02/03/14

Kangen itu Merindu

Sudah lama rasanya tak mengobrol denganmu, KANGEN, pake banget malah. Kemana saja selama ini hari-hari penuh ceria bersamamu itu pergi, mengapa lama sekali tak kunjung datang ???!
Berharap keadaan bisa seperti semula kagak aneh seperti ini dan kagak pernah seperti ini. Miss U....

Jujur aku ga suka kamu diam, sangat menakutkan dan sukses membuatku tersiksa. Bingung meski gimana untuk mencairkan suasana :(

Sebenarnya aku tak ingin berada di belakang ataupun di depan aku hanya ingin di sampingmu, agar bisa merasakan apa yang kamu rasakan, agar bisa sama-sama menentukan arah dan aku ingin menjadi partner yang baik untuk saling bekerjasama, saling menopang dan saling melengkapi satu sama lain dan yang terpenting bisa saling menguatkan.
Ingatlah kamu tak sendiri. Ketika suasana hati kagak stabil, lihatlah kesamping lalu lihat telapak tanganmu dan rasakan sebuah genggaman penuh kehangatan selalu ada untukmu. ( Aku selalu lakukan itu, seperti melihat jemarimu menggenggam erat dan kau tersenyum untukku lalu berkedip )

Aku tak tau jalan hidupku seperti apa nantinya, namun yang aku tau saat ini aku bahagia bersamamu sang pemilik hati.


Maaf untuk hal-hal konyol yang sudah menyakitimu :(

Ingin selalu melihatmu tersenyum dan merasakan tak ada awan hitam yang menempel di hati atau pun pikiranmu walau secuil.

Diantara 1000 burung kertas ada impian dan harapanku tentangmu tergantung disana.


special for you

01/03/14

Menunggu Titik Terang

Bingung mau nulis apa, seminggu ini banyak cerita dan kejadian yang hadir dalam penggalan kisah perjalananku. Aku tak bisa melukiskan apa yang aku rasa, aku gak mengeluh kok hanya saja boleh ga untuk saat ini aku berjalan lambat-lambat saja dan bolehkah pinjam bahunya sebentar untuk bersandar, hanya bersandar kok enggak lebih.
****

Sore yang sangat sibuk, rumah masih berantakan debu dimana-mana maklum saja masih bebenah rumah. Tukang-tukang sudah pulang dan gantian kita yang kerja bakti bersih-bersih. Ibu menyapu luar, aku kebagian menyapu ruangan-ruangan dan bapak ngelap perabot yang kotor terkena cipratan adonan semen. Ketika kegiatan baru berjalan bapak bapak menerima sms, agar bisa membaca dengan jelas pesan yang masuk bapak kelur rumah yang memang lebih terang dari pada di dalam ruangan. Namun ketika habis membaca aku yang saat itu ada di dekatnya tak sengaja melihat ke arah bapak. Aku melihat wajah bapak menjadi berubah terlihat jelas ada raut muka bingung disana dan setelah bapak memberi tahu isi sms yang baru saja di bacanya aku jadi paham apa yang menjadi pikiran bapak.

Tak tega melihatnya, bapak terlihat putus asa hingga aku mendengar helaan napas panjang dan berat, beberapa saat terdiam sambil berpegang pada tiang depan rumah. Ya Tuhan aku sangat gak suka melihat bapak seperti ini. Selama acara bersih-bersih banyak yang kita perbincangkan, berdua saja membersihkan ruang tamu dan kamar-kamar. Mencoba mencari solusi berdua, tangan sibuk memindah barang dan mengepel lantai sedangkan kepala sibuk membuat rencana-rencana baru. Padahal rencana yang tersusun saja belum menemukan kelanjutannya ini sudah harus berubah. 

"Bersih-bersih bila mau kerjasama jadi ringan, tapi pada duduk saja lihat bapaknya bersih-bersih" mendengar kata-kata ini menjadi tertunduk dan hanya bisa diam. Dalam hati berkata "maaf bapak tak selalu bisa bantu".

