06/11/17

Note daur ulang



Awal mula ingin membuat buku corat-coret, meskipun sudah ada applikasi notebook yang memudahkanku untuk bermain kata, namun ada kalanya kangen juga untuk menulis secara manual di buku seperti dulu dimana selalu saja ada coretan saat salah memilih kata. Sudah ada buku yang menemaniku bertahun-tahun tapi ingin saja buat dari kertas-kertas bekas yang lumayan banyak dan belakangnya masih kosong (untung kagak ketahuan simbok, bisa di kiloin dituker ama cabe keriting diwarung). Mulai deh dipotong-potong jadi 2 biar kagak terlalu besar. Lalu disatukan dan buat sampulnya deh.

Nah saat buat sampul inilah berpikir lumayan lama. Ingin buat dari kain flanel kaya yang sebelimnya tapi sayang kainnya (perpaduan pelit, ngirit, perhitungan). Lalu keinget punya bungkus milk (ngambil dari tempat yongsa) ya udah otak-atik. Dapatnya aku potong-poyong memanjang dan di anyam. Tapi berhubung hanya 3 mau ngambil lagi kelupaan keasikan ngobrol. Nganyam juga bingung mau dibikin gimana dikarenakan panjangnya yang serba pas-pasan ya akhirnya aku akal deh pake sisa kertas kado. Siiiiip, mulai di lem sana-sini. Karena pakai lem tembak sedangkan objeknya kertas ya jadi menggumpal (aneh), obrak-abrik meja nemu dah lem putih lanjut beraksi dan jadi meskipun sudah salah motong tapi lumayan lah.

Dan saat aku lipat, taraaaaa.... di bagian lipatan malah sobek. Bingung bercampur kaget. Lalu aku amati lagi adakah yg salah dari semua yang sudah terjadi dan memang salah. *Masih basah sudah dilipat, *kertasnya terlalu tipis, *salah penggunaan lem, ... ya sebenarnya ga terlihat jelas seh tapi menurutku kurang bagus juga. Lihat kanan kiri ada kertas sisa, ya sudah aku templokin ajah untuk menutup retakan, hahahahaha.... aneh seh dilihatnya tapi ya sudahlah biar nambah warna. Daaaan bagian dalamnya untuk menutupi kardus aku gunakan sampul undangan yang sudah ga terpakai. Hahahahaha.... bener- bener ga modal yaah.

Liat hasilnya bikin ngakak. Udah isinya tebal pake buanget, sampulnya dari kertas-kertas sisa. Jian ga modal blas blaaas blaaaaas.... hahahahaha
-&-

[ ] Tak jarang apa yang direncanakan sudah terkonsep dengan detail di pikiran, akan mendapat hasil yang berbeda saat dalam prosesnya hingga jadi.
[ ] Ada hal-hal tertentu meskipun itu kecil, namun bisa merubah hasil.
[ ] Meskipun sudah berhati-hati dengan penuh kesabaran, akan tetapi selalu saja ada celah yang membuat semua berjalan tak semulus seperti yang dibayangkan.
[ ] Jangan hanya berfokus dengan satu atau dua warna, beranilah untuk bermain warna. Walaupun kontras tapi itu akan memberi jiwa baru yang membuat lebih berwarna dan membawa keceriaan bagi yang melihat.
[ ] Tidak perlu mengadakan, hanya perlu berpikir untuk memadu-padankan agar menjadi sesuatu yang terlihat apik.
[ ] Dengan sedikit tambal sulam dari sesuatu yang kita milikipun akan memberikan sesuatu yang indah, karena pada dasarnya di dalam setiap individu memiliki jiwa seni yang terkadang tak disadarinya.
[ ] Barang bekas tidak harus menjadi penghuni tempat sampah. Cobalah diperbaiki. Kalaupun tidak bisa, jadikan sesuatu yang baru.
[ ] Dan ketika akhir proses hasil mulai terlihat, tapi tak jarang akan menemui kegagalan saat eksekusi. Itu bukanlah akhir, namun kembali mencoba, boleh juga untuk memberikan sedikit sentuha  modif dari hasil yang tak sesuai itu agar tetap terlihat cantik tanpa mengurangi dari fungsi sebenarnya. Memberi warna beda untuk terus bereksperimen.
[ ] Eksperimen itu dibutuhkan dalam proses bila ingin mendaptkan hal baru yang lebih seru. (05/11/17)

0 komentar:

Posting Komentar