama sebenarnya. Tapi yang jadi spesial adalah harganya yang bisa dibilang murah meriah dan bikin perut kenyang dengan masakan yang bisa dibilang lumayan enak.

Sebelum kami sudah ada 2 orang, satu orang selesai dan pulang, datang lagi seorang bapak- bapak. 2 orang bapak-bapak duduk bersama kamu (meja cuma satu) sepertinya sudah langganan atau karena rumahnya sekitaran warung. Bapak yang duduk di samping aku dari pertama kali dia duduk ngomong terus, cerita tentang pengalaman-pengalamannya.
"Walaupun begini aku termasuk golongon orang yang takut pada istri. Aku malah senang punya istri galak, soalnya seorang pria kalau dibiarkan dan tidak bisa kontrol waaah sudah bablas. Jadi istriku galak itu demi kebaikanku juga. Kalau aku pas kumpul-kumpul gitu ya liat istriku keluar rumah hingga ke jalan, aku langsung pulang. Dia cuma bilang 'kenapa pulang' dalam pikiranku ga pulang nanti malah rame. (Itu namanya malas ribut, pikirku)".
Pas aku jaman dinas di surabaya pun tak bela-belain pulang seminggu 2 kali biar istri senang ga kepikiran.

Dia terus saja cerita tentang kejadian-kejadian yang menjadi orang disegani. Walaupun sesekali aku ga ngerti apa yang dibicarakan, aku hanya diam dan mendengarkan. Sampai suatu ketika ada seorang pria lewat membawa tas di punggungnya. Yang menjadi perhatian kami yang ada disana pegangan raket yang terlihat dibalik tas ranselnya. Dan mulai lagi cerita dari si bapak, kali ini tenyang raket nyamuk.

"Sekarang menggunakan raket nyamuk sama saja. Nyamuknya ga berkurang. Di rumah aku gunakan raket nyamuk tapi ya tetap saja nyamuknya banyak. Tiap 'namplek' meleset terus lama-lama aku amati ternyata nyamuknya terbangnya kaya orang renang. Cuuuuuus...., jadi badannya lurus makanya dari tadi tidak ada yang kena, nyamuknya terbang kaya orang renang bisa menelusup disela-selanya" sambil memperagakan kedua tangannya lurus didepan dada seperti orang renang.

Tawapun pecah, dan parahnya seletika itu juga kubayangkan bentuk nyamuk yang terbang lurus seperti orang renang itu seperti bagaimana, ya ga nemu-nemu gambarannya karena selama ini sering menggunakan raket nyamuk dan kena sampai nyamuknya kadang kebajar di raketnya. Jangankan pake raket nyamuk, nepok nyamuk pun sering kena ga pernah mengamati dengan jelas terbangnya nyamuk seperti apa kecuali ukurannya yang berbeda. Dan saat nulis inipun masih aku bayangkan nyamuk meluncur dari sela-sela lubang raket dengan gaya renang itu seperti apa????? Tolong kamu camkan itu (dengerin mp3; nyanyi ala virgon-bukti)hahahahaa.... (09/11/17)

09/11/17

Tulisan di dinding sekolah

Tadi ketika mengambil barang ke sekolah, ya karena yang menyewa guru disana. Katanya biar ngambilnya lebih dekat, ketimbang ke rumah yang memang lunayang jauuuh apa lagi jalannya masih di perbaiki.

Ga ada yang spesial sebenarnya. Hanya gedung sekolah dasar yang sudah sepi mungkin sudah pada pulang yang masuk pagi sedangkan yang masuk siang baru pelajaran. Teringat kembali saat jaman masih pakai seragam putih merah, sesaat pikiran mulai kembali kemasa itu sesekali tersenyum mengingat masa kecil yang penuh kegembiraan. Saat mau pulang, ketika selesai merapikan barang bawaan agar mudah mengendarai motornya tiba-tiba saja seperti ditunjukkan tulisan di dinding. Emang dasar kebiasaan ya, mata kalau ada deretan abjad selalu ada naluri untuk membacanya.