Entah mengapa aku merasa sangat takut dan begitu cemas walaupun tak jarang pikiran memberikan penghiburan dengan rencana-rencana indah namun tetap saja hati ini merasa cemas. Ada banyak keinginan yang ingin aku wujudkan di tahun ini untuk mereka semua. Seakan ada perbincangan antara otak dengan hati yang memberikan tanggapan dan bantahan tentang sebuah gambaran dan feeling yang aku rasakan dari awal tahun. Aku hanya ingin mewujudkan keinginan ibu dan bapak bisa terlaksana di tahun ini, namun aku juga tak yakin inilah yang membuat aku cemas.

Apakah aku bisa.....?! Sebuah cita-cita dari suatu keinginan yang sudah sejak lama. Tuhan bantu aku untuk mewujudkannya ya, berikan bagiku dan semua anggota keluargaku kesehatan, kesabaran, kelancaran rizki, kekuatan untuk menyongsong harapan agar kita bisa saling membantu menopang satu dan lainnya untuk mewujudkan mimpi-mimpi orang tuaku yang sudah sangat lama tertunda demi anak-anaknya.

Semoga dengan menemukan ujung dari benang kusut ini bisa lebih mendekatkan kami dan menguraikan setiap simpul yang tak beraturan sehingga benang bisa terurai untuk dirajut menjadi kain. Terus berjuang demi dan untuk orang-orang yang aku kasihi, big hug

28/02/14

Inikah Arti Diam itu

Aku bilang pada hatiku sendiri aku kangen sama dia, tapi apakah dia juga demikian. Aku hawatir dengan keadaannya, namun apakah kamu tau akan hal ini. Aku menunggu sapamu di tiap hariku, itu pun tak kamu lakukan seperti biasanya hanya sebuah kalimat kiasan yang datang. Aku coba menanyakan kondisimu tapi tak ada jawaban. ya sudahlah itu memang hakmu

Mencoba mencairkan suasana, meredam egoku semata-mata untuk mengembalikan kondisi seperti semula namun tetap sama tidak ada respon. Bimbang, tak mengerti apa sebenarnya yang terjadi namun sepertinya ini hanya perasaanku, mungkin. Berkali-kali aku menanyakan pertanyaan yang sama berkali-kali pula aku menelan kecewa tanpa adanya jawaban. Selama ini aku berusaha terbuka, membiarkan segala kegiatan dan segala yang ada di sekelilingku kau ketahui supaya kau tau semuanya, agar kau bisa hadir dan bergabung di dalamnya, agar aku bisa merasakan hadirmu disana. Mencoba mengerti dan memahami dengan segala kesibukanmu, ya sudahlah mungkin memang kau butuh banyak waktu untuk dirimu

Hari ini,aku mellihatnya, mungkin engkau memiliki rahasia yang tidak perlu ku ketahui, apakah itu terlalu privacy hingga kau susah untuk berbagi denganku. Aku merasakan ada sesuatu yang terjadi padamu, apakah tak boleh aku dapatkan konfirmasi darimu? apakah sampai sebegitunya? tapi ya sudahlah tidak apa-apa.

Selama ini aku berusaha jujur, tak ada yang aku tutup-tutupi darimu. Namun sikapmu dengan jawaban yang berubah-ubah ini membuatku berpikir "apakah selama ini kau melakukan apa yang kau katakan ?" Engkau terdiam bila aku bertanya, ada apa denganmu, adakah yang salah dari diriku ? Apakah aku memang tak boleh bertanya, bukankah komunikasi itu penting buat kita atau jangan-jangan memang sudah tak di perlukan lagi.

Bila ditanya apakah aku marah "YA" aku marah bukan padamu bukan pada keadaan dan bukan pada sang waktu. Aku marah pada diriku sendiri yang tak bisa berhenti menghawatirkanmu, yang senantiasa berharap ada kabar darimu, yang ternyata tak tau segala hal tentangmu, yang terlalu banyak menuntut, dan tentang tergantungnya aku padamu. Aku memang tak berguna.

