03/10/12

** Cara Menciptakan Surga Dalam Keluarga **


Dari perubahan jaman karakter, kepribadian orang juga berubah.
Tidak mudah lagi mencari teman yg bisa memahami ataupun dipercaya.

Jalan satu-satunya, DIRI SENDIRI lah yang mesti 
MENJADI ORANG YG BENAR dulu agar kehadiran kita
memberi berkah bagi keluarga,pasangan ataupun sesama.


Belajar yukk bagaimana caranya menciptakan surga dalam keluarga,sebelum mengerti surga-NYA nanti.


***Tuntunan untuk saudara kaum Hawa***

:: JADILAH jiwa yg tenang agar mampu menjadi penenang suami ! ::

Wanita yang baik dia paham tentang agungnya kedudukan suami; 
dan besarnya hak suami atasnya.
Maka dia akan berusaha keras untuk memberikan ketenangan dan kebahagiaan kepadanya.

Sesungguhnya keberadaanmu sebagai tempat yang tenang bagi suami, mengingatkan engkau agar bisa sebagai tempat istirahat baginya dalam segala sisi; menebarkan ketenangan di rumah, melayaninya.

:: Hindarilah olehmu sifat cemburu ::

Bila kita mencintai seseorang rasa cemburu pasti tak mampu kita abaikan, tapi ijinkan saya memberikan tips yach

(Bila dia benar-benar ingin bersamamu dalam urusan dunia-akheratnya, maka dia yg akan berusaha menjaga dirinya sendiri)
kata lain, orang yang PANTAS bersamamu tidak pantas untuk dicurigai!
karena biasanya Cemburu merupakan kunci terjadinya perceraian.

:: Jauhilah olehmu banyak mencela, karena akan menyebabkan kebencian ::
Jadilah sahabat sejatinya yang mau mendengar dan taat,
menjaga diri dan tenang, Jagalah kecintaan.
Bantulah pekerjaannya. Kerjakan apa yang menyenangkannya. Simpanlah rahasianya.
Jangan menentang perintahnya.
Tutuplah cela Cintailah dia ketika sudah tua.
Jagalah lisanmu. Pilihlah tetanggamu.
Dan kokohlah didalam keimananmu.
Sabarlah saat dia marah,dengarkan keluhannya dan
duduklah disampingnya agar paham apa yang dia ingin sampaikan.


:: Berbaktilah ::

Wajib bagi istri untuk melayani suami dengan baik, karena dia adalah orang yang diamanati. .
Melembutkan hati anak-anak atasnya.
Menghindari sikap keras dan kasar.
Jika suami memberikan bantuan atau hadiah -misalnya-, maka berterimakasihlah atas perbuatannya dan
memujinya dengan baik.
Selalu membantu suami untuk menjaga diri dan menghindar dari fitnah!
temanilah suami di dunia dengan cara yang baik.
Kerjakan apa yang disukai dan tinggalkanlah apa yang tidak disukai.


Sekarang bagaimana dengan kaum Adam??
Maaf yach saya hanya ingin berbagi untuk kebaikan kita bersama,
tidak ada unsur apapun dalam hal ini.

:: Muliakanlah istri kalian!! ::
Refleksi diri untuk (para) suami.

** hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu,
sebab istrimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.

**Marahlah dengan cara terhormat
Jika marah boleh tidak berbicara dengan istrimu, tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya)

**Jantung rumah adalah seorang istri.**
Pahami istrimu jika hati istrimu tidak bahagia maka seisi rumah akan tampak hampa (tidak ada canda tawa, manja, perhatian).
Maka sayangi istrimu agar dia bahagia dan engkau akan merasa seperti di surga

:: Kurangi EGO ::

Dua orang yang tinggal satu atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah siapa menang siapa kalah.
Karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.

:: JADIKAN dia yang Pertama ::

Di luar banyak wanita idaman melebihi istrimu.
Namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu.
Saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain di belakangmu.

Banyak istri yang baik.
Tapi di luar sana banyak pria yang ingin mempunyai istri yang baik dan mereka tak mendapatkannya.
Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu.
Maka jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan, Sebab ia akan sulit sekali untuk kembali.


:: Jangan sakiti dia :: 


orang yang hadir dalam hidup kita hanyalah sekedar singgah, Cepat atau lambat akan pergi juga.

Ketahuilah bahwa pasangan yang menyenangkan adalah dia yang MENGHARGAI.
yang selalu menganggap besar apa yang dilakukan oleh pasangan, meski perkara yang kecil.
Memuji di hadapan orang lain dengan kebaikan meski dia penuh dengan kekurangan.
Dia percaya bahwa semua itu akan berakibat baik baginya.
Dan akan menjadi pendorong untuk merasakan kecintaan dan kasih sayang keluarga.


0 komentar:

Posting Komentar