04/02/13

Kisah Unik Dibalik Pernikahan

Siapa sih yang gak kepengen menggelar pernikahan seperti pangeran William dan Catherine Middieton pernikahan ala negeri dongeng ini sepertinya menjadi impian pasangan yang berencana akan menikah. Gak heran banyak pasangan yang rela mengorbankan waktu dan uang besar untuk tampil mempesona bak raja dan ratu sejagat dalam 1 hari. Gaun pengantin sepertinya masih menjadi icon yang menjadi top list para pengantin khususnya mempelai wanita. Siapa sih yang tidak mau tampil menawan dalam balutan gaun pengantin yang cantik.....???

Para disainer kota Paris pun berlomba untuk membuat gaun pengantin indah berkesan mewah. Bahkan belakangan industri baju pengantin di kota Paris sudah mulai menyesuaikan desain baju pengantin yang bersahabat dengan kantong para konsumennya. Gaun pengantin buatan Perancis sudah sejak jaman dahulu terkenal di dunia, bahkan sudah sejak lama menjadi acuan pembuat film Hollywood untuk digunakan dalam pembuatan layar lebar mereka.

Paris yang terkenal dengan kota cinta berusaha mewujudkan keinginan warga kotanya untuk tampil cantik saat hari bersejarah. Perhalatan wedding extra pun sengaja digelar khusus untuk memuaskan para calon mempelai yang berencana mengakhiri masa lajang mereka di tahun 2013. Selain gaun pengantin ternyata banyak calon mempelai pria yang memilih cincin kawin nih, ribet gak ya mengurusi pernikahan...., soalnya menikah itu kan perinciannya banyak ada banyak pertentangan pula.

Menggelar acara pernikahan gak mudah lho, dan gak murah juga. persiapan pasangan yang akan menikah nanti bukan hanya modal saat menggelar acara pernikahan saja, butuh kesiapan mental pasangan untuk benar-benar yakin jika rumah tangga yang mereka bangun nanti kokoh dan kuat menghadapi segala jenis cobaan. Bukan hanya menyatukan dua pribadi yang berbeda namun juga menyatukan dua keluarga besar. Untuk menyatukan siapa dia itu tentunya bukan hanya masalah kepribadian tetapi keluarganya. Bibit itu adalah bukan masalah keturunan tetapi lebih kepada penyakit mungkin yang dia punya apa.., Bebet bisa diartikan sebagai pendidikan dia, pekerjaan, potensi keterampilan yang bisa kita pertimbangkan untuk masa depan. Bobot itu masa depan, bagaimana kita bisa menatap masa depan dengan baik dengan segala macam planning, visi, misi kedepan harus bisa dibicarakan. Banyak yang harus dipikirkan sebelum melangkahkan kaki menuju pelaminan. Selamat yaa... untuk pasangan yang sudah berani menetapkan masa depan bersama pasangan.

Tapi sebelum menikah ada banyak mitos yang katanya akan medatangkan bencana buruk ketika hari H tiba. Biasanya menjelang hari pernikahan ada saja ritual yang harus dilakukan pasangan calon pengantin agar hari besar mereka berjalan lancar dan sempurna. Mitos-mitos masalah pernikahan ternyata menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi wedding organizer gak sedikit yang akhirnya harus menyerahkan masalah ritual adat dan kepercayaan ini pada ahlinya alias dukun manten, itu bagian dari ritual sesuaru yang positif karena mengandung nilai-nilai atau arti filosofi dalam setiap proses pernikahan. Biasanya mitos yang telah dilakukan turun temurun ini banyak terjadi di pernikahan adat Jawa, misalnya kalau berdandan pengantin tidak boleh bercermin sebab katanya kalau saat dirias pengantin wanita bercermin nanti hasilnya gak maksimal. Orang Jawa biasa menyebut dengan istilah tidak mangklingi. Begitu juga untuk yang marias sebelum merias pengantin harus puasa dulu. Lempar celana ke atas genteng bila resepsi hujan maka akan reda hujannya. Boleh percaya boleh tidak tapi kejadian lho bahkan tak sedikit keluarga yang akhirnya meminta wedding organizer meminta pawang ujan hujan demi kelangsungan pesta pernikahan. ketika pawang diminta berbuat lebih jauh benar-benar hujannya berhenti, namun ada juga sudah menggunakan pawang hujan namun tetap saja hujan karena Tuhan yang akan menentukan hujan atau tidak.

Sebenarnya mitos-mitos itu tidak benar hanya suatu kepercayaan saja ada yang mempercayai ada yang tidak. Mitos-mitos jelang hari besar pasangan pengantin sebenarnya bukan hal utama dalam presesi pernikahan, hanya saja memang kerap dilakukan secara turun temurun sebagai sebuah nasehat dari para orang-orang tua dulu. Jika pun dilakukan ini memang bentuk prihatin sebelum menikah agar diberi kelancaran. Sebenarnya tujuan orang tua jaman dulu itu supaya menjadi calon pengantin itu berhati-hati, seperti pengantin harus dipingit (tidak boleh kemana-mana) bila keluar dari pingitan akan terkena kecelakaan, namun semua itu merupakan sebuah takdir, jadi mitos ini tidak benar hanya saja pengantin harus hati-hati karena mau jadi pengantin harus duduk diam di rumah menjelang pernikahan untuk menghimpun tenaga agar saat hari H tiba pengantin akan kelihatan segar. Bila kita yakin untuk menjalankan ritual-ritual akan enak saja menajalani kalau orang Jawa bilang "madep mantep". Kalau mau mantap harusnya gak berat menjalaninya, semua berpulang pada keyakinan masing-masing mau dijalani monggo kalau tidak pun ya sah-sah saja.


0 komentar:

Posting Komentar