Apa arti semua ini ? bila kamu berkenan cobalah tegur ketika aku ada alpa, tolong luruskan jika memang salah. Katakan apa yang tak benar. Apakah kamu capek menghadapiku, apakah kamu mulai bosan denganku. Mohon maaf bila sikap dan perbuatanku berlebihan dan membuatmu tak nyaman. Aku sadar siapa aku yang tak lebih hanya seorang pengganggu dan tak mengerti bagaimana bersikap dan berperilaku. Dari lubuk hati yang terdalam Mohon Maaf atas semuanya.


27/02/14

Berselancar di Dunia Imajinasi

Pagi ini ada suasana agak sedikit berbeda, ketika terbangun dan melihat seisi kamar seperti orang ling-lung membutuhkan sedikit waktu untuk mengingat dan beradaptasi dengan kamar yang memang belum pernah aku tempati, yaaah critanya ini ganti kamar sudah kagak mengungsi lagi di kamar ibu. Matahari terlalu dini membangunkanku, dari sini terdengar semua kebisingan aktifitas pagi dari percakapan di sepanjang jalan dari anak-anak yang berangkat sekolah, panggilan tukang sayur dan deru mesin mobil di jalan tol yang suaranya jelas hingga ke sini tak ketinggalan jeritan dan tangisan anak-anak kecil entah diapain ibunya hingga nangis begitu. Sungguh komplek, pagi dengan aktifitasnya yang selama ini luput dari penglihatanku.

Melihat dari balik jendela kaca beberapa orang terlihat hilir mudik entah dari mana gerangan dan ketika berada di teras seakan otak ini belum sepenuhnya on, loading masih lambreta sampai-sampai beberapa kali melihat seisi rumah dengan sedikit keanehan disana. "Apakah benar ini rumahku....?!" Pertanyaan konyol dari orang yang belum sepenuhnya sadar dari tidur, hehehehe....

Segelas teh hangat, menjadi penawar dari keanehan di pagi ini setelah acara bersih-bersih rumah terselesaikan. Sepertinya jika hanya segelas teh kagak nendang deh ya, beranjak mencari-cari yang bisa dijadikan teman minum teh "roti pisang" yah lumayan lah daripada kagak ada sama sekali. Sambil melihat ke arah luar jendela pikiran sepertinya mulai berotasi, melihat deretan perumahan yang sekarang memadati bukit mengingat kembali kejadian yang baru saja terjadi "pagi dengan suasana baru" senyum-senyum sendiri.

Angin menyapa dengan kesejukannya, ada sebuah perasaan aneh sebuah kerinduan untuk si pemilik hati. Sekali lagi melihat sekeliling tiba-tiba teringat dengan sebuah peristiwa beberapa tahun lalu waktu itu masih kos di Surabaya, ketika ada rumor bila kantor mau pindah. Saat itu gosipnya ada dua pilihan tempat yaitu ke Jakarta atau kembali ke Semarang, jelas saja kita, di sini ketika pindah ke surabara seperti bedol desa, semua staf dari kantor pusat yang jumlahnya tak lebih hanya 9 orang ikut berangkat semua ke Surabaya, hanya ada 2 orang yang tidak berangkat lebih memilih balik ke cabang jadi tidak hanya perlu adaptasi dengan lingkungan kerja saja.

