05/12/13

Menyatu Bersama Sepinya Malam

Malam sudah berangsur pagi namun ku masih terjaga seorang diri
Di kamar ku coba memecah keheningan dengan alunan lagu penenang hati
Insomnia ini selalu menghalangiku untuk merajut mimpi indah dalam tidurku

Gemericik air hujan memberi irama dalam senandung malam
Angin menerobos disela jendela menyampaikan salam pada temaramnya cahaya
Mencoba berdalai dengan pikiran yang melambung ke dunia antah berantah
Kacau, tak tahu apa yang berkecamuk dan mengisi pikiranku ini

Berpikir dan mengingat tentang segala hal yang terjadi selama ini
Ada rasa rindu dalam hati yang tak bisa aku jabarkan untuk apa dan mengapa
Aku sadar bila yang lalu tak bisa diulang kembali
Aku tahu bila tak mungkin yang retak bisa nampak sama seperti semula

Masih bolehkah aku bermimpi bila malam tak memberi sedikit waktu untukku
Bisakah aku berharap tentang satu hal yang aku sendiri tak yakin bisa
Andai aku bisa mengungkap segalanya tentang rindu yang terbingkai cantik untukmu
Pengat dalam otak mendengar keluh kesah hati yang lagi patah hati

Sejenak ku tengadahkan tangan dan bercerita tentang resah hati kepada TUHAN
Lantunan doa mengisahkan segala yang menyesakan dada selama ini
Sesaknya batin ini bagai terhimpit batu besar kian hari bertambah volumenya
Kini segala pengat di kepala gundah di hati seakan sirna
Lepas..., bebas.... dari beban yang selama ini menghimpit jiwa
Karna aku tahu hari indah yang dijanjikanNYA akan segera tiba
Aamiin



0 komentar:

Posting Komentar