Tulisan itu biasa saja "Tuhan akan menjawab setiap usaha dan perjuangan kita" tapi setelah selesai membaca hati brasa tenang. 'Ceeeeeees...' seperti mendapat suntikan semangat baru untuk terus merjuang/ berusaha melanjutkan apa yang saat ini sudah dijalankan. Terus semangat membangun pondasi untuk memperkokoh masa depan dalam mewujudkan semua harap dan cita.

Kekuatan kata yang walaupun terlihat biasa saja namun tak jarang bisa menjadi penyejuk hati. (08/11/17)

06/11/17

Berjuang Hingga Akhir


Terkadang kita dihadapan pada hal sulit, dimana untuk lanjut tidak ada amunisi untuk memperkuat gerak sedangkan berbalik dan kembalipun sangatlah tidak mungkin. Dan disaat-saat seperti inilah yang kita butuhkan strategi. Berpikir bagaimana bisa terbebas dari himpitan yang tidak memungkinkan ada solusinya, namun demikian selama amunisi belum habis, timeout belum menyala teruslah gempur, taklukkan sebanyak mungkin musuh/ persoalan/ kepungan lawan.

Tidak ada kata menyerah sampai semua level terlewati karena pemenang sejati adalah mereka yang berjuang sekuat tenaga dan pikiran untuk melampaui batas yang bisa ia dilakukan (05/11/17)

Note daur ulang



Awal mula ingin membuat buku corat-coret, meskipun sudah ada applikasi notebook yang memudahkanku untuk bermain kata, namun ada kalanya kangen juga untuk menulis secara manual di buku seperti dulu dimana selalu saja ada coretan saat salah memilih kata. Sudah ada buku yang menemaniku bertahun-tahun tapi ingin saja buat dari kertas-kertas bekas yang lumayan banyak dan belakangnya masih kosong (untung kagak ketahuan simbok, bisa di kiloin dituker ama cabe keriting diwarung). Mulai deh dipotong-potong jadi 2 biar kagak terlalu besar. Lalu disatukan dan buat sampulnya deh.

Nah saat buat sampul inilah berpikir lumayan lama. Ingin buat dari kain flanel kaya yang sebelimnya tapi sayang kainnya (perpaduan pelit, ngirit, perhitungan). Lalu keinget punya bungkus milk (ngambil dari tempat yongsa) ya udah otak-atik. Dapatnya aku potong-poyong memanjang dan di anyam. Tapi berhubung hanya 3 mau ngambil lagi kelupaan keasikan ngobrol. Nganyam juga bingung mau dibikin gimana dikarenakan panjangnya yang serba pas-pasan ya akhirnya aku akal deh pake sisa kertas kado. Siiiiip, mulai di lem sana-sini. Karena pakai lem tembak sedangkan objeknya kertas ya jadi menggumpal (aneh), obrak-abrik meja nemu dah lem putih lanjut beraksi dan jadi meskipun sudah salah motong tapi lumayan lah.

Dan saat aku lipat, taraaaaa.... di bagian lipatan malah sobek. Bingung bercampur kaget. Lalu aku amati lagi adakah yg salah dari semua yang sudah terjadi dan memang salah. *Masih basah sudah dilipat, *kertasnya terlalu tipis, *salah penggunaan lem, ... ya sebenarnya ga terlihat jelas seh tapi menurutku kurang bagus juga. Lihat kanan kiri ada kertas sisa, ya sudah aku templokin ajah untuk menutup retakan, hahahahaha.... aneh seh dilihatnya tapi ya sudahlah biar nambah warna. Daaaan bagian dalamnya untuk menutupi kardus aku gunakan sampul undangan yang sudah ga terpakai. Hahahahaha.... bener- bener ga modal yaah.