Di sela sebuah harapan untuk bisa kembali ke Semarang agar bisa kumpul bersama keluarga sempat Prima bertanya kepadaku 
"Menurutmu ini kembali ke semarang apa enggak"  terdiam sebentar sebelum menjawab pertanyaan, dengan sedikit ragu aku bilang 
"Enggak, memang kita akan balik ke semarang tapi tidak sekarang, dari sini (Surabaya) sepertinya kita akan menuju ke beberapa tempat terlebih dahulu. Dan kota itu bukan Jakarta yang pasti" sambil berpikir dengan muka serius
"Kota mana mba...., memangnnya apa yang mba lihat?" lebih memperhatikan apa yang akan aku ucapkan
"Di sebuah rumah yang lumayan gede tapi tidak lama, rumahnya agak aneh"
"Aneh gimana, lihat dari mana seh.....?"
"Ya pokoknya aneh aja, dari sana pindah lagi ke tempat yang ada seperti lorong kecil tapi juga gak lama, lalu aku melihat ada sebuahjalan lurus mentok ada tempat seperti paviliun bangunan sendiri, tempatnya teduh ada pohon dan bunga-bunganya. Sepertinya disana kita akan tinggal, sendiri yang punya tidak tinggal disana. Tempatnya enak".
"Lalu apa lagi....?!"
"Sudah, cuma itu saja"
"Lho mba lelly tau dari mana"
"Ya tau saja" padahal waktu itu aku hanya menjabarkan hal yang ada di dalam otakku saja.
Namun anehnya setelah pembicaraan itu aku sempat bermimpi ada sebuah tangga yang mesti dilalui dan di atasnya ada ruangan-ruangan yang seperti kamar, enggak banyak hanya beberapa dan anehnya ada cowok yang tinggal disana, sempat heran dan bertanya "ini kos cewek apa campur seh" tapi seseorang wanita muda menjawab "ini bukan kos, namun memang ada cowok yang tinggal disini" dan mimpi pun buyar karena hari sudah pagi.

Dan ternyata benar dari Surabaya team dealing tidak langsung kembali ke kota asal yaitu Semarang tapi sempat pindah ke kontrakan, kembali ke kos semula baru pindah ke kota Yogya hingga beberapa tahun baru deh kembali ke kota asal Semrang. Lalu bagaimana dengan tangga dan kamar-kamar di atasnya.....???! itu juga benar karena pulang dari perantauan kamarku berubah menjadi di lantai atas begitu juga dengan ade-adeku.

Entah suatu kebetulan atau sebuah firasat juga kagak tapi sepertinya aku kagak pernah berpikir aneh-aneh, hanya saja ada kalanya sebuah cerita imajinasi berjalan sendiri dimanapun aku berada tak kenal tempat namun terkadang juga datang ketika beranjak tidur. Makanya aku sering merasakan adanya dejavu dalam kehidupan nyata. Bisa lucid deam ga ya, ah coba lagi siapa tau bisa aku ingin terbang bersama awan kinton wuuuuuuuuuuuuuuuuus........

26/02/14

Mencari Jejak Pemilik Hati

Apa sebenarnya yang terjadi, mengapa jadi seperti ini
Jangan sampai rasa ini memudar perlahan dan menghilang.
Banyak hal yang tak bisa aku mengerti, banyak hal yang tiba-tiba terasa hambar.
Apa yang harus aku lakukan,....

Hanya bisa terdiam menunggu
Hingga kapan penantian yang serasa menjemukan ini berlalu
Suara hati yang berharap satu keajaiban

Mungkin memang hadirku sudah tiada arti
Entah, apa arti diam itu
Mungkin lebih mudah berbicara menggunakan hati
Tanpa suara dan hening menyeruak penuh misteri

Apa aku salah dalam hal ini.....?
Salahku dimana tolong tunjukkan
Apakah ego ini terlalu mengganggu dan semakin memperparah suasana
Lalu bagaimana dengan yang ada di sudut sana
Mengertikah..., pahamkah.....,
Abaikan, anggap semua hanya angin lalu yang tiada arti
Karena aku memang bukan siapa-siapa tiada arti bagi pemilik hati

Aku salah dan selalu aku yang salah, itu cukupkah
Ababilkah diriku hingga terlihat bodoh dan menjadi biang permasalahan
Mencoba melihat dari dua lensa yang berbeda
Tetap saja yang terlihat mendung yang semakin gelap menggelayut
Merunduk dan membisu ketakutan yang mulai hadir menyelimuti diri
Bukan rengkuh yang aku dapat namun hanya pandangan kosong
Sorot mata pemilik hati yang tajam penuh kesedihan

Semuanya salah ku, ya aku yang salah
Aku terlalu banyak bermimpi, terlalu banyak berimajinasi
Aku hanya mencoba menapak di jejak kaki seseoraang
Karena yang aku lakukan bukan tanpa tujuan
Berharap pemilik hati tau bagaimana di perlakukan sama
Merasa apa yang dirasa di tapak yang sama
Namun jika ini memang salahku, silahkan salahkan aku