Liat hasilnya bikin ngakak. Udah isinya tebal pake buanget, sampulnya dari kertas-kertas sisa. Jian ga modal blas blaaas blaaaaas.... hahahahaha
-&-

[ ] Tak jarang apa yang direncanakan sudah terkonsep dengan detail di pikiran, akan mendapat hasil yang berbeda saat dalam prosesnya hingga jadi.
[ ] Ada hal-hal tertentu meskipun itu kecil, namun bisa merubah hasil.
[ ] Meskipun sudah berhati-hati dengan penuh kesabaran, akan tetapi selalu saja ada celah yang membuat semua berjalan tak semulus seperti yang dibayangkan.
[ ] Jangan hanya berfokus dengan satu atau dua warna, beranilah untuk bermain warna. Walaupun kontras tapi itu akan memberi jiwa baru yang membuat lebih berwarna dan membawa keceriaan bagi yang melihat.
[ ] Tidak perlu mengadakan, hanya perlu berpikir untuk memadu-padankan agar menjadi sesuatu yang terlihat apik.
[ ] Dengan sedikit tambal sulam dari sesuatu yang kita milikipun akan memberikan sesuatu yang indah, karena pada dasarnya di dalam setiap individu memiliki jiwa seni yang terkadang tak disadarinya.
[ ] Barang bekas tidak harus menjadi penghuni tempat sampah. Cobalah diperbaiki. Kalaupun tidak bisa, jadikan sesuatu yang baru.
[ ] Dan ketika akhir proses hasil mulai terlihat, tapi tak jarang akan menemui kegagalan saat eksekusi. Itu bukanlah akhir, namun kembali mencoba, boleh juga untuk memberikan sedikit sentuha  modif dari hasil yang tak sesuai itu agar tetap terlihat cantik tanpa mengurangi dari fungsi sebenarnya. Memberi warna beda untuk terus bereksperimen.
[ ] Eksperimen itu dibutuhkan dalam proses bila ingin mendaptkan hal baru yang lebih seru. (05/11/17)

Terus melangkah walau apapun yg terjadi

 Dan saat kita salah dalam memilih langkah, entah itu disengaja ataupun tidak maka bagaimanapun bentuknya haruslah dihadapi. Selesaikan sampai akhir, tak perlu sibuk memikirkan hasil akhir yang didapat. Cukuplah untuk berfikir menyelesaikan semuanya sebaik mungkin dan sebisa mungkin selesaikan sendiri tanpa bantuan.

Mungkin kita berpikir yang kita pilih itu salah. Tapi apakah tau kedepannya seperti apa...? Bisa jadi pilihan yang dianggap salah inilah yang justru membawa kita pada hal baru menjadi salah satu cara untuk menambahkan poin untuk kita belajar, dan keluar dari zona nyaman sekaligus pematah ketakutan yang sedari awal hadir menghampiri.

[ ] Takut pada mode tengkorak.
Saat pion tengkorak aku geser disisi tengkorak yang lain (min 3 pion yang sama) agar membentuk garis dengan tujuan membuka kotak warna eh eh eeeh..., bukannya menambah kotak yang terbuka malahan menutup kotak yang sudah terbuka. Padahal jalan mengurangi jumlah pion tengkorak ya menghilangkannya, maka dari itu membuat garis dari pion lain namun bagaimana pion tengkorak juga bisa terbasmi dengan sendirinya. Tapi disaat-saat tertentu aku membutuhkan pion tengkorak ini untuk membuka jalan.
Nah itu tandanya bagaimanapun bentuknya yang tidak aku sukapun bisa berguna bahkan menjadi senjata ampuh untuk membasmu musuh dan memenangkan peperangan.

:: Aku tidak membenci kok, tidak juga menghindar. Hanya menyimpannya, memilih disaat dibutuhkan karen diantara semua jenis pion hanya tengkirak ini yang garang. Bukannya itu lebih efektif. Logika jalan untuk bisa memilah dan memposisikan di tempat yang tepat (ngeles cara halus...) (05/11